Oktober 31, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

KIPRAH PEMUDA IPNU-IPPNU PASCANIKAH DI TUBAN (Studi Teori Pertukaran Sosial)

Oleh :

JAMILATUL LAILIA

Praktisi Parenting Islam, Almunus Pascasarjana UINSA Surabaya

I

Pada dasarnya manusia merupaka makhluk sosial yang memiliki naluri hidup dengan orang lain. Naluri manusia ini disebut gregariousness sehingga manusia juga disebut social animal atau hewan sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia akan mencari hakikat dirinya. Adanya tindakan-tindakan manusia merupakan wujud dari ide-ide dan pikiran-pikiran untuk memperoleh sesuatu sebagai kebutuhannya. Demikian juga dengan hubungan timbal-balik antar sesama manusia. Hubungan antar sesama manusia akan menimbulkan interaksi baik langsung maupun tidak langsung.

Berdasarkan interaksi tersebut, manusia membutuhkan wadah untuk berkumpul yang masyarakat lazim menyebutnya dengan sebutan organisasi. Berkenaan dengan ini, salah satu organisasi terbesar di Indonesia adalah Nahdlatul Ulama yang merupakan organisasi yang bergerak dibidang keagamaan dengan badan otonom yang berfokus pada pemuda dan pelajar bernama Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Kabupaten Tuban merupakan kabupaten yang mempunyai kualitas pengkaderan yang cukup optimal, terbukti dengan diraihnya penghargaan sebagai PC IPPNU terbaik se-Jawa Timur dalam bidang kaderisasi pada Desember 2016. Adapun awal mulanya IPNU mulai masuk ke Tuban sekitar tahun 1960-an yang dibawa oleh seorang tokoh muda asli kelahiran Tuban. Dalam perjalanannya PC IPNU Tuban mengalami kemajuan yang pesat, meski kadang masih terjadi pasang-surut pada masa-masa tertentu.

Sedangkan PC IPPNU Tuban mempunyai daya tarik tersendiri dalam dinamika perjalanannya. Sebagai organisasi kader, PC IPPNU Tuban senantiasa mengembangkan gerakan dan pemikirannya sebagai organisasi yang berbasis pada pengembangan dan penguatan SDM pelajar, dalam arti senantiasa menjaga citranya sebagai organisasi yang fokus pada kaderisasi. Data penelitian awal menyebutkan bahwa kian tahun jumlah peminat IPNU-IPPNU mengalami peningkatan yang signifikan, selama tahun 2017 tercatat sebanyak 1173 kader baru yang telah melaksanakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Adapun intensitas kegiatan IPNU-IPPNU tidak pernah surut mulai dari tingkat desa sampai pada tingkat kabupaten.

Adapun pernikahan merupakan masalah yang urgent, karena pernikahan merupakan kebutuhan dasar (basic need). Sebagaimana diketahui, pernikahan juga merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku bagi semua makhluk-Nya. Usia kader IPNU-IPPNU adalah mulai dari umur 12-27 tahun, sehingga tidak heran jika kader yang telah berusia 20 tahun ke atas telah melakukan pernikahan. Setelah seseorang menikah, tentu terjadi perubahan dalam kehidupannya. Mulai dari adaptasi dengan lingkungan baru serta tugas dan tanggung jawab baru. Apabila hal ini terjadi pada pengurus organisasi yang masih aktif, tentu secara langsung berdampak pada jalannya organisasi.

Teori pertukaran sosial (social exchange) mempunyai sudut pandang bahwa orang menghitung nilai keseluruhan dari sebuah hubungan dengan mengurangkan pengorbanannya dari penghargaan yang diterima. Satu ciri khas pertukaran yang menonjol adalah cost and reward. Dalam berinteraksi manusia selalu mempertimbangkan cost (biaya atau pengorbanan) dengan reward (penghargaan atau manfaat) yang diperoleh dari interaksi tersebut. Jika cost tidak sesuai dengan rewardnya maka salah satu pihak akan menghentikan salah satu interaksinya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dalam penelitian ini terdapat beberapa masalah, yaitu: Bagaimana kondisi pemuda pascanikah di PC IPNU-IPPNU Tuban?, Apa faktor-faktor yang menghambat pemuda pascanikah dalam berorganisasi?, dan Bagaimana solusi yang diberikan oleh masing-masing anggota PC IPNU-IPPNU Tuban yang sudah menikah dalam berorganisasi?.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan dan wawancara. Metode ini dipilih agar data penelitian lebih mendalam dan menyeluruh. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu suatu analisis yang bertujuan untuk menggambarkan fakta-fakta yang ada di lapangan. Selanjutnya penulis menggunakan pola pikir induktif, yakni berangkat dari satuan analisis yang sempit (seperti pernyataa-pernyataan penting dari informan) menuju satuan yang lebih luas, kemudian menuju deskripsi detail yang merangkum dua unsur, apa yang dialami oleh informan dan bagaimana tinjauan perspektif teori pertukaran sosial.

II

Bagi Homans, prinsip dasar pertukaran sosial adalah “distributive justice”, yaitu aturan yang mengatakan bahwa sebuah imbalan harus sebanding dengan investasi. Proposisi yang terkenal sehubungan dengan prinsip tersebut berbunyi,”seseorang dalam hubungan pertukaran dengan orang lain akan mengharapkan imbalan yang diterima oleh setiap pihak sebanding dengan pengorbanan yang telah dikeluarkan. Makin tinggi pengorbanan, makin tinggi imbalannya. Dan keuntungan yang diterima oleh setiap pihak harus sebanding dengan investasinya. Makin tinggi investasi, makin tinggi keuntungannya”.

Teori pertukaran sosial George C. Homans terletak pada sekumpulan proposisi yang fundamental. Berdasarkan pada situasi tersebut, Homans mengembangkan beberapa roposisi, antara lain:

Pertama, Proposisi Sukses; Jika seseorang sering melakukan suatu tindakan dan orang tersebut mendapatkan imbalan dari apa yang ia lakukan, maka makin besar kecenderungan ia akan melakukannya pada waktu yang akan datang. Secara umum, perilaku yang selaras dengan proposisi sukses meliputi tiga tahap yaitu: Pertama, tindakan seseorang. Kedua, hasil yang diberikan. Ketiga, pengulangan tindakan asli atau minimal tindakan yang dalam beberapa hal menyerupai tindakan asli.

Kedua, Proposisi Stimulus; Jika pada masa lalu terjadi stimulus tertentu, atau serangkaian stimulus adalah situasi dimana tindakan seseorang diberikan imbalan, maka semakin mirip stimulus saat ini dengan stimulus masa lalu tersebut semakin besar kecenderungan orang tersebut mengulangi tindakan yang sama atau serupa.

Ketiga, Proposisi Nilai; Semakin bernilai hasil tindakan bagi seseorang, semakin cenderung ia melakukan tindakan yang serupa. Dalam proposisi ini Homans memperkenalkan konsep imbalan dan hukuman. Imbalan adalah tindakan yang bernilai positif. Meningkatnya imbalan lebih cenderung melahirkan peilaku yang diinginkan. Hukuman adalah tindakan yang bernilai negatif. Meningkatnya hukuman berarti bahwa seseorang cenderung menampilkan perilaku-perilaku yang tidak diinginkan. Homans menganggap bahwa hukuman sebagai cara yang memadai untuk menggiring orang mengubah perilaku mereka.

Keempat, Proposisi Kelebihan dan Kekurangan; Jika pada saat tertentu, orang makin sering menerima imbalan tertentu, maka makin kurang bernilai imbalan yang selanjutnya diberikan kepadanya. Dalam hal ini Homans memperkenalkan dua konsep kritis lain, yaitu ongkos dan keuntungan. Ongkos didefinisikan sebagai imbalan yang hilang dalam alur tindakan alternatif yang sedang berlangsung. Keuntungan dalam pertukaran sosial dipandang sebagai jumlah imbalan yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Keuntungan menggiring Homans mengubah proposisi kelebihan kekurangan menjadi  “semakin besar keuangan yag diterima akibat dari tindakan, semakin kenderung seseorang melakukan tindakan tersebut.

Kelima, Proposisi Agresi-Pujian;

Proposisi A      : Ketika tindakan seseorang tidak mendapatkan imbalan yang diharapkan, atau menerima hukuman yang tidak ia harapkan, ia akan marah, ia cenderung berperilaku agresif dan akibat dari perilaku tersebut menjadi lebih bernilai untuknya.

Proposisi B      : Ketika tindakan seseorang menerima imbalan yang diharapkannya, khususnya imbalan yang lebih besar dari yang diharapkannya, atau tidak mendapatkan hukuman yang diharapkannya, ia akan senang. Ia lebih cenderung berperilaku menyenangkan dan hasil dari tindakan ini lebih bernilai baginya.

Keenam, Proposisi Rasionalitas; Ketika seseorang memilih tindakan alternatif, seseorang akan memilih tindakan sebagaimana yang dipersepsikannya kala itu, jika nilai hasilnya dikalikan dengan probabilitas keberhasilan, maka hasilnya adalah lebih besar.

III

Setelah seseorang menikah tentu kehidupannya akan berubah, baik dari segi emosi maupun hubungan sosial dengan orang lain. Hal ini disebabkan karena setelah seseorang menikah mereka akan memasuki fase baru dalam kehidupannya. Seluruh informan yang diteliti, aktivitasnya di pagi hari setelah mengurus keperluan rumah tangga, bekerja, dan sebagian informan masih kuliah sampe sore hari, setelah itu malam hari biasanya dimanfaatkan oleh mereka untuk beristirahat, sehingga hanya sebagian yang terkadang menyempatkan waktunya untuk mengikuti organisasi. Seperti dialami Aisyah setelah bersuami, dalam mengikuti organisasi yang terpenting menurutnya adalah mendapat ijin dari suami, selama suami mengijinkan dan dapat menjaga amanah yang diberikan oleh suaminya dengan baik, dia akan masih tetap bisa berkiprah di organisasi:

“Kalau dibilang sibuk ya nggak juga mbak, tapi kalau dibilang nggak sibuk, nggak juga… soale aku pagi sekolah, sore ngajar, di rumah juga jualan, di online juga jualan, punya suami iya… kalau saya sendiri ya mbak, kan acara nggak tiap hari, kalau di IPPNU kalau ngumpul kadang pulang sekolah sebelum ngaji, kadang juga ngumpulnya di malam hari, yang penting aku waktunya tak atur dulu mbak, dan nggak lupa ijin suami, kemudian jaga jarak sama anak IPNU karena sudah bersuami jadi harus jaga hati”.

Ada beberapa faktor yang menghambat para pemuda pascanikah untuk tetap berkiprah di Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Tuban, diantaranya; Pertama, aktivitas mereka pada pagi hari sampai siang bekerja dan kuliah, sedangkan pada malam harinya malas untuk keluar rumah. Kedua, lokasi kegiatan dengan rumah mereka yang jauh. Ketiga, tidak mendapatkan ijin pasangan. Keempat, sebagian informan perempuan merasa segan untuk keluar rumah dan membatasi diri ketika bergaul dengan laki-laki. Aisyah menuturkan bahwa;

“Saya kalau mau ada acara ke PC terlalu jauh mbak, di rumah juga kadang pas sibuk, jadi saya jarang mengikuti kegiatan”

Sedangkan solusi yang diberikan oleh masing-masing pemuda pascanikah di PC IPNU-IPPNU Tuban adalah sebagai berikut; Pertama, melakukan komitmen dengan pasangan bahwa tidak akan melarang mengikuti organisasi selama tidak mengganggu keluarga dan pekerjaan. Kedua, ketika akan mengikuti kegiatan organisasi, sebelum berangkat disenangkan terlebih dahulu hati pasangan supaya bersedia menemani mengikuti kegiatan. Ketiga, organisasi tidak mengganggu terpenuhinya hak dan kewajiban suami-istri. Keempat, mengikuti kegiatan ketika mempunyai waktu yang longgar.

IV

Adapun gambaran kondisi pemuda pascanikah untuk tetap bisa aktif berorganisasi dilihat menggunakan analisa teori pertukaran sosial adalah sebagai berikut:

Proposisi sukses yang menyebutkan bahwa “Jika seseorang sering melakukan suatu tindakan dan orang tersebut mendapatkan imbalan dari apa yang ia lakukan, maka makin besar kecenderungan ia akan melakukannya pada waktu yang akan datang”. Proposisi ini terjadi melalui tiga tahap, yaitu tindakan, hasil yang diberikan, dan pengulangan tindakan. Hal ini telah terjadi pada Lutfi, Tian, Wafia, dan Bagus sebelum masuk ke dalam struktur PC dia telah terlebih dulu aktif mengikuti kegiatan, selang beberapa lama dia diangkat menjadi pengurus PC, dan sampai sekarang dia tetap berkhidmah dalam menyukseskan agenda-agenda yang dilakukan oleh organisasinya tersebut.

Sedangkan proposisi Pujian adalah ketika tindakan seseorang menerima imbalan yang diharapkan, terlebih imbalan yang lebih besar dari yang diharapkan atau tidak mendapatkan hukuman yang tidak diharapkannya, aktor akan senang. Aktor lebih cenderung berperilaku menyenangkan dan hasil dari tindakan menyenangkan ini lebih berharga baginya. Hal ini seperti saat Sulhan aktif sebagai pengurus dan mengikuti kegiatan, selain dia mendapatkan kenikmatan dalam berorganisasi juga dalam beberapa kali kegiatan dia mendapat pesanan catering dari panitia kegiatan.

Pada proposisi Agresi menyebutkan bahwa “ketika tindakan seseorang tidak mendapatkan imbalan yang diharapkan, atau menerima hukuman yang tidak ia harapkan, ia akan marah, ia cenderung berperilaku agresif”. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang kecewa karena kerja kerasnya tidak dihargai. Hal ini dialami oleh Bagus ketika di PACnya sendiri, dia merasa perjuangannya ketika menjadi ketua PAC tidak dihargai sebab saat ini tidak dihiraukan oleh para pengurus aktif PAC Tuban kota.

Sedangkan dalam proposisi Rasionalitas menyebutkan bahwa; “Ketika seseorang memilih tindakan alternatif, dia akan memilih tindakan sebagaimana yang dipersepsikannya kala itu, jika nilai hasilnya dikalikan dengan probabilitas keberhasilan, maka hasilnya adalah lebih besar”. Aisyah al-‘Arsy merupakan anggota pengurus PC IPPNU sekaligus ketua PAC Jatirogo. Dalam aktivitasnya di organisasi dia lebih memilih untuk fokus di PAC daripada PC karena dilihat dari letak geografisnya yang jauh dan akan banyak hambatan jika dia harus aktif disana, sehingga dia memprioritaskan untuk mengurusi PAC yang sedang dipimpinnya.

Beberapa informan, mensiasati waktunya untuk masih tetap berkiprah dengan cara mengambil hati pasangannya terlebih dahulu, salah satunya adalah dengan cara menyelesaikan pekerjaan rumah lebih awal, kemudian melayani pasangannya dengan baik, setelah itu pasangannya cenderung akan menuruti kemauannya, cara inilah yang dimanfaatkan oleh informan untuk tetap mengikuti organisasi.

Proposisi sukses menyebutkan bahwa “Jika seseorang sering melakukan suatu tindakan dan orang tersebut mendapatkan imbalan dari apa yang ia lakukan, maka makin besar kecenderungan ia akan melakukannya pada waktu yang akan datang”. Berdasarkan proposisi tersebut, informan sukses mengambil hati pasangannya dengan baik, kemudian sukses mengikuti kegiatan, dan hal itu dilakukan secara berulang-ulang.

Makin tinggi investasi, makin tinggi keuntungannya”.Hal ini sama dengan apa yang dilakukan oleh informan, dalam berumah tangga, pada dasarnya mereka tetap memprioritaskan keluarganya. Tetapi disisi lain dia juga masih bisa menyempatkan waktunya untuk organisasi, karena di dalam organisasi dia mendapat kenikmatan tersendiri dan dari organisasi pun tanpa sadar relasi-relasi mereka pun terbangun.