CANTIK MERENUNG (PETUALANGAN CANTIK-1)

kios milik ibu Saniyah yang ada di kawasan kantin SDN Ketambul Palang Tuban. Menjadi tempat yang pas untuk mengisi istirahat

Sepulang dari sekolah, gadis berambut pirang-hitam bernama cantik sedang duduk merenung di serambi masjid.
Dia memandang ke arah selatan, yang terbentang hamparan luas persawahan dan perkebunan jagung, milik warga kampung setro.
Tiba-tiba Velop, sepupunya datang menghampiri dengan membawa es krim.
“Mbak Can, mau es krim?” Velop menawari cantik makanan kesukaannya itu.
“Boleh, sepertinya enak itu.” Jawab Cantik, sambil menerim es krim dari tangan Velop.
Velop penasaran dengan apa yang dilakukan oleh cantik, sehingga velop bertanya pada kakak sepupunya itu.
“Mbak Can, kamu sedang apa? Sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu yang penting? Ada apa sih sebenarnya?” Velop bertanya pada Cantik.
Cantik tersenyum dan menunjukkan sesuatu pada Velop ke arah selatan.
“Ve, kamu lihat itu, apakah kamu tidak melihat sesuatu yang aneh di kebun itu” kata Cantik.
Velop menatapkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh Cantik.
“Lihatlah baik-baik. Kamu pasti akan suka.” Tegas Cantik.
Dan Velop pun kaget denga napa yang dilihatnya.
“Itu apa mbak Can, seperti sebuah gubuk, tapi kelihatannya kecil sekali” kata Velop keheranan.
“Aku tidak tahu, tapi yang jelas kelihatannya benda itu sangat bagus dan belum ada yang tahu. Hanya kita berdua saja yang melihatnya.” Kata Cantik.
Cantik tersenyum dan wajahnya berbinar-binar senang.
“Ve, bagaimana kalau kita datangi benda itu.” Ajak Cantik pada Velop.
“Mbak Can berani mendatangi benda itu?” tanya Velop meragukan ajakan Cantik.
“Beranilah, ayo kita kesana.” Cantik bersemangat.
“Bagaimana jika nanti Deh Yah dan mbah Bu’ mencari kita berdua?” tanya Velop yang masih ragu.
“Tenang saja, ibuku masih di sekolahan dan deh Yah di dapur sedang memasak. Beliau-beliau bakalan tidak akan mencari kita.” Jawab Cantik dengan penuh gairah.
“Baiklah kalau begitu, ayo kita datangi benda itu, siapa tahu ada sesuatu yang sangat bagus dan sangat menyenangkan untuk kita gunakan bermain.” Velop menjawab dengan antusias.
Kedua anak gadis itu pun akhirnya pergi menuju ke benda berbentuk kotak yang ada di tengah-tengah perkebunan jagung yang sudah mulai berbuah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *