Tujuh Buku Karya Dan Brown; Mengajarkan Cara Menulis Cerita Yang Berliku, Misterius dan Penuh Pengetahuan

Tujuh karya Dan Brown, sangat memikat dan penuh inspirasi pengetahuan masa depan, mengandung banyak wawasan berharga yang belum banyak dipelajari oleh orang awam. Mengambil latar belakang pengetahuan kristennya yang diramu dengan kriminalitas dan konspirasi global, sangat memikat setiap pembaca. Saya sudah menyelesaikan membaca semua ketujuh buku ini.

kitasama.or.id – Seorang penulis Amerika Serikat yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar telah menghasilkan tujuh karya novel yang sangat memikat dan membuat pikiran yang penat menjadi sehat kembali.

Karya-karyanya sangat menegangkan dan bertempo cepat, bahasanya enak dan setiap liku-liku ceritanya mengandung kajian dan pemikiran yang menggigit otak.  

Bacaan Lainnya

Dari Dan Brown-lah, saya banyak belajar tentang cara bercerita dan memadukan beragam pengetahuan menjadi kisah yang saling terkait. Setiap orang hendaknya membaca buku-bukunya Dan Brown dan mempelajari segala hal yang telah disampaikannya. Terutama umat Islam dan generasi muda muslim, harus membaca buku ini sehingga memahami lika-liku dan pertentangan yang terjadi dikalangan saudara-saudara kita yang beragama nasrani.

Pemikiran Dan Brown sangat berkaitan dengan benturan Sains dan Agama, tapi yang dihantam selalu teologi Kristen, sehingga sangat menantang dan mampu “memecahkan” otak para pembacanya. Bagi remaja yang belum siap dengan wawasan yang tinggi jangan membaca buku ini, tapi bagi remaja dan orang dewasa yang berakal sehat (dan mau berdiskusi dengan orang yang bijaksana dan berwawasan) saya anjurkan untuk membaca buku-bukunya Dan Brown ini.

Buku-buku Dan Brown diantaranya adalah : 

Pertama, Digital Fortress; mengupas rahasia kode-kode digital yang sedang berkembang dan perkembangan internet itu sendiri dalam pemerintahan dan pemberontakan.

Kedua, Deception Point; menguak rahasia sebuah persengkokolan rahasia yang bisa merusak tatanan negara. 

Ketiga, Angel and Demons; menguak rahasia para paus dan negara Vatikan serta musuh-musuhnya yang sangat tidak setuju dengan gagasan kekristenan katolik di Vatikan.

Keempat, The Da Vinci Code; mengupas tuntas ideologi kaum kristen Chatar yang dianggap sesat oleh paus di gereja katolik Vatikan. Karya ini sempat dianggap sesat dan menjadi tulisan yang paling dilarang. Di Australia, karya ini menjadi tumpukan sampah yang paling besar dan melimpah.   

Kelima, The Last Symbol; mengupas simbol-simbol yang tersebar di seluruh dunia, sekaligus kisah kelahiran berbagai simbol yang digunakan oleh bangsa-bangsa besar, dari masa lalu hingga kini.

Keenam, Inferno; mengupas gagasan tentang neraka versi orang Kristen. Neraka jenis ini akan diwujudkan oleh seorang pasangan fanatic yang mengharapkan kematian suatu peradaban agar Tuhan berkenan memberikan ampunan kepada Manusia.  

Dan ketujuh Origin; sosok AI (Artificial Intelgent) yang sudah berkembang pesat hingga bisa mengendalikan manusia di seluruh dunia dan memberikan perintah. AI ini merupakan buatan dari seorang murid yang jenius yang mampu memberikan mahakaryanya kepada sang guru untuk ditampilkan dihadapan public.  

Walaupun karya-karya ini tidak berkaitan (tidak satu cerita), namun semuanya mengandung berbagai kritik yang dilontarkan pada agama kristen dewasa ini. Tokoh yang digunakan juga sama, mulai dari buku Angel and Demons sampai buku Origin tetap menggunakan sosok Profesor Robert Langdon sebagai tokohnya.

Saya menyakini bahwa bacaan ini sangat bermanfaat untuk membentuk imajinasi dan ide-ide dalam berkarya, sekaligus bisa memberikan pengetahuan baru, sehingga saya menyarankan untuk semua orang bisa membaca bukunya Dan Brown.  

Khusus bagi mereka yang ingin belajar untuk menulis sebaiknya membaca buku-bukunya Dan Brown terlebih dahulu, sehingga bisa menemukan banyak pelajaran yang bisa digunakan.

Pos terkait