Oktober 22, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

TIDAK SEMUA RASA BISA DIBAWA PULANG

Oleh Tutiyani Tasman

Ada banyak rasa yang bersemayam di hati kita, para manusia biasa yang jauh dari kata sempurna.  Rasa suka, sayang , cemburu, benci, cinta dan mungkin banyak rasa lain yang belum terdefinisikan.

Ada banyak rasa, tapi tidak semua bisa kita bawa pulang. Rasa benci, sebaiknya kita buang saja dalam perjalanan menuju pulang. Sebelum kecambahnya berakar lebih kuat, berdaun lebih lebat. Sebaiknya sesegera kita cabut kecambah itu, membuangnya saat perjalanan pulang. Pastikan membuang di tempat yang gersang, supaya ia mati tergelak di sana, bukan justru tumbuh subur di tempat pembuangan.

Ada banyak rasa, tapi tidak semuanya bisa kita bawa pulang. Rasa suka atau cinta. Ah yang satu ini butuh banyak konfirmasi. Jangan gegabah, terlalu buru-buru membungkusnya untuk oleh-oleh di rumah. Kini zaman sudah banyak hal terlihat remang-remang. Nampaknya baik, menunjukan kesantunan dan perhatian. Tapi, lagi-lagi semua perlu konfirmasi, supaya tidak menjadi racun jika kita bawa pulang nanti. Kita tidak tau entah pedang atau belati yang bersembunyi dibalik tudung santunnya. Bukan berburuk sangka, ini hanya  untuk berjaga-jaga. Supaya tidak ada sayatan yang melukai hati kita.

***

Ada banyak manusia lain yang datang menghampiri dan juga berpamitan pergi. Beberapa tinggal pada ruang-ruang kecil hati. Beberapa bertahan lama. Beberapa bahkan tidak sempat pamit, melenggang pergi begitu saja.

Ada banyak manusia yang kita temui. Beberapa baik, rasanya nyaman untuk tinggal di sana. Lagi-lagi, semua butuh konfirmasi. Jangan-jangan dia memang sosok yang selalu menebar kebaikan kepada setiap yang ditemui. Bukan kita saja yang diperlakukan demikian, jadi jangan buru-buru mengambil kesimpulan.

Ada banyak manusia yang kita temui.beberapa kurang baik, rasanya ingin cepat-cepat kita mengapus jejaknya. Jangan buru-buru. Mungkin banyak cerita yang dia sembunyikan, menjadikannya berperilaku kurang menyenangkan. Mungkin ada banyak luka yang sedang ia rasakan, membuatkan sesak hanya untuk menarik garis bibir mengembang.

Semua butuh kita konfirmasi. Entah rasa entah soal kesan setiap sosok yang kita temui. Tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Tidak terburu-buru membawa pulang apa-apa yang masih remang.

Tapi hei, kopimu sudah berhenti mengepul. Sabtumu sudah hampir memasuki siang. Segera tuntaskan cangkir yang akan segera dingin itu. Untuk yang ini harus buru-buru. Tidak bisa nanti-nanti, sekarang, teguk dan habiskan. Semoga sabtumu menyenangkan.