Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

TEORI FI’LIYAH, METODE PENTAKWILAN TEKS (HADITS DAN ATSAR) MADZHAB KITASAMA.

oleh : Moh. Syihabuddin

 

Sepanjang sejarah intelektual islam dan pemikiran Islam keberadaan hadits selalu menarik dan menjadi bahan yang terus akan dikembangkan. Dan melalui hadits ini pula para ulama salaf generasi tabi’in mengklaim diri sebagai ahlussunnah untuk membedahkan mereka yang ahlu bid’ah atau ahli bait (syi’ah).

Masuk ke dalam lingkaran pemikiran barat ucapan Rasulullah ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Teks tersebut digali, dikritik dan dikutip sebagai landasan pokok dalam melahirkan sebuah gagasan.

Dalam konteks isi, hadits berdimenasi tiga masa yang saling berbeda-beda namun memiliki implikasi yang sama, yakni memberikan jalan bagi kaum beriman untuk meningkatkan ketaqwaannya. Masa lalu, masa kini dan masa depan.

Berangkat dari perkembangan dan keunikan hadits inilah kami dari komunitas kitasama mengembangkan teori kakwil hadits agar lebih fleksibel dalam menjawab persoalan umat dan membaca peluang-peluang masa depan.

Lahirnya teori ini didasarkan peda kebutuhan berinovasi dalam melakukan penulisan takwil era dewasa ini pada hadits agar selalu up to date dengan kebutuhan masyarakat.

Teori takwil ini bisa diterapkan pada hadits dan juga atsar (ucapan, perbuatan dan kisah para sahabat) sekaligus menyertakan peran perspektif sosiologis yang sudah dikembangkan oleh ilmuwan sosiologi.

  1. METODE MADZHIYAH

Hadits atau atsar yang digalih dengan fakta sejarah masyarakat Islam awal (Rasulullah dan Sahabatnya) lalu digali dengan teori kritis dan analisis perspektif sosiologis untuk menghasilkan rekomendasi bagi masyarakat sekarang.

Ide pokok pada pentakwilan metode ini adalah berangkat dari kisah Rasuullah dan para sahabat Rasulullah.

  1. METODE KHALIYAH

Hadits atau atsar yang dibenturkan pada Konteks hari ini lalu dibedah dengan analisis teori kritis atau perspektif sosiologi untuk menghasilkan simpulan yang konstruktif bagi kebijakan muslim saat ini.

Ide pokoknya adalah kejadian atau fenomena yang terjadi pada masa penulisan takwil ini terjadi. Lalu menghubungkannya pada hadits yang sudah ada.

  1. METODE MUSTAQBALIYAH

Hadits atau atsar dibaca isinya, diambil beberapa Referensi yg mendukung takwilnya (dari ulama atau sarjana muslim lainnya) lalu digunakan untuk menciptakan perspektif masa depan yang lebih ideal bagi realitas saat ini.

Ide pokoknya adalah ramalan-ramalan yang ada dalam hadits atau atsar dan didukung dengan qaul para ulama atau tafsiran para ilmuwan.

metode ini sudah diterapkan dalam menulis takwil-takwil hadits dilingkaran kitasama sehingga kami menyebutnya sebagai teori madzhab kitasama yang lahir dari prinsip “kalimat fi’il” dalam kajian keilmuan  nahwu.