Oktober 25, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

Temanmu yang Tak Pandai Berekspresi

Oleh :

TUTIYANI TASMAN

Sudah banyak kita paham tentang konsep kerja keras. Bahwa semuanya tidak ada yang instan. Ada proses panjang dan perjalanan berbelit. Kadang kita sadar, tapi seringnya lupa tentang hal-hal semacam itu.

Ada banyak cobaan. Bukan soal proses yang panjang. Tapi juga semacam pertikaian kecil bersama teman misal. Entah karena kelalaianmu, entah kau lupa. Bisa jadi dia memang berperawakan demikian. Tidak sabaran jika melihat kesalahan. Celakanya, kesalahan itu nampak padamu.

Bukan memperbaiki kesalahan, kau justru marah bukan?. Iya, kau malah mencoba mencari-cari hal lain untuk disalahkan kembali. Memperlakukan objek selanjutnya seperti dirimu diperlakukan oleh temanmu tadi.

Bukankah tidak nyaman diperlakukan demikian, lalu mengapa kau melakukannya hal yang sama?

Apa? Kepuasan? Dendam terbalas? Lalu apa lagi. Apa kau bahagia dengan membalaskan rasa sakit hatimu justru kepada orang yang tidak tahu menahu masalahmu.

Jangan begitu. Temanmu itu, mungkin dia tidak pandai menyampaikan ekspresi. Niatnya mengingatkan. Sayangnya nada yang dipilih terlalu tinggi. Sedangkan yang kau harapkan bukan itu, melainkan alunan nada intro yang lembut.

Kau tau, kadang untuk menaikan derajatmu, kau harus dipermalukan terlebih dahulu. Kau harus dibentak. Kau harus disalahkan terlebih dahulu.

Temanmu itu, iya dia adalah salah satu cara supaya kesalahanmu terlihat. Supaya kamu malu. Supaya kau bisa merasakan begitulah rasanya menjadi kecil dihadapan orang lain.

Tuhan sedang mencoba menaikanmu, dengan cara membuka kesalahanmu di awal waktu. Supaya kau perbaiki. Supaya kelak tak kau ulangi.

Jika sudah menjadi besar kelak, lalu kau menemukan seseorang melakukan kesalahan, maka kau tak akan melakukan hal yang temanmu pernah lakukan. Kau akan menegurnya dengan lembut. Mengingatkan dengan penuh perhatian. Karena kau tau, bentakan tak selamanya dapat dicerna dengan baik. Niatnya baik, hanya penyampaiannya yang kurang baik.

Jadi begitulah. Konsep perjalanan dan proses panjang tidak hanya sebatas aturan yang ketat, keuangan yang kurang. Lebih luas kadang temanmu juga menyumbang proses panjang itu.

Kau paham sekarang. Tidak ada gunanya lagi bukan? Mengingat-ingat nada bendakan temanmu kemarin. Lupakan. Fokus perbaikan atas kesalahan. Semoga Sabtu pagimu menyenangkan. Jangan lupa, sudah beberapa menit lalu kopimu hanya kau diamkan, hampir dingin menunggu tegukan.