Oktober 27, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

SYEIKH IMAD RAMI, GURU NASYID-SHOLAWAT SANTRI INDONESIA

oleh: Moh. Syihabuddin

Di tahun 1990-an hingga awal 2000-an para santri di pondok pesantren Langitan sangat kreatif menghasilkan karya berupa kaset-kaset rekaman yang berisi lagu-lagu yang sangat merdu dan enak di dengarkan. Kreatifitas ini mendorong pondok pesantren Langitan terkenal sebagai gudang para santri yang ahli dalam bersholawat.  

Moh. Syamsuddin dengan An-Nabawiyyahnya menghasilkan sembilan kaset yang sangat membius para santri dan kaum Nahdliyin disekitarnya. Lagu-lagunya memberikan ketentraman bagi para generasi santri tua maupun mudah.

Lalu muncul Moh. Ali As’ad dengan Ar-Roudlohnya menghasilkan empat kaset yang juga mampu memberikan sajian qasidah sholawat yang sangat enak di dengarkan dan bahkan ditirukan oleh para santri di pesantren atau di kampung-kampung.

Dan tak lama itu muncul pula Ahmad Khoirul Yani dengan Al-Muqtashidah, yang hingga kini masih bertahan sebagai group sholawat pondok pesantren Langitan yang terus produktif menghasilkan karya-karya qasidah islamiyah, yang disertai dengan perubahan personel tiap generasinya.

Bagaimana para santri-santri Langitan itu bisa menghasilkan lagu-lagu yang sangat enak di dengar, bahkan sangat rumit dan penuh seni lekuk suara, terutama lagu-lagunya An-Nabawiyyah yang identik dengan lagu-lagu sulit?

Ternyata mereka tidak sendirian menciptakan lagu-lagu tersebut dan menghasilkan karya tersebut. Mereka ternyata “berguru” pada sosok penyanyi asal Damaskus, Suriah.

Dialah Imad Rami, seorang penyanyi Qasidah Islamiyah Arab internasional yang namanya dan karyanya menjadi pujaan bagi orang-orang Arab. Dia sudah banyak melakukan konser-konsernya di beberapa negera Arab, mulai dari Arab Saudi, Lebanon, Mesir, Aljazair, Sudan, Tunisia, Iraq, hingga Indonesia. Bahkan Langitan sendiri di tahun 2019 pernah mengundang Imad Rami datang di acara haul masyayikh-nya, untuk melantunkan sura merdunya.

Hingga kini Imad Rami masih terus berkarya dan memenuhi undangan dari para penggemarnya, baik di negeri Arab maupun di Indonesia.

Dari lagu-lagu yang didendangkan oleh Imad Rami inilah para santri Langitan menirukannya dan menghasilkan karya-karya yang membius kalangan santri di Indonesia. Terutama Syamsuddi, lagu-lagunya yang rumit dan sulit, berkualitas tinggi merupakan lagu-lagu yang banyak meniru lagu-lagunya Imad Rami.

Sebagaimana Nasyid Arab, lagu-lagu Imad Rami cenderung mengandalkan kemampuan vokal dan keindahan lekuk suara, dari pada musiknya. Nada-nadanya cenderung tinggi dan sangat mengandalkan kemampuan suara yang merdu untuk melengking.

Nampaknya lagu-lagu yang sulit inilah yang menjadi kegemaran para santri dan menjadi hiburan yang menghibur bagi mereka. Tidak heran jika para santri kemudian mengadopsinya dan menggubahnya menjadi bagian dari karyanya.  

Perkembangan internet dan mudahnya akses informasi melalui Youtube dan google mendorong para santri yang memiliki suara merdu untuk bisa terus berkarya. Hal itu tentu membuka keran bagi mereka untuk mencari beberapa lagu yang bisa digubahnya dan ditirukannya.

Hal itulah yang menyebabkan lagu-lagu Imad Rami dengan mudah kini bisa diakses oleh semua kalangan santri dan bisa dipelajari oleh para santri yang akan tampil di beberapa festival sholawat dan qasidah Islamiyah.

Kini banyak lagu-lagu Imad Rami digubah ulang, ditirukan, lalu dinyanyikan oleh para santri pesantren atau di musholla-musholla Nahdliyin. Tidak salah jika kemudian Imad Rami saya katakan sebagai Guru para Munsyid Sholawat atau Guru Qasidah Islamiyyah para santri di Indonesia.