Setiap Generasi Muda Indonesia Perlu Mengambil Inspirasi dari Kisah Seribu Satu Malam

Kisah seribu satu malam lahir dalam upaya keras para sarjana muslim di zaman kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad, yang mengumpulkan berbagai ragam kisah rakyat, kisah lisan, legenda dan banyak riwayat yang turun temurun. Kisah Seribu satu malam sangat menginspirasi dan membuka imajinasi setiap penulis cerita untuk menghasilkan buah karya yang hampir sama

kitasama.or.id – Salah satu hasil kebudayaan tinggi dari kejayaan peradaban Islam, saat kota Baghdad didirikan dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan, lahirlah sebuah karya yang cukup membanggakan dan menjunjung tinggi derajad perjalanan zaman umat islam, kisah seribu satu malam. Sebuah maha karya fenomenal dan legendaris, menjadi rujukan dunia untuk mengambil inspirasi dan mengembangkan imajinasi. Dunia Barat terbuka dan mulai bangkit karena mempelajarinya dan mengkajinya sebagai bentuk sastra terbaik sepanjang zaman, yang dilahirkan dari kejayaan dan keluhuran peradaban Islam.

Kisah seribu satu malam merupakan legenda, kumpulan nasehat, kisah rakyat dan riwayat kebudayaan bangsa yang telah mengalami kemajuan melebihi zamannya. Saat matematika berkembang di dunia muslim, fisika mulai digalakkan, kimia terus diinovasikan, sastra menjadi kebiasaan, ilmu bahasa menjadi kebanggaan, ilmu hukum menjadi asyiknya perdebatan, ilmu kalam menjadi keanekaragaman dan ilmu pengobatan menjadi kegemaran setiap ilmuwan muslim maka situlah lahir maha karya yang abadi dalam kehidupan zaman, kisah seribu satu malam yang terus dijadikan referensi untuk membangun imajinasi yang terus berkembang.

Bacaan Lainnya

Perusahaan film animasi terbesar di Amerika Serikat, Wald Disney mengambil kisah Aladin dan lampu ajaib, Ali Baba dan para perampok, dan Sinbad sang pelaut dari kisah seribu satu malam menjadi karakter-karakternya yang mampu memberikan hiburan bagi penggemarnya, menaruh kekaguman yang melekat hati pecintanya dan menghasilkan dorongan kuat untuk terus berkreasi bagi bangsanya.

Nasehat, pelajaran kehidupan, inspirasi menjalani takdir dan masa depan, serta upaya kebangkitan dari kejatuhan tersedia secara lengkap di dalam deretan naskah yang tersaji di dalam “kisah seribu satu malam”. Setiap kisah tidak akan sama dengan kisah yang lainnya, setiap cerita pasti mengandung cerita, lalu cerita lagi, kemudian ada cerita lagi, hingga berlapis lima cerita dalam satu cerita.

Seribu satu malam tidak sekedar kisah, al Mawardi penulis kitab al-Mawahib mengatakan, “Kisah seribu satu malam adalah buku pertama yang mengungkap komunikasi manusia dengan dunia jin.”

Tidak mengherankan dan tidak pula menjadi sebuah pembeda perkataan tersebut lahir, karena di dalam “kisah seribu satu malam” telah berjejer puluhan cerita yang mengungkap kehidupan para jin dan jalinannya dengan manusia, serta dampak buruk yang diterima oleh manusia akibat hubungan tersebut.    

***

Saya mendapatkan buku seribu satu malam lengkap empat juz dari the excellence sebagai sebuah hadiah ulang tahun dan hadiah keberhasilan saya menyelesaikan studi sarjana sosiologi di UNESA.  

Saya menjadikan buku tersebut sebagai salah satu koleksi terbaik untuk mengambil pelajaran dan mencari inspirasi dalam menulis sebuah kisah. Ya, buku seribu satu malam adalah sebuah kebanggaan bagi generasi muda muslim setiap zaman yang bisa memberikan inspirasi dan dorongan untuk membangun setiap peradabannya.

Saya sangat merekomendasikan kepada setiap pelajar, mahasiswa, para santri di pesantren atau para anak-anak muda yang sedang “mengembangkan dirinya” dan mulai merintis kemampuannya untuk investasi di masa depan—bisnis, karir, atau pengetahuan, untuk memiliki dan membaca “kisah seribu satu malam”. Selain memberikan banyak pengalaman aneh dan menyenangkan, tentunya ada banyak wawasan yang disampaikan yang merupakan buah dari puncak kejayaan islam di era kekhalifahan Abbasiyah.

Selain bangga dan tentunya senang, kita sebagai generasi muda di zaman digital ini patutlah berterima kasih kepada para pejuang ilmu pengetahuan di zaman Abbasiyah, yang rela meluangkan waktunya dan menyediakan kesempatan dirinya untuk mengumpulkan kisah serta menulislah dalam satu buku—untuk bisa dinikmati dan disajikan sebagai hiburan.

Di zamannya, buku kisah seribu satu malam disajikan dalam jamuan istana, hadiah dalam hubungan kenegaraan antar kerajaan, dan menjadi pendorong setiap sarjana untuk menguasai dan mengambil inspirasi karyanya. Konon, banyak ilmuwan muslim di zaman Abbasiyah yang belajar kisah seribu satu malam bisa menghasilkan karya lanjutan yang “mirip” dan mendekati, tapi berbeda. Seperti halnya kisah roman terbaik sepanjang zaman, Kisah Layla Majnun—kisah inilah yang menginspirasi roman Romeo Juliet.

Dijamin tidak akan kecewa, bagi setiap penggemar literasi dan hobi membaca saat menikmati sajian kisah seribu satu malam, pasti akan menemukan banyak pengalaman yang menyenangkan dan wawasan baru yang menganggumkan. Ada informasi-informasi rahasia yang tidak biasa di dalam ceritanya dan ada banyak rahasia dari dunia lain yang diungkap dan ditampilkannya.

Menurut hemat saya, perlulah kita sebagai muslim Indonesia dalam rangka menatap Indonesia Emas 2035 menciptakan karya yang hampir sama dengan kisah seribu satu malam, sebagai bentuk modal pengetahuan sekaligus mahakarya “peradaban nusantara” yang memanfaatkan memontum baru dalam zaman baru pertumbuhan negara.

Siapa saja, para penulis dan pemikir harus bersatu padu untuk memeras pikirannya guna menghasilkan ide-ide terbaiknya agar mampu menulis dengan baik dan terang pikirannya, sehingga mampu menghasilkan karya yang hampir sama dengan kisah seribu satu malam.

Selamat membaca dan membeli bukunya, dan jadikanlah inspirasi untuk mengikuti caranya menghasilkan karya fenomenal yang sama, atau setidaknya kita bisa meniru langkah cerdas Walt Disney yang mengambil beberapa tokohnya menjadi karakter-karakter komiknya—film animasinya.

Pos terkait