Sembilan Film Sejarah Nazi di Netflix yang Mengandung Banyak Pelajaran Berharga

Sembilan film di Netflix yang menampilkan sejarah Nazi selama Perang dunia II. film-film ini merupakan film yang cukup berharga guna memperkaya pengetahuan sejarah barat

kitasama.or.id – Perang Dunia II dan peran penting Nazi sebagai pelaku utama memberikan banyak pelajaran penting dalam membangun kehidupan bernegara dan hubungan internasional yang lebih konstruktif. Kehancuran akibat perang yang memusnahkan jutaan warga Eropa dan banyak tentara internasional tersebut menjadi refleksi yang sangat mendalam bagi seluruh umat manusia agar perang tidak kembali terulang.

Walaupun dianggap sebagai biang kerok terjadinya Perang Dunia II rezim Nazi yang dipimpin oleh Adolf Hitler tetap memberikan peranan yang tidak sedikit dalam pembentukan dunia baru yang lebih konstruktif dan memberikan pengalaman yang sangat berharga. Tidak mengherankan jika pengalaman Perang Dunia II selalu menjadi kenangan yang terus dihidupkan dan menjadi bagian penting dari sejarah peradaban bangsa Barat.

Bacaan Lainnya

Begitu pentingnya pengalaman dalam perang Dunia II dan pengaruh Nazi dalam peradaban serta kehidupan masyarakat Barat maka tidak mengherankan jika banyak upaya yang dilakukan untuk mengabadikan beragam perjalanan sejarah Nazi selama terjadinya Perang Dunia II. Film merupakan sarana yang sangat efektif—selain buku dan museum—untuk memberikan pelajaran sejarah yang berharga tentang peran dan pengalaman yang dijalankan oleh rezim Nazi sepanjang kekuasaannya di daratan Eropa.

Setidaknya, ada sembilan film tentang sejarah Nazi yang ditayangkan di Netflix, walaupun pemeran utamanya bukan Nazi—karena Nazi cenderung dijadikan sebagai musuh bersama atau pihak antagonis—gambaran tentang Nazi dalam sembilan film tersebut cukup memberikan pemahaman yang sangat berharga untuk mempelajari sejarah Nazi dan beragam peranannya selama Perang Dunia II.

  1. The Forgentten Battle; Mencegah Sekutu Memasuki Belanda dengan Mudah

Belanda adalah wilayah yang sangat penting bagi Jerman sebagai pertahanan di bagian Barat, sekaligus wilayah yang strategis untuk meluncurkan roket-roket V-1 dan V-2-nya Hitler guna menghantam kota-kota di Inggris. Selain itu, pemuda-pemuda Belanda juga bagian penting bagi personel Waffen SS yang cukup efektif untuk membantu operasi militer di Rusia dan di seluruh Eropa.

Pihak sekutu juga melihat potensi Belanda yang strategis tersebut yang bisa menjadi titik serang penghancuran di wilayah Jerman. Segala kekuatan pun dikerahkan pihak Sekutu untuk merebut Belanda. Namun sekutu tidak menyadari bahwa sebuah pertahanan kecil yang sangat kokoh telah didirikan oleh tentara Jerman di sebuah jalan yang menuju ke ibu kota Belanda.

Setelah berhasil mendaratkan pasukannya di eropa pada 1944, tentara sekutu terus maju mendesak Jerman keluar dari Perancis, hingga menyisahkan upaya bertahan di tanah Belanda. Untuk mencegah gerak maju sekutu, Nazi-Jerman membangun dua pertahanan di Belanda, pertama pertahanan alami dengan cara menjebol bendungan untuk menggenangi seluruh daratan kota dengan air, dan kedua dengan pertahanan buatan yang dilengkapi dengan parit yang memanjang di seluruh perbatasan kota yang dilengkapi dengan Meriam Flak 88 dan senapan mesin MG-45—parit dipenuhi infantri yang dilengkapi dengan senapan serbu. Dan pertahanan ini terbukti menyulitkan tentara Inggris untuk menembusnya, dan membunuh ratusan tentara sekutu lainnya.    

2. SISU; Perjalanan Pulang dari Kegagalan Barbarossa

Operasi Nazi dengan sandi Barbarossa telah menuai kegagalan. Wilayah Uni Soviet yang luas membuat seluruh kekuatan Nazi melemah dan pada akhirnya kelelahan hingga secara bertahan mundur ke Barat. Dari luasnya tanah Rusia, sisa-sisa batalion Waffen-SS secara mengenaskan mundur ke Barat menuju Finlandia.

Uni Soviet pun menyerang Finlandia, karena menjadi benteng bagi Nazi untuk mencegah gelombang serangan Stalin—yang dipertahankan mati-matian oleh tentara Finlandia-Jerman. Finlandia takluk dan menyerah, berakhir dengan berpihak ke Rusia untuk bersama-sama menlawan Jerman-Nazi. Dan selama perjalanan mundur dari tanah Finlandia inilah sekelompok kecil tentara waffen SS yang terdiri dari tiga truck, satu vestor, dan satu halftruck menghadapi kemusnahannya.

Seorang pensiunan tentara Finlandia yang seluruh keluarganya mati dalam perang Rusia-Finlandia memilih hidup menyendiri—mencari ikan dan menambang emas di gunung. Selama perang dia sendirian membunuh 300 orang Rusia dan tidak takut menghadapi kematiannya sendiri. Dan bodohnya, walaupun sudah mendapatkan peringatan dari komando pusat, sisa-sisa waffen SS yang bertemu dengan pensiunan tentara Finlandia itu justru memilih merampas emasnya dan berusaha untuk menghabisinya. Hasilnya pun jelas, kecuali dua orang yang naik vespa motor seluruh tentara waffen SS yang mengenaskan itu musnah dengan cara yang menyedihkan.  

3. Will; Berusaha Mengamankan Pelabuhan Antwerpen

Belgia mempunyai kota pelabuhan yang sangat strategis dan berperan penting dalam menjalankan jalur perdagangan di benua Eropa dan Amerika, Antwerpen. Kota ini merupakan kota yang menguntungkan secara ekonomi dan menjadi pertumbuhan yang menunjang kemajuan Belgia sebagai wilayah sempit di Eropa Barat.

Sudah puluhan tahun lamanya kota Antwerpen menjadi kota yang berkembang dan berkontribusi penting bagi negara (kerajaan) Belgia, terutama peranan orang-orang Yahudi yang menjalankan beragam usaha yang membuat gerak ekonomi negara bertumbuh. Karena hal itulah, Nazi harus secepatnya menaklukkan Belgia dan menguasai kota-kotanya yang sangat penting untuk menguasai dunia. Dan terbukti dalam serangan kilat (Blitzkrieg) Belgia menyerah dan kota-kotanya menjadi kota yang dikuasai oleh tentara Nazi, termasuk Antwerpen.

Polisi Belgia harus bekerjasama dengan tentara Nazi untuk menjalankan aktivitas kota Antwerpen, termasuk dengan memberikan informasi tentang harta dan property orang-orang Yahudi di kota tersebut.

Dari sinilah konflik bermula, seorang polisi muda, willfred harus menghadapi dilematis setelah membunuh seorang pimpinan waffen SS—yang berusaha membunuh orang Yahudi. Ia harus hidup di kota dengan penuh ketakutan dan kewaspadaan menghadapi pasukan Jerman yang terus menerus melakukan pencarian si pembunuh tersebut.

4. The Resisten Banker; Menghadapi Perlawanan Bangkir Belanda

Karena kekayaan budaya dan posisinya yang strategis dalam transportasi laut, sekaligus kesamaan ras arya-nya, Belanda harus menjadi bagian dari proyek Third Reich-nya Nazi Jerman. Tidak heran jika dalam serangan kilat (Blitzkrieg) belanda sebagai negara rendah (termasuk Belegia dan Luxemburg) secara cepat menyerah dan menyatu menjadi bagian dari Nazi Jerman.

Banyak tokoh-tokoh politik dan militer Belanda yang pada akhirnya memilih bergabung dengan Nazi dan mewujudkan cita-cita bersama membangun kekaisaran Jerman 1.000 tahun. Puluhan pemuda belanda bergabung menjadi waffen SS dan Wehrmacht (Angkatan bersenjata Jerman) dan berperan penting dalam aksi-aksi militer di Rusia dan di Balkan.

Tokoh penting Belanda yang menjadi bagian dari Nazi-Jerman adalah Anton Mussers, yang harus menghadapi perlawanan bawah tanah yang dibiayai oleh para konglomerat Belanda. Disinilah peran para bangkir Belanda membiayai para pemberontak Belanda untuk mengalahkan Nazi agar tersingkir dari tanah Belanda.

5. Forgive Us Our Trespasse; Upaya Pembersihan Demi Ras Unggul

Dalam upaya menciptakan manusia sempurna secara fisik dan otak, cerdas sekaligus perkasa, Nazi memberlakukan program yang sangat aneh dan mematika, membunuh semua anak-anak cacat dan perempuan yang berpenyakit. Operasi ini berujung pada terciptanya tehnologi pemusnahan manusia dalam bentuk tungku kematian.

Operasi pembersihan anak-anak cacat ini menjadi sejarah kelam bagi Nazi selama berkuasa di benua Eropa yang mengakibatkan kematian banyak anak yang dianggap mengalami keterbelakangan, termasuk perempuan.

6. Fury; Bertahan di Tengah Kekalahan

Menjelang kekalahannya dalam perang dunia II di teater eropa, wilayah Jerman menjadi wilayah yang porak-poranda. Kota-kota di Jerman menghadapi kematiannya dengan pertahanan yang sangat terbatas, anak-anak dan sisa-sisa waffen SS yang sedang kelelahan—dan keterbatasan senjata. Melalui rekrutment Hitler Jugend (pemuda Hitler) anak-anak di Jerman terlibat menjadi bagian dari pasukan pertahanan terakhir bagi Jerman yang hampir menyerah di akhir perang dengan bergabung menjadi Waffen SS.

Dengan kekuatan yang tersisa, Nazi mempertahankan tanah air dengan keras dan susah payah. Tidak mengherankan jika satu battalion lapis baja Amerika Serikat harus bersusah payah juga untuk menjalankan misinya hingga tentara Jerman benar-benar dikalahkan.

Di negerinya sendiri, pasukan Jerman-Nazi membentuk beragam bentuk pertahanan, seperti 1) penyergapan panzerfaust oleh Hitler Jugend, 2) MG-45 dan Meriam Flak 88 di dalam kota, 3) mortir dadadakan di dalam kota, 4) parit-parit dan gundukan meriam Flak 88 di hutan-hutan masuk ke kota, 5) Panzer Tiger IV di luar kota, dan terakhir 6) sisa-sisa Waffen SS yang sudah kelelahan untuk tetap semangat bertempur—yang akhirnya dihalau oleh satu kru Sherman yang sedang mogok.  

7. Blood and Gold; Mantan Werhmarcht yang Menyusahkan dalam Mengumpulkan Emas

Para pemimpin Nazi dan Waffen SS tahu di akhir perang jika mereka akan menghadapi tiang gantungan dan mungkin juga regu tembak. Upaya terakhir yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan sisa-sisa harta (dalam bentuk emas) yang masih tersimpan di gudang-gudang pemerintahan Third Reich, lalu kemudian melarikan diri keluar dari Jerman.

Selama berkuasa, Nazi telah menyita banyak property orang Yahudi di Jerman dan merampas seluruh kekayaan dalam bentuk emas yang dimiliki oleh orang Yahudi. Emas-emas tersebut disimpan di gudang-gudang yang dikelolah oleh setiap pimpinan militer.

Akan tetapi bukan perkara mudah untuk mendapatkan emas rampasan dari kekayaan orang Yahudi Jerman itu, karena beberapa pihak di dalam tentara Jerman sendiri juga berkepentingan untuk saling memperebutkan emas-emas tersebut.

Sekelompok Waffen SS, yang dipimpin oleh komandan yang cakap dan bengis (seram) berupaya keras untuk mendapatkan emas-emas tersebut, namun harus menghadapi kesulitan yang dilakukan oleh mantan Wehrmacht (Henrich) yang membelot untuk mengakhiri perang di negerinya sendiri.

8. Schindler’s List; Menerima Suap dan Pembebasan Seorang Konglomerat

Konon, banyak Yahudi Eropa yang ditangkap oleh Nazi dan dikurung di sebuah getho—perumahan khusus. Secara bertahan para Yahudi miskin ini antri untuk menghadapi kematiannya setelah kelelahan dan kelaparan bekerja di pabrik-pabrik milik Nazi.

Seorang konglomerat bernama Schindler berupaya untuk memberikan pertolongan kepada para Yahudi dan membantu pelariannya keluar dari Jerman menuju ke Palestina. Jutaan dollar dikeluarkan untuk membiayai pelarian orang Yahudi dari kamp-kamp konsentrasi, yang berujung pada deretan nama-nama orang yang akan mendapatkan pembebasannya. Daftar orang yang dicatat dalam pembebasan itulah yang dikenal dengan sebutan Schindler’s List.

9. Narvik; Kekalahan Pertama Nazi dan Pembalasan di Utara

Negeri-negeri utara (semenanjung Skandinavia) kaya akan biji-biji besi yang sangat penting untuk menjaga keberlangsungan perang dunia II bagi Nazi-Jerman. Dalam sebuah serangan yang cepat pasukan Nazi-Jerman menguasai Denmark, Norwegia dan beberapa kota pelabuhan penting di negara-negara utara, termasuk kota kecil Narvik.

Selama kemenangannya yang gemilang dalam Perang Dunia II di tahun 1939-1942 Nazi tidak bisa menyangka jika dirinya telah dikalahkan oleh sekelompok kecil tentara Norwegia yang dibantu oleh Perancis. Di kota Pelabuhan Narvik, Nazi telah mengalami kekalahannya yang pertamanya dan mengalami kerugian yang cukup besar dengan banyaknya prajurit yang tewas.

Walaupun pada akhirnya Narvik bisa direbut kembali oleh Nazi, pihak penyerang menghadapi kesulitan untuk mengoperasikan kota karena beberapa tenaga administrasi kota lebih memilih pergi dari kota dan mengungsi ke utara.

Pos terkait