Oktober 27, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

SEDIKIT BELAJAR DARI PENDIDIKAN DI JEPANG

oleh : Moh. Syihabuddin

Jepang merupakan salah satu negara yang sangat maju pendidikannya. Di negara kekaisaran ini pendidikan merupakan kebutuhan utama negara sehingga seluruh sumberdaya (finansial dan intelektual) negara diinvestasikan dan dimaksimalkan untuk kepentingan Pendidikan.

Kekaisaran Jepang adalah penganut shinto yang mempercayai kaisar sebagai titisan dari dewa matahari, dewa tertinggi pada strata dewa-dewa di Jepang. Mereka sangat menghargai nilai-nilai Bushido-Samurai lama dan semangat modernitas baru. Dari nilai-nilai keduanya Jepang meramunya sebagai modal untuk membangun negara kekaisaran dari kejumudan dan ketertinggalannya.

Belajar dari kearifan-kearifan shinto yang direformasi dengan nilai-nilai modernitas inilah Jepang membangun pendidikannya untuk tumbuh menjadi negara yang maju. Tidak mengherankan jika kemudian filosofi pendidikan di Jepang menghasilkan seperangkat sistem yang mampu membentuk generasi berkualitas dan manusia unggul asia.

Di Jepang pendidikan sekolah diarahkan pada 70% belajar sopan santun, filosofi kepercayaan shinto, dan kedisiplinan samurai, 30% sisanya adalah belajar sains barat. Di kelas anak-anak diajari cara berperilaku terhadap orang tua, menghormati guru, memuliakan kaisar, dan bersikap santun terhadap atasan. Pelajaran moralitas jepang ini terus ditancapkan kepada anak-anak sejak dini hingga pada sekolah menengah.

Tradisi saling menghormati dan hormat terhadap tuan (samurai) di zaman Bakufu (ke-Shogun-an) masih dilaksanakan dan dipelajari sebagai warisan berharga bagi generasi-generasi muda Jepang di zaman Restorasi Meiji hingga zaman baru saat ini, zaman Kekaisaran Reiwa. Maka tidak heran jika sopan santun ditunjukkan oleh masyarakat Jepang di semua kalangan, baik itu kalangan agamawan, kalangan pejabat, kalangan rakyat biasa hingga kalangan Yakuza (mafia di Jepang).

Pendidikan di Jepang juga menerapkan prinsip Kaizen, yakni prinsip perbaikan secara cepat dan berkesinambungan yang mengharuskan semua anak untuk melakukan hal-hal produktif dan atau membaca buku selama. Tradisi ini dibiasakan pada anak-anak Jepang hingga melekat dan menyatu ketika mereka menjadi orang dewasa.

Bersama prinsip Kaizen ini masyarakat Jepang terbiasa dengan melakukan segala hal yang positif, perbaikan secara berkesinambungan dan bersifat terus menerus selama menjalani pekerjaan dari semua bidang baik bisnis, industri manufaktur, sehari-hari, dan beragama. Bentuk perbaikan ini diwujudkan dalam bentuk terus belajar, membaca buku dan melakukan riset.

Dengan menerapkan prinsip tersebut pendidikan di Jepang mampu menghasilkan anak-anak yang berkualitas dan sangat membanggakan negaranya. Tidak salah jika kemudian pada perang dunia II para pemuda-pemuda Jepang sangat tersulut untuk menjadi yang terbaik di Asia dan mendorong negaranya menjadi kekuatan utama di kawasan.

Hingga kini tradisi Kaizen merupakan jalan hidup yang terus dijalani oleh masyarakat jepang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negarnya.

Dua hal inilah mungkin yang bisa diadopsi dalam pendidikan di Indonesia dengan sedikit mengkombinasikannya dengan nilai-nilai Islam dan ke-Indonesia-an. Sehingga kelak melahirkan semangat nilai-nilai pendidikan baru yang menyatukan antara tradisi Indonesia-Islam-Jepang.

Hasil diskusi pada hari Jum’at, 3 April 2020