Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

RAGAMA PEKERJAAN NELAYAN DI DESA KARANGAGUNG (Bagian 2)

oleh: Moh. Syihabuddin

 

Empat, N’Galaksi

Pekerjaan nelayan n’galaksi merupakan pekerjaan yang paling ringan dan sangat tidak membutuhkan banyak tenaga. Yang dibutuhkan hanya kapal kecil; sepanjang tujuh sampai delapan meter, alat lampu sokle (lampu tembak LED), dan mesin pendorong. Yang dibutuhkan hanya tiga orang, bahkan sendirian juga bisa.

Nelayan n’galaksi merupakan pengiring dari pada nelayan ngorsen yang menyediakan tenaga kasar untuk menarik pukat, atau menangkap ikan dari jebakan lampu yang telah disiapkannya. Praktis dalam jenis hasil tangkapan nelayan n’galaksi sama saja dengan nelayan ngorsen, karena dia hanya menjebak ikan yang memang menjadi target bagi para nelayan ngorsen.

Dalam praktiknya nelayan n’galaksi hanya menyalakan lampunya dan menyiapkan perangkap bagi ikan-ikan yang ada di laut. Dalam waktu tertentu lampu-lampu itu akan menjebak ikan-ikan untuk berkumpul dan menggerombol. Ketika ikan sudah terjebak itulah maka kapal korsen (nelayan ngorsen) akan bergerak untuk mengepung dan menjaring semua ikan ayang ada di sekitar perahu nelayan n’galaksi.

Istilah galaksi yang digunakan oleh masyarakat Karangagung terhadap alat ini mungkin fungsinya yang bisa memberikan sinar lampu yang sangat terang hingga seperti sebuah pusaran galaksi di antariksa.

Lima, Grobyok

Nelayan grobyok sama dengan nelayan ngorsen, sama persis dari segi jumlah tenaga kerja, biaya keberangkatan ke laut, alat tangkapnya dan juga pembagian upah kerjanya. Yang membedakannya waktu keberangkatannya dan cara mencari target ikan tangkapan.

Jenis nelayan grobyok ini bisa jadi merupakan pemburu liar yang tidak pandang bulu untuk melakukan perburuan terhadap ikan di laut. Mereka tidak memandang waktu dan tidak pula memandang jenis ikan yang akan ditangkapnya. Mereka bisa berangkat kapan saja, bisa malam, sore, siang, atau pagi, tapi kebanyakan dilakukan di siang hari dan atau pagi hari.

Ikan tangkap yang menjadi sasaran bagi nelayan grobyok ini juga tidak pasti. Mereka akan mengejar ikan kemana saja dan dimana saja. Seorang pelantho atau juru pengawas gerakan ikan dilaut akan berdiri di atas tiang kapal yang paling tinggi. Dari tiang ini si pelantho akan melihat ke seluruh penjuru lautan untuk mengamati gerakan ikan. Gerakan ikan ini akan diketahui dengan ciri-ciri air laut yang menyala-nyala dan menimbulkan banyak gelombang. Jika ada air laut yang kelihatan seperti itu maka seorang pelantho akan memberikan intruksi ke arah air itu dan langsung mengepung ikan dengan putaran kapal berkali-kali, paling tidak lima kali.

Ketika ikan sudah terjebak oleh ombak yang diciptakan oleh putaran kapal maka seorang pimpinan (campoan) akan memerintahkan untuk menjatuhkan pukat tepat di sekitar keberadaan ikan-ikan itu. Dalam keadaan menjatuh pukat inilah akan terlihat spekulasi yang sangat tinggi bagi masyarakat nelayan karangagung yang lebih mendominasi corak berfikirnya. Walhasil, perhitungan untung rugi bukan menjadi persoalan penting bagi nelayan grobyok ini.

Enam, Nylerek

Nelayan nylerek merupakan nelayan di karangagung yang menggunakan alat tangkap yang disebut dengan jaring pukat slerek. Sasaran dari pada alat jaring ini adalah ikan teri, rebon, pirik dan semua ikan-ikan yang ada di laut yang dalam, lebih ke tengah. Biasanya dilakukan pada siang hari dan pulang pada sore hari.

Secara jumlah tenaga kerja sama dengan nelayan ngorsen, termasuk dengan jumlah bagi hasil dari hasil tangkapan ikannya. Namun kapal yang digunakan tidak sebesar kapal ngorsen, karena kebutuhan alat tangkapnya tidak banyak, hanya pukat, mesin dan gardan, tidak ada sampanan lampu LED seperti di nelayan ngorsen.

Tujuh, Ngetrol

Nelayan ngetrol menggunakan kapal yang sama dengan dogol dengan alat tangkap yang lebih tipis. Sasaran dari pada jenis nelayan ini adalah ikan rebon (udang kecil-kecil untuk pembuatan trasi) di wilayan perairan yang berkarang.

Jumlah tenaga kerja nelayan ngetrol sama dengan dogol, tidak terlalu banyak dan hanya membutuhkan sedikit tenaga. Waktu keberangkatannya juga sama dengan nelayan dogol.

Delapan, Mbondet

Nelayan mbondet adalah nelayan yang mentargetkan ikan tangkapan ikan teri, rebon, pirik dan semua ikan-ikan yang ada lautan dangkal. Yang membedakan nelayan jenis ini dengan nelayan lainnya hanya pada alat tangkap yang digunakannya saja, selebihnya semuanya sama dengan nelayan dogol atau ngorsen. Nelayan mbondet biasanya berangkat pagi hari dan akan pulang pada sore atau malam hari.

Sembilan. Nguwu

Nelayan nguwu merupakan nelayan yang mentargetkan mencari rajungan di laut pinggiran yang tidak terlalu dalam dengan menggunakan alat tangkap yang disebut dengan kuwu. Kuwu merupakan sebuah kotak persegi panjang yang ukurannya beragam, namun yang lebih umum berukuran 30 x 20 centimeter, ada yang lebih besar dan ada pula yang sebesar ukuran manusia, tergantung sasaran yang akan diambilnya, melihat sisi ke dalaman lautnya. Secara umum target dari nelayan nguwu adalah rajungan dan sejenisnya.

Menggunakan alat tangkap kuwu cukup dengan meletakkan kuwu ke dalam lautan yang dangkal atau di karang-karang. Di dalam kuwu itu sudah ada umpan berupa ikan-ikan yang dijadikan sasaran rajungan. Biasanya meletakkan alat ini pada esok hari, lalu pada esok harinya lagi baru akan diambil. Ada juga langsung diambil beberapa jam setelah meletakkannya di dalam laut.

Nelayan nguwu ini sangat sederhana, bisa dilakukan oleh kapal beragam jenis. Tapi kebanyakan nelayan karangagung yang bekerja sebagai nelayan jenis ini menggunakan jaten kecil yang hanya cukup digunakan oleh satu sampai tiga orang saja.

Kebanyakan jenis pekerjaan nelayan nguwu ini digemari oleh masyarakat karangagung dibagian belahan barat desa.

Sepeluh. Njaring

Nelayan njaring mentargetkan untuk mengambil hasil tangkap rajungan dan ikan-ikan kecil yang berada di pinggiran lautan. Kapal yang digunakan sama dengan kapal nelayan nguwu. Bisa dikerjakan oleh satu sampai tiga orang. Alat tangkapnya lebih terbuka dan lebih sederhana untuk digunakan.

Kebanyakan jenis pekerjaan nelayan nguwu ini juga digemari oleh masyarakat karangagung dibagian belahan barat desa.

Kesebelas, Ngirit/Mancing

Pekerjaan nelayan ngirit mentargetkan ikan-ikan besar di tengah laut di terumbu karang dengan metode memancing. Nelayan ini berangkat ke tengah laut atau dipinggiran hanya dengan membawa alat pancing. Tidak hanya satu pancing, tapi beberapa pancing yang jumlah sangat banyak. Bisa sepuluh sampai dua puluh buah pancing.