Oktober 24, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

RAGAMA KAJIAN MASYARAKAT PESISIR, DARI SOSIAL-EKONOMI HINGGA POLA-INTERAKSI DAN PENDIDIKAN (Bagian I)

oleh: Moh. Syihabuddin

 

Masyarakat Pesisir merupakan bagian dari terbentuknya masyarakat Indonesia yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan, baik nelayan tangkap, nelayan industri atau nelayan dagang. Kehidupan mereka didasarkan pada hasil nelayan yang memanfaatkan kondisi alam laut dan potensi laut yang melimpah. Karena melimpahnya potensi alam itulah tidak mengherankan jika kemudian dengan kondisi tersebut masyarakat nelayan di pesisir-pesisir Indonesia memiliki problematika yang kompleks, baik problematika ekonomi, sosial, budaya dan juga agama.

Para peneliti sudah lumayan banyak yang melakukan penelitian terhadap masyarakat pesisir dan menghasilkan beberapa simpulan serta rekomendasi yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan masyarakat di beberapa wilayah pesisir di Indonesia. Penelitian ini mengungkap banyak hal tentang problematika yang dihadapi oleh masyarakat nelayan, mulai dari yang paling mendasar hingga yang baru muncul kemudian dengan perubahan zaman dan kondisi administrasi pemerintahan.

Beberapa penelitian tentang masyarakat nelayan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya telah membuka banyak wawasan tentang keragaman subjek penelitian terhadap mereka, sehingga cukup memungkinkan menghasilkan beberapa langkah penting untuk melanjutkan penelitian atau menerapkan hasil penelian tersebut. Maka dari itulah penting bagi para praktisi untuk memanfaatkan hasil-hasil penelitian mereka ini sebagai bahan awal atau pijakan utama untuk memulai sebuah penelitian atau kebijakan.

Paling tidak ada lima belas penelitian yang sudah diterbitkan dalam bentuk jurnal yang bisa dikaji dan dijadikan sebagai pijakan awal untuk melakukan penelitian yang lebih baik lagi, diantaranya adalah;

Pertama, Studi tentang Pemetaan Budaya Literasi Informasi pada Masyarakat Pesisir Selatan Jawa Barat oleh Tine Silvana Rachmawati, Yunus Yunoto dan Asep Saeful Rohman Jurnal Record and Library Jurnal volume 4, nomor 1 Januari-Juni 2018. Kajian ini mengupas minat baca masyarakat yang hidup di pesisir Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasik dan Pangadaran. Temuan yang diperoleh dari kajian ini adalah rendahnya minat baca masyarakat pesisir di kabupaten-kabupaten tersebut yang menyebabkan ketertinggalan, sikap tidak peduli dan kurang responsif terhadap kebutuhannya sendiri. Banyak sebab yang menjadikan masyarakat pesisir mengalami hal demikian terutama dikarenakan sedikitnya akses informasi dan budaya bacanya yang kurang tumbuh berkembang di lingkungannya.

Kedua, Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Pantai Labuhan Jukung Krui Pasca Terbentuknya Kabupaten Pesisir Barat oleh Endri Yunita, Pargito dan Risma Margaretha Sinaga dalam Jurnal Studi Sosial volume 6 nomor 1 tahun 2018. Kajian ini mengupas kondisi sosial ekonomi di masyarakat nelayan yang berada di pantai Labuhan Jukung Krui setelah terbentuknya Kabupaten Pesisir Barat. Temuan yang diperoleh dari kajian ini adalah tidak adanya perubahan pola kehidupan yang signifikan terhadap masyarakat pesisir dengan adanya pemekaran. Masyarakat pesisir tetap menghadapi kemiskinan dan keterbelakangan yang menyebabkan mereka mengalami ketertinggalan dalam kesejahteraan hidup, kurangnya kebutuhan sehari-hari, dan mendapatkan fasilitas hidup untuk keluarganya yang layak.

Ketiga, Sistem Sosial Budaya Pantai: Mata Pencaharian Nelayan dan Pengelolah Ikan di kelurahan Panggung Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal oleh Sinta Septiana dalam Jurnal Sabda volume 13 Nomor 1 Juni 2018. Kajian ini menfokuskan pada mata pencaharian masyarakat nelayan yang semakin berkembang dan mengikuti pola-pola perkembangan zaman. Dengan adanya kemajuan zaman dewasa ini dan arus modernitas, yang ditandai dengan kemudahan informasi dan transportasi masyarakat nelayan di kota Tegal semakin mampu mengembangkan usahanya yang didasarkan pada hasil laut dari kegiatan nelayan.

Keempat, Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Kota Batam melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Sri Nurhayati Qodriyatun dalam Jurnal Aspirasi volume 4 nomor 2, yang terbit pada Desember 2013. Kajian ini mengupas kegiatan pemberdayaan yang dilakukan pada masyarakat pesisir kota Batam. Sebagai kota perdagangan dan memiliki akses yang besar terhadap arus perdagangan dunia Kota ini tidak bisa lepas dari permasalahan kemiskinan yang diderita oleh masyarakat yang hidup di pesisir kota. Namun dengan adanya pemberdayaan dan pendampingan yang diberikan kepada mereka, masyarakat pesisir Batam pun bisa mengembangkan usahanya dan mampu beradaptasi dan kebutuhan zaman.

Kelima, Persepsi Masyarakat Nelayan dalam Menghadapi Perubahan Iklim (ditinjau dari aspek sosial ekonomi) oleh Mariam Ulfa dalam jurnal Pendidikan Geografi tahun 23, nomor 1 Januari 2018. Penelitian ini dilakukan terhadap masyarakat di pesisir desa Tamansari kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo, terkait dengan perubahan iklim alam laut yang dihadapnya. Dalam menghadapi perubahan iklim laut seringkali masyarakat nelayan mengalami permasalahan ekonomi dan sosial, yakni tidak dapat terpemenuhinya kebutuhan sehari-hari dan semakin sulitnya mencari tambahan kebutuhan hidupnya. Karena selain jarak tempuh semakin jauh dari lokasi tempat tinggalnya juga semakin sulitnya memprediksi adanya perubahan alam laut disekitarnya.