Oktober 22, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

RAGAM KAJIAN MASYARAKAT PESISIR, DARI SOSIAL-EKONOMI HINGGA POLA INTERAKSI DAN PENDIDIKAN (Bagian II)

oleh: Moh. Syihabuddin

Keenam, Pemberdayaan Nelayan Berbasis Pendidikan Ekonomi dan Potensi Pesisir di Kabupaten Minahasa Utara oleh Edwin Wanta dalam Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS FIS UIM tahun 2017.  Penelitian ini mengungkap adanya beberapa hal yang dialami oleh masyarakat nelayan di pesisir Minahasa Utara, yaitu kurang adanya pendidikan ekonomi tentang hasil nelayan, kurangnya modal untuk mengembangkan usaha, tidak adanya modal yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha, tidak adanya akses untuk mendapatkan modal usaha dan tidak memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang pengembangan usaha berbasis hasil laut.

Ketujuh, Kajian Struktural Sosial dalam Masyarakat Nelayan di Pesisir Kota Balikpapan oleh Qoriah Saleha dalam Jurnal Buletin PSP volume 21 nomor 1 edisi April 2013. Kajian ini berusaha melihat strata masyarakat nelayan di kota Balikpapan, yang terdiri atas nelayan buruh (lapisan bawah), nelayan pemilik (lapisan menengah) dan ponggawa atau pemodal (lapisan atas). Pelapisan ini terbentuk atas dasar kepemilikan atau penguasaan modal dan alat produksi. Struktur sosial dalam masyarakat nelayan di pesisir kota Balikpapan bersifat terbuka baik secara vertikal maupun secara horisontal.

Kedelapan, Analisis Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Pesisir desa Waraduwur, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon oleh Dewi Fatmawati tidak ada tahun penerbitan. Pada penelitian ini peneliti telah menganalisis kehidupan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang dialami oleh masyarakat nelayan yang menetap di pesisir dewa Waraduwur kabupaten Cirebon. Tidak ada kesimpulan yang siginifikan yang dijelaskan oleh peneliti, hanya saja secara umum kegiatan sehari-hari masyarakat mampu dijabarkan secara luas dan bisa memberikan gambaran tentang kondisi masyarakatnya.

Kesembilan, Sekolah Alam di Daerah  Pesisir Dusun Bajulmati dengan Penerapan Material Alam oleh Triyani Indrahapsari, Agung Murti Nugroho dan Beta Suryokusomo tanpa tahun penerbitan. Kajian ini fokus pada penggunaan material alam dalam pembangunan sekolah alam di daerah pesisir Bajulmati. Pembangunan sekolah alam ini melibatkan material alam disekitarnya dalam pembangunannya yakni berbanding 70:30 material alami mudah untuk dikelolah dan mudah pula diperolehnya, baik bangunan fungsional maupun bangunan struktual.

Kesepuluh, Strategi Penghidupan Nelayan dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat di kecamatan Sasak Ranah Pasisie dan Sungai Baremas oleh Febroza Belda tanpa tahun penerbitan. Kajian ini mengungkapkan bahwa masyarakat di pesisir kekurangan aset-aset yang bisa dikembangkan untuk pembedayaan kehidupannya, sehingga menyebabkan kemiskinan, rendahnya tingkat perekonomian, strategi masyarakat nelayan dalam mempertahankan kehidupannya. Aset-aset yang ada di kawasan ini antara lain aset natural, aset fisik, aset manusia, aset finansial, dan sosial.

Kesebelas, Pendidikan Anak Nelayan Pesisir Pantai Donggala oleh Amirudin Masri tanpa tahun penerbitan. Dalam penelitian ini peneliti telah mengungkapkan perlunya memberikan model dan metode pembelajaran yang berbeda terhadap anak-anak pesisir karena kondisi kehidupannya yang berbeda dan kondisi sosial budayanya yang berbeda pula. Anak-anak pesisir memiliki karakter dan perilaku sehari-hari yang berbeda dengan anak-anak kota, anak-anak pegunungan-persawahan atau anak-anak dipinggiran sungai. Kesimpulan yang diberikan Amuruddin tidak memberikan sebuah rekomendasi yang jelas terkait dengan metode pendidikan yang harus diberikan kepada anak-anak pesisir, hanya merekomendasikan untuk memberikan metode yang berbeda saja dengan pendidikan anak-anak lainnya di kota atau di pedalaman.

Keduabelas, Tehnologi Penangkapan Ikan pada Masyarakat Nelayan di Nagari Pasar Lama Air Hujan, kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan oleh Ermayanti, Nursyirwan, dan Muhammad Hidayat tidak ada tahun penerbitan. Dalam kajian ini peneliti telah menemukan beragam jenis kapal dan alat tangkap ikan yang beragam. Keragaman ini dikarenakan perbedaan jenis tangkapan dan lokasi tangkapan. Beberapa kapal tangkap ikan yang ada di Nagari Pasar Lama Air Hujan adalah Kapal Bagan, Kapal Tondo, Pompong, Payang, Robin dan sampan Boling.

Ketigabelas, Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kota Tanjung Balai Provinsi Utara oleh Chaterine Nofelita, Kusai dan Darwis tanpa tahun penerbitan. Hasil dari penelitian ini adalah perilaku masyarakat nelayan yang dengan pemasukan dan pendapatan finansial yang besar belum bisa memanfaatkannya secara baik, masih berkutat pada penggunaannya pada kebutuhan pokok. Bahkan disalahgunakan pada kebutuhan yang tidak ada manfaatnya, merokok, mabuk-mabukan minuman keras dan jajan-jajanan di hiburan malam. Sedangkan kebutuhan pendidikan, perumahan dan pemanfaatan akan fasilitas lingkungan kurang diperhatikan.

Keempatbelas, Interaksi Kelompok Nelayan dalam Meningkatkan Taraf  Hidup di Desa Tewil Kecamatan  Sangaji kabupaten Maba Halmahera Timur oleh Fanesa Farmageli. Penelitian ini mengungkap tentang pola interaksi dari kehidupan masyarakat nelayan dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya. Interaksi yang diteliti adalah antara nelayan pemilik kapal, buruh nelayan, dan pemodal. Interaksi ini menghasilkan komunikasi yang berujung pada sebuah pembangunan ekonomi bersama yang saling menguntungkan dan memberikan kegiatan positif, terutama dalam pengelolaan finansial.

Kelimabelas, Partisipasi Masyarakat Pesisir pada Penyelenggaraan Pendidikan di SDN 02 Marunda Jakarta Utara; studi kasus pada masyarakat pesisir kampung Marunda Jakarta Utara oleh Basuki Rahmad tanpa tahun penerbitan. Pada penelitian ini menghasilkan temuan perilaku masyarakat nelayan pesisir yang lebih baik, yakni adanya kerjasama masyarakat yang erat dan terstruktur untuk bersama-sama memberikan sumbangsih kepada keberlangsungan pendidikan anak-anak nelayan di SDN 02 di kampung Marundu Jakarta Utara.

Itulah lima jurnal penelitian tentang masyarakat nelayan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan masyarakat atau untuk mengambil kebijakan dalam mengelolah potensi alam di pesisir Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang tentunya mempunyai banyak pesisir dan lautan yang membentang luas. Di kawasan tersebut bisa jadi merupakan sebuah peluang pembangunan negara atau sebaliknya akan menjadi beban negara, jika gagal dikelolah secara baik.