Oktober 24, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

PENYEBAB MELETUSNYA PERANG DUNIA KEDUA (Bagian Pertama)

oleh :

MOH. SYIHABUDDIN

 

Perang Dunia II merupakan peristiwa besar yang tidak akan pernah dilupakan oleh sejarah umat manusia dan para sejarawan dunia. Banyak tulisan yang menceritakan jalannya peperangan ini sebagai arah baru yang mengubah sejarah dunia. Perang Dunia II menjadi titik sejarah penting bagi bangsa Eropa dan Amerika (baca: Barat) untuk memulai sebuah zaman baru yang sesuai degan harapannya. Melalui Perang Besar inilah sejarah yang dikendalikan oleh sekelompok kaum elit (rahasia) bisa diwujudkan.

Ketika Perang Dunia II ini terjadi dan pemenangnya sudah bisa ditentukan maka lahirlah banyak karya dan banyak tulisan berupa buku dari para wartawan, ilmuwan, peneliti, dan cendekiawan dari pihak para pemenang yang menonjolkan sisi keburukan bagi pihak yang kalah. Jelas sekali pihak yang kalah menjadi objek keburukan yang menyebabkan hadirnya perang besar ini dengan berbagai rekayasa data-data, sehingga masyarakat dunia akan tahu bahwa Amerika dan Uni Soviet adalah penyelamata dunia dan Jerman-Nazi adalah musuh dunia bersama.

Semua pasti sepakat (karena pengaruh pelajaran sejarah di sekolah dan bacaan-bacaan yang diproduksi secara sepihak oleh negara pemenang) bahwa penyebab lahirnya perang dunia II adalah Nazi-Jerman. Akibatnya, Nazi dan seluruh perangkatnya pun menjadi sasaran kebencian terhadap bencana tersebut dan menjadikan ingatan bagi generasi kemudian tentang kekejaman dan “identitas baru tentang kekerasan”. Mulai dari istilah Holocaust, Genosida, Rasisme, hingga diktator pun lahir dari peristiwa ini, dan semua mengarah pada Nazi dan Adlof Hitler.   

Padahal Perang Dunia II tidak dimulai oleh Hitler dan Nazi-nya, tapi disebabkan oleh beberapa penyebab yang sebelumnya sudah terjadi, yang menjadikan Jerman-Nazi harus melakukan langkah-langkah pertahanan terhadap wilayah dan komunitasnya. Penyabab-penyebab inilah yang dirahasiakan dan tidak pernah dijadikan “bacaan wajib”—buku bacaan umum, ensiklopedi, buku sekolah, dan lain-lain—oleh sekelompok intelektual-rahasia-berpengaruh, agar masyarakat dunia mengakui jasa-jasanya sebagai penyelamata dunia.

Penyebab terjadinya perang dunia II yang disembunyikan antara lain,

  1. INGGRIS MENOLAK PROPOSAL EROPA BARU DARI JERMAN

Setelah berkuasa pada 1933 partai Nazi dan Adlof Hitler mengajukan sebuah proposal perdamaian masa depan bagi komunitas Eropa kepada Inggris Raya dan Perancis, yakni sebuah tatanan masyarakat yang beragam namun berada dalam satu negara, mirip dengan Uni Eropa saat ini. Keinginan Hitler adalah menyatukan Eropa yang lebih beradab menjadi masyarakat yang saling terikat dan saling membantu antar satu negara dengan negara yang lain. Sehingga dengan tatanan itu maka semua negara Eropa tidak perlu terjebak pada nasionasliem buta terhadap identitas bangsanya, namun menyatu dalam sebuah ikatan bersama yang disebut dengan masyarakat Eropa.

Oleh Inggris Raya, proposal Jerman ini ditolak. Inggris Raya tidak ingin Eropa menyatu menjadi sebuah Negara Besar dengan satu kawasan luas, sehingga Inggris tetap menjadi nomor satu di kawasan itu.

Bagi Inggris, eropa adalah banyak bangsa, maka harus banyak pula Negara yang lahir, yang hadir dan dibentuk sesuai dengan kesepakatan Perdamaian Pasca Perang Dunia I di istana Varsailles. Cukuplah Eropa itu sebuah impian kosong saja, yang terdiri atas banyak negara yang terpecah belah.

  1. INGGRIS TAKUT DENGAN DOMINASI JERMAN DI DUNIA

Penolakan Inggris terhadap proposal Jerman-Nazi disebabkan oleh ketakutan Inggris yang akan kalah dalam mendominasi kepentingan di kawasan Eropa. Inggris tidak ingin Jerman besar karena gagasannya yang menyatukan bangsa-bangsa, dimana bangsa-bangsa di Eropa ini merupakan negara hasil bentukan Inggris untuk memecah belah kawasan Eropa yang bersatu.

Negara-negara Eropa saat itu memang merupakan negara yang dibentuk dari pecahan Kekaisaran Astro-Hungaria, Kekaisaran Jerman, Ke-Tsaran Rusia dan Kesultanan Turki-Ustmani.

Perancis dan Inggris merupakan negara besar, keduanya merupakan representasi dari kekuatan yang mendominasi dunia (imperialisme). Hal ini jangan sampai terganggu oleh kemunculan Jerman yang mulai bangkit menjadi negara yang menyatukan Eropa.

Maka untuk menghentika upaya-upaya posistif Jerman yang menyebabkan pengaruh Inggris-Perancis luntur maka Jerman harus dihabisi dalam sebuah perang besar. Berapa pun harga yang harus dibayar, termasuk melibatkan musuh (Uni Soviet) dan melibatkan negara lain di luar kawasan (Amerika Serikat).

  1. PENGARUH KOMUNISME YANG MEMBAHAYAKAN BAGI KOMUNITAS EROPA

Dimanapun ada komunis maka distulah terjadi kekerasan dan pemaksaan terhadap kemerdekaan individu. Lahirnya Jerman sebagai negara yang menjunjung tinggi kemerdekaan pribadi (melalui ideologi Nasonal-sosialisme) dan identitas Jermania yang anti-Komunis menjadi tantangan besar bagi eksistensi Uni Soviet yang berhasil menjadi negara satu partai di kawasan yang luas di Timur.

Ketakutan Uni Soviet inilah yang mendorong para pembesar komunisme di Moskwo untuk menyebarkan gagasan komunisme ke seluruh Eropa, paling tidak separuh dari daratan Eropa (di Timur) agar tidak terpengaruh dengan gagasan Nasinalis-Sosialisme Jerman yang menyatukan Eropa.

Uni Soviet Rusia yang Komunis sangat ketakutan sekali dengan ide-ide Jerman yang ingin menyatukan Eropa, karena bisa menyebabkan runtuhnya Uni Soviet sebagai sebuah negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris Raya.

Karena itu Uni Soviet memerlukan sebuah pemantik untuk memulai serangan militer yang menghancurkan Jerman-Nazi, yakni melalui sebuah provokasi militer secara besar-besaran di pinggiran Polandia Timur. Sehingga tidak salah, ketika Jerman terpancing oleh provokasi Polandia di Prusia Timur yang melakukan serangan militer ke Polandia (sebagai bentuk beladiri) maka Uni Soviet langsung melakukan serangan sepihak ke arah Polandia (membokong) dengan mengahncurkan kota-kota di Polandia Timur.

Anehnya, ketika Polandia menghadapi serangan Jerman dan Uni Soviet, Inggris Raya-Perancis langsung menyatakan perang terhadap Jerman, tidak terhadap Uni Soviet. Padahal antara Jerman dan Uni Soviet, keduanya sama-sama melakukan invansi ke Polandia.

  1. PROVOKASI POLANDIA TERHADAP JERMAN

Polandia merupakan negara yang dibentuk dari pecahan Jerman dan Tsar Rusia. Sebagai negara yang ingin menyatukan Eropa, Jerman-Nazi mengharapkan Polandi mau bekerja sama dan menjadi satu kesatuan bersama Jerman untuk membangun Eropa bersama-sama. Ajakan Jerman ini dengan kasar ditolak oleh Polandia, karena merasa dibelakangnya ada Inggris raya dan Perancis.

Saat Jerman masih sibuk dalam membangun angkatan perangnya (akibat dari pembatasan angkatan perang pasca perang dunia I), Polandia sudah melakukan provokasi dengan melaksanakan latihan militer dan juga siaga militer di pinggiran Prusia Timur.

Takut akan kehadiran militer Polandia yang dengan mudah masuk ke Jerman maka Wehrmacht pun segera melakukan beladiri dengan melumpuhkan instalasi militer Polandia (dan diikuti oleh Rusia dari arah Timur).

bersambung ….