Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

PENGEMIS PEMINTA DOA

oleh :

Akhmad Sifyani

 

Seperti di kota-kota besar setiap hari minggu di kota kecil tempat tinggalku juga ada Care Free Day. Ia…, satu hari tanpa mobil, tapi pada kenyataannya bebas mobil hanya lima jam, mulai jam lima pagi sampai jam sepuluh siang. Setelah itu seluruh kendaraan bermotor boleh lewat seperti biasa. Namanya juga Car Free Day atau lebih kerennya orang disini menyebut “CFD” tapi telingaku sering keseleo jadi kedengaranya seperti nama  warung ayam goring asal Amerika“KFC”  walau hanya beda satu huruf.

Perbedaan yang mencolok dari CFD yang ada di kota besar dan ada dikota kecil adalah terletak dari aktivitas yang ada disitu, kalau CFD di kota besar banyak orang berjejer bergerombol membentuk kelompok senam aerobik, ada juga yang mengalang dana amal untuk pantiasuhan, terus ada yang berpakaian seperti Naruto agar orang-orang tertarik untuk  bersuwa foto dengannya.

Sedangkan CFD yang ada dikotaku, dari ujung kulon sampai ujung wetan dipenuhi oleh para pedagang, ada yang menjual perabotan rumah tangga, sampai pakaian pria dan wanita mulai dari atas sampai bawah . tak lupa juga penjual pentol keliling yang memadati area gedung olahraga. Ada juga yang berolahraga berkeliling lintasan lapangan sepak bola, tapi hanya di dominasi anak-anak muda dan orang setengah tua. Dan tak lupa menjamurnya pengemis dalam berbagai rupa.

Aku sendiri jarang ke CFD, karena alsan itu tadi banyak orang-orang jualan dan pengemis berkeliaran dimana-mana. Temanku pernah mengajaku beberapa minggu yang lalu. Kami jalan dari arah timur ke barat melihat berbagai macam barang-barang yang dijajajhkan, siapa tahu ada barang yang menarik untuk dibeli . setelah sampai di ujung barat, taka ada satu barangpun yang membuat kami tertarik untuk dibeli. kemudian kami foto-foto sebentar dengan latar  patung letda Sucipto, icon kota kami.

Tak lama kmudian hp temanku mendapatkan pesan singkat di WA nya, katanya ada temannya yang mau menitip dibelikan Cimol kesukaannya. Kamipun bergegas mencari penjual cimol dan akhirnya ketemu disebelah tengah sedang meladeni pembeli yang sudah mengantri di samping gerobaknya. Karena antri kami juga berdiri disamping gerobak Cimol.

Tiba-tiba ada orang yang menyentuh pundaku dua kali dengan sepontan aku menoleh ke arahnya, ternyata seorang perempuan sedang meminta-minta, pakaiannya kumal , memakai kain gendong yang digunakan untuk wadah makanan dan minuman, bertopi warna abu-abu sepertinya lama dibiarkan berdebu. “mas.., minta sedekahnya…! Mas…, minta sedekahnya…! Aku ambilkan uang kertas dua ribu rupiah yang ada di saku tas, setelah menerima uanga dua ribu rupiah itu lantas Perempuan itu bilang “Mas…, saya doakannya…!” aku pun kaget dengan kata-kata perempuan  itu, lalu aku menyahut “Buk…, seharusnya Ibuk la  yang mendoakan saya…!, agar rejeki saya lancar terus dan bisa memberikan ibuk uang saat saya datang di CFD”. Perempuan Peminta-minta itu pun pergi  begitu saja hilang dikerumunan orang-orang yang berlalu-lalang.