Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

PENERBANGAN KE LUAR ANGKASA DAN KETIADAAN PESAWAT YANG BISA KE KUTUB SELATAN

oleh: Moh. Syihabuddin

Sebuah kejanggalan yang mendukung kebohongan dibalik proyek penerbangan ke luar angkasa, baik penerbangan ke bulan atau penerbangan satelit—apalagi menuju ke mars atau venus, dan lain-lain, yaitu tentang ketiadaan negara yang bisa menciptakan pesawat yang mampu mengarungi dan melintasi kutub utara.

Katanya, kutub selatan adalah sebuah benua yang sangat dingin, hingga mencapai -25 derajad. Daerah itu sangat ekstrem dan berbahaya, suhunya sangat dingin dan mampu menghancurkan besi. Ada beberapa makhluk hidup, katanya, yang sangat menakutkan dan memangsa manusia yang mengarunginya. Ombak di kutub selatan sangat besar dan cuacanya sangat tidak menentu.

Karena hal itulah sehingga tidak ada orang yang bisa mengarungi secara keseluruhan wilayah kutub selatan. Paling-paling hanya di pinggirannya saja, itupun yang paling dekat dengan wilayah Amerika Selatan (Cili).

Apalagi orang-orang yang rekreasi, atau yang melakukan riset, hanya berkemah atau berjalan dipinggirannya saja, tidak pernah mencapai ke tengahnya hingga mencapai di ujung lainnya.

Beberapa negara telah membuat pangkalan militer di kutub selatan, seperti Amerika Serikat, itupun letaknya juga berada di pinggiran saja, tidak berani ke tengah. Termasuk menerbangkan pesawat-pesawat canggihnya, Amerika juga tidak pernah, padahal mereka sudah mengklaim pernah menerbangkan pesawat ke bulan atau satelit robot ke luar angkasa.

Sekarang kita berfikir secara sehat? Coba, lebih ekstrem mana kondisi suhu di kutub selatan atau di luar angkasa yang hampa udara?

Di dalam sebuah film-film propaganda yang dibuat oleh Hollywood yang bertema luar angkasa “menggambarkan” bahwa manusia yang berada di luar angkasa bisa langsung membeku dan segera meninggal dunia. Kecuali yang memakai pakaian ‘astronot’, yang anehnya pakaian itu sangat anti dengan dinginnya kondisi luar angkasa yang hampa udara.

Tapi anehnya, mereka tidak bisa membuat pakaian yang bisa menahan dinginnnya kutub selatan. Padahal, sejatinya antara kutub selatan dan luar angkasa kondisi suhunya sama-sama ekstrem, dan sama-sama memberikan kematian, yang mustahil bisa memberikan kehidupan bagi manusia.

Aneh bukan, mereka bisa membuat pakaian ‘astronot’ atau pesawat yang bisa terbang di daerah yang sangat dingin dan hampa udara di luar angkasa, namun mereka tidak bisa membuat pesawat yang hanya digunakan untuk melintasi kutub selatan.

Pada film-film propagandanya mereka terus menerus menampilkan para astronot, yang berenang dengan tekanan udara yang kecil di pesawat luar angkasa. Lalu berita tentang kedatangan seorang astronot, yang didukung dengan film-film tentang proyek luar angkasa yang konon menjadi sangat penting untuk menyelamatkan bumi.

Akan tetapi disisi lain, mereka tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kutub selatan. Mereka bahkan seolah “diam saja” dengan keberadaan kutub selatan, padahal kutub selatan ini sama pentingnya dengan keberadaan kutub utara—bahkan luas wilayahnya lebih lebar dan lebih memungkinkan ditemukan hal-hal baru yang belum diketahui manusia.

Di kutub utara sudah banyak aktivitas pertambangan dan sebagainya, yang dilakukan oleh negara-negara maju.

Kita akhirnya tahu, proyek pesawat luar angkasa dan semuanya itu diciptakan untuk membohongi manusia dan menciptakan pemikiran sesat tentang “adanya kehidupan di planet” lainnya. Padahal, tidak ada kehidupan selain di bumi ini. Di bumi inilah manusia, jin, dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya berada dengan dimensi yang berbeda-beda.