Juli 24, 2021

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

PARA PENDUSTA AGAMA, INILAH ORANG-ORANGNYA YANG MERUSAK ISLAM

Jalan di sebuah desa, yang mencerminkan jalan panjang yang harus ditempuh oleh orang yang beragama

Mohammad Syihabuddin

Menjadi orang beragama memang tidak mudah. Banyak orang yang mengaku beragama, merasa ber-Tuhan dan merasa ber-ibadah kepada Allah, tapi kebenarannya mereka tidak sama sekali. Agama hanya digunakan sebagai label luar saja, yang hatinya tetap saja kosong dari unsur-unsur ketuhanan.

Orang-orang seperti ini sudah banyak dijumpai sejak dulu hingga sekarang, termasuk pada zaman sekarang ini yang mana agama menjadi label yang paling ideal untuk membangun popularitas, mengumpulkan uang dan mengambil kekuasaan.

Ada orang yang mengaku-ngaku telah menjadi hambanya Allah, tapi pada dasarnya mereka adalah orang-orang yang jauh sekali dengan Allah. Mereka akan ingat Allah hanya pada saat membutuhkan keinginan nafsunya dan hanya ingin harta benda. 

1.  Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Siapakah mereka, siapakah orang yang mendustakan agama yang dinyakininya, siapakah mereka yang telah membohongi agama yang telah dipeluknya? Dengan membohongi agama maka dengan sendirinya sama halnya dengan membohongi Tuhan-nya. 

2.  Itulah orang yang menghardik anak yatim,

Salah satunya adalah orang yang menghardik anak yatim. Orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap anak yatim, orang yang tidak peduli terhadap anak yang sudah tidak memiliki orang tua, dan orang yang hanya peduli terhadap anak yatim hanya jika mempunyai kepentingan untuk “memperbanyak hartanya”.

Orang seperti inilah orang yang telah mendustakan agama (Islam) yang telah dipeluknya. Mereka membentak anak yatim, namun mengasihinya jika sedang membutuhkan tenaganya atau membutuhkan manfaatnya agar hartanya melimpah. 

3.  dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Termasuk orang yang mendustkan agama adalah orang yang mempunyai banyak harta, namun tidak menyisihkan untuk orang-orang miskin yang tidak bisa makan secara layak dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Orang miskin adalah orang yang kondisi finansialnya tidak cukup untuk memenui kebutuhan hariaannya, sedangkan orang kaya adalah mereka yang mempunyai kelebihan melebihi kelebihannya itu sendiri untuk membiayai kehidupan hariannya.

Seharusnya, orang kaya bertanggungjawab untuk menompang kebutuhan finansial saudaranya yang miskin agar kehidupan berjalan normal dan system masyarakat bisa berjalan ideal. Orang kaya paling tidak harus menyisahkan sebagaian hartanya uang orang miskin yang membutuhkan, sehingga mereka bisa mencukupi kebutuhannya.

Antara orang miskin dan orang kaya saling membutuhkan dan saling melengkapi. Orang kaya tidak akan bisa hidup tanpa tenaga orang miskin, sebaliknya orang miskin juga membutuhkan uluran tangan berupa harta dan pekerjaan dari orang kaya. Jika hubungan saling membutuhkan ini terpenuhi maka kehidupan di masyarakat pasti bisa berjalan dengan baik dan harmonis. 

4.  Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,

Banyak orang yang mengerjakan sholat, tapi mereka termasuk orang-orang yang kelak akan celaka di akhirat. Mereka menjadi orang yang sangat rugi dan tidak mendapatkan keuntungan apa-pun dari sholatnya.

Sholat yang mereka kerjakan menjadi sebuah bencana dan petaka bagi dirinya, karena sholatnya bukan karena beribadah kepada Allah, tapi kepada selainnya. 

5.  (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,

Orang jenis inilah termasuk orang yang juga mendustakan agamanya, mereka termasuk orang yang lalai dalam sholat. Yaitu orang yang sholat namun ingatannya tidak kepada Allah, tapi kepada selain Allah. Mereka sholat mengingat pekerjaan, hutang-hutangnya, urusannya, bisnisnya, dan kepentingan-kepentingan lainnya. Lebih parahnya lagi, pada saat sholat yang diingat adalah sosok manusia, semisal istrinya, pacarnya, atau orang yang menjadi atasannya.

Banyak orang yang lalai dalam sholat, mereka tidak memperhatikan syarat dan rukunya sholat, mereka tidak mau belajar tata cara sholat, mereka juga tidak ada upaya untuk memperbaiki sholatnya, dan mereka sangat ceroboh dalam mengerjakan sholatnya. 

6.  orang-orang yang berbuat riya,

Pendusta agama yang paling mengerihkan adalah orang yang suka berbuat riya’, pamer kepada manusia tentang amal ibadah yang telah dilakukannya.

Orang yang riya’ suka menonjolkan dirinya kepada masyarakat umum bahwa dirinya merupakan manusia yang “ahli ibadah”, rajin sholat sampai jidad-nya hitam, “ahli dzikir” dengan berkalung tasbih atau tanganya ditunjukkan kepada orang memutar tasbih, dan masih banyak lagi bentuknya.

Bentuk lain dari pada riya’ dewasa sudah banyak ragamnya, termasuk menjual “pelatihan” yang bisa menjamin orang sholat dengan khusyu’ atau bisa menjamin orang bisa bertaqwa. Bisa juga mereka yang merasa menjadi orang paling kaya dengan banyak harta yang dimilikinya yang menonjolkan dirinya sebagai donator paling kaya di sebuah masjid.

Orang-orang yang bersorban, yang menonjolkan dirinya dengan pakaian ibadah (putih-putih) dalam aksi politiknya juga termasuk orang riya’. Mereka menggunakan atribut dan aksesoris agama sebagai instrument untuk menguasai harta dan merebut kekuasaan.

Organisasi-organisasi keagamaan yang menggunakan jargon-jargon Islam banyak bertebaran di Indonesia pasca-Orde Baru, dan mereka menonjolkan dirinya “atas nama agama” tapi pada dasarnya hatinya sangat lalai dalam ber-Tuhan.

Orang yang berbuat riya’ tidak lain merupakan musuh agama yang tersembunyi dan bisa menghancurkan Islam dari dalam. Mereka bukanlah para pembangun agama, tapi para perusak agama itu sendiri.

7.  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Banyak orang yang membutuhkan pertolongan dan uluran tangan. Namun banyak pula orang yang mempunyai kelebihan tapi tidak mau memberikan kelebihannya kepada orang yang membutuhkan. Mereka mau membantu jika yang diberikan (untuk bantuan itu) adalah barang-barang yang sudah tidak berguna.

Orang yang tidak mau membantu dengan barang berguna, justru malah membantu dengan barang-barang yang sudah tidak dibutuhkannya serta tidak memiliki kegunaan maka mereka inilah salah satu orang yang mendustkan agamanya.

Mereka hanya akan membantu jika barang yang diberikan sudah rusak, sudah tidak berguna apa-apa lagi bagi orang lain dan sudah tidak memiliki manfaat apapun.

Dengan demikian, orang yang menjadi pendusta agama ada empat, yaitu (1) Penghardik anak yatim, (2) Lalai dalam sholat, (3) Suka berbuat riya’, dan (4) Menolong saudaranya hanya dengan barang yang tidak berguna.