Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

NIKMAT BELUM KEBAHAGIAAN SEJATI  (PART 1)

Oleh :

Khoirul Marom

Generasi Milenial Cerdas Spiritual

 

Tak ada manusia yang ingin hidup sensara, tak ada juga manusia ingin hidup menderita pasti semua manusia mengingingkan sebuah hidup yang bahagia. Karena sejatinya manusia di ciptakaan oleh Allah, ini di  desain hanya untuk berbahagia.

Tetapi sering kali manusia memaknai sebuah kebahagiaa ini yang salah kaprah. Mereka menggunakan cara caranya sendiri  untuk mencapai sebuah kebahagiaan . bahkan cara yang di gunakan itu sangat merugikan dirinya sendiri atau bahkan merugikan orang lain. Itupun yang di kejar kejar selama ini bukan lah suatu kebahagiaan abadi. Laah terus apa sebenarnya kebahagiaan sejati itu?

Sebelum kita memahami sebuah arti kebahagiaan, kita harus tahu perbedaan dengan kenikmatan.  Contoh , seseorang mampu merasakan lezat nya makanan itu ketika dia sedang dalam keadaan  sehat tetapi lain hal nya ketika diri nya sedang sakit, dia tak akan mampu merasakan kelezatan dari makanan tersebut. Karena kelezatan yang di rasakan seseorang itu bersifat temprore, dan akan berubah jika dalam situasi yang lain.

Lain lagi dengan seseorang yang mempunyai dan mampu memahami  satu bidang ilmu tertentu, dirinya akan merasakan kenikmatan dan kebahagiaan dan jika dirinya di tambah lagi akan pemahamannya, diri nya akan merasa kan kenikmatan dan kebahagian. Dan  apabila di tambah kenkmatan pun akan bertambah dan seterusnya, dan dalam situasi apapun kebahagiaan tersebut akan abadi.

Jadi tingkat kenikmatan belum kebahgiaan , karena kenikmataan itu temporer yang mampu berubah ubah tergantung situasi dan kondisi . lain  lagi dengan sebuah kebahagiaan yang bersifat tahan lama atau abadi.

Kebahagiaan yang baru di level kenikmatan tidak akan ada nilainya karena bersifat sementara . tetapi bukan berarti  kita tak boleh merasakan sebuah kenikmatan ,karena jika kita  ingin mencapai ke kebahagiaan sejati  kita harus melewati dan meraasakan sebuah kenikmatan.

Dalam Islam kita telah di berikan sebuah rumus untuk mencapai kebahagiaan sejati yakni kebahagiaan akhirat, untuk mencapai kebahagiaan sejati kita bisa melakukan dengan melewati kenikmatan kenikmatan kecil di dunia, karena kenikmatan tersebut akan menjadi tangga menuju kebahagiaan sejati, hanya saja perlu di cermati agar kita bisa mencapaikebahagiaan sejati kita perlu merubah level aktivitas sebagai perantara kenikmatan mu di dunia dan dinaikkan ketingkat nya ke level ibadah. Sehingga ketika aktivitas kita sudah pada aktivitas ibadah maka akan menghantarkan kita ke bahagiaan abadi.