MYSTERIOUS GIRL; Kisah Santri-Santri Putri Mencari Keajaiban (Part 4- Terakhir)

Kelima gadis-gadis ceria ini sedang menemukan sesuatu yang aneh, menyenangkan, dan mengherankan. Sesuatu yang pastinya membuat kejutan dan kegembiraan bagi gurunya yang sedang mulai mendapatkan kelelahan dalam mendidik anak-anak.

kitasama.or.id – Hari minggu yang di nanti telah tiba, kelima gadis itu kini sudah berada di depan gerbang sekolah, mereka memasuki sekolah dengan mata celingukan takut jika ada yang melihatnya. Merasa ada yang aneh dengan tingkah teman temannya Manisa yang dari tadi berada di barisan paling depan tiba tiba menghentikan langkahnya hingga membuat teman temannya yang tidak memperhatikan jalan saling bertabrakan.

“Manisaaa…Kamu apa apaan sih?” Tanya Yuan yang terkejut dengan pemberhentian yang tiba tiba itu

Bacaan Lainnya

“Kalian yang apa apaan? Kenapa jalan seperti itu?”

“Yaaa.. siapa tahu nanti ada yang lihat, jadi kita bisa cepat cepat sembunyi.” Nella mewakili jawaban teman temannya, yang lain mengangguk setuju hanya Kirana yang dari tadi terlihat tenang.

“Kalian lupa ya? Sekarang kan hari minggu siapa juga yang akan datang ke sekolahan?”

Syifa yang berada di barisan tengah maju kedepan tepat di samping Manisa dan berkata.

“Ah..benar Aku lupa.”

Merekapun melanjutkan perjalanan hingga sampailah mereka di ruangan yang tak terpakai itu.

“Kamu yakin Kir, bakal menemukan bukti itu di sini?” Tanya Manisa masih ragu.

“Aku yakin sekali karena Aku menemukan foto itu disini.”

Mereka memasuki ruangan itu dan memulai pencarian, di setiap ruas buku mereka buka i tapi tak menemukan apapun, karena lelah mereka pun memutuskan untuk menghentikan pencarian, tapi tak mengurungkan mereka untuk keluar dari ruangan itu.

“Hahh Percuma!” Keluh Nella

Disaat semua hampir menyerah pandangan Kirana tertuju pada barisan rak buku paling atas, di rak tersebut bertuliskan ALBUM KENANGAN.

“Gaessss, lihat itu!”

Semua memandang kesumber suara, Kirana menunjuk kearah barisan rak paling atas.

“Mungkin dengan melihat Album kenangan kita akan tahu siapa gadis yang ada di foto ini.”

“Tapi itu terlalu tinggi, Kita tidak mungkin bisa menggapainya?”

Semua mata pun tertuju pada Manisa.

“Kenapa kalian lihatin Aku?”

“Kamu yang paling tinggi di antara Kita, ayo ambil.!” Perintah Yuan pada Manisa

“Hahh!!”

Meraka saling bantu menganggat meja di depan rak, Manisa mulai menaiki meja itu tapi tetap saja tangannya tak bisa menggapai, Syifa mencoba mengambil satu kursi dan di letakkan di atas meja, Manisa pun mencoba lagi, kini tangannya tak hanya bisa menggapai tapi matanya pun bisa dengan jelas membaca setiap angkatan yang tertulis di barisan Album kenangan itu.

“Wahh banyak sekali album kenangan di sini, album kenangan tahun berapa yang harus Aku ambil?” Tanya Manisa yang memang sudah berada di atas dan tak tahu harus mengambil yang mana.

“Tahun berapa Kir?” Tanya Syifa yang ber ada di bawa dan memegang kursi yang di naiki Manisa.

Kirana berpikir Ia juga tidak tahu harus mengambil yang mana.

“Coba Aku lihat kembali foto itu Kir!” Pinta Yuan, Kirana pun memberikan foto itu.

“Kalau dilihat lihat sih ini foto lama, kita tak tahu pasti kapan foto ini di ambil, tapi kita akan coba.” Kata Yuan mengamati foto itu, pandangannya mendongak ke arah Manisa.

“Manisa coba Kamu ambil album kenangan sekitar akhir tahun sembilan puluhan dan awal dua ribuan.”

Manisa menuruti omongan Yuan, dia pun mengambil album kenangan mulai periode 1998 sampai 2001 dan di sambut uluran tangan teman temannya yang ada di bawah.

Manisa segera menuruni kursi yang di naikinya, mereka membuka album kenangan periode 1998/1999 tidak ada foto gadis yang sama dalam album itu, di lanjut album kenangan periode 1999/2000.

“Eh lihat ini kan tetangganya Nella, jadi dia dulu sekolah disini.”

“Wajahnya dari jaman dahulu sampai sekarang enggak berubah.”

Merekapun tertawa bersama saat mengetahui orang yang mereka kenal pernah belajar di sekolahan yang sama dengan mereka. Namun, sampai di halaman terakhir pun mereka masih belum menemukan foto gadis yang mereka cari, hingga sampai lah mereka ke album kenangan terakhir yang mereka ambil, periode 2000/2001.

Di awali halaman pertama yang berisi foto dan profil kepala sekolah, dilanjut foto dan profil dewan guru.

Lalu foto bersama dengan wali kelas dan beberapa pengajar setelah itu sampailah mereka ke halaman foto dan profil setiap murid. Mereka segera mencari sosok yang sama yang fotonya di temukan oleh Kirana.

“Ini dia!”

Mereka mencocokan wajah foto yang di temukan Kirana dan yang ada di album. Fix sama. Merekapun segera membaca profil dari gadis itu. Alangkah terkejutnya mereka saat mengetahui siapa nama gadis yang ada dalam foto itu, seolah mereka tak percaya dengan apa yang di lihatnya.

“Haaahhhh, Bu Arinal???!!!” kata mereka hampir bersamaan.

Memang benar, nama gadis yang ada di foto itu adalah Bu Arinal, guru mereka sendiri.

“Kenapa wajah Bu Arinal beda sekali dengan yang sekarang?”

Kirana mulai cemas, ada yang janggal di pikirannya Ia tidak yakin akan menceritakan tentang apa yang di alamninya pada teman temannya.

“Setidaknya Kita sudah tahu kalau gadis yang ada di foto itu adalah Bu Arinal.” Terang Manisa merasa lega meski hasil pencarian ini memang di luar dugaannya.

Kirana terlihat mondar mandir seolah memikirkan sesuatu, teman temannya saling pandang.

“Ada apa Kir? Kita sudah tahukan kalau foto yang kamu temukan itu foto Bu Arinal.” Yuan mengulang perkataan Manisa.

“Masalahnya bukan itu.”

“Maksud Kamu apa, ngomong yang jelas dong?” Tanya Nella tidak mengerti.

Kirana menatap wajah teman temannya yang begitu setia menemaninya.

“Masalahnya adalah.. jika gadis yang ada di foto ini adalah Bu Arinal, lalu….!!”

“Lalu apa Kir?”

Semua terlihat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Kirana.

“Lalu… Siapa gadis yang sering Aku lihat memasuki ruangan ini?”

Syifa melangkah memegang erat lengan Manisa.

“Kir.. jangan bilang kalau yang Kamu lihat itu…” Syifa memotong perkataannya, semua terlihat saling pandang dan tahu kemana arah pembicaan Syifa hingga mereka pun kompak melanjutkan kata kata Syifa yang terpotong.

“Setaannnnn….!!!”

Mereka berlari keluar ruangan tanpa harus mengembalikan meja, kursi dan album kenangan yang di ambilnya tadi ke tempat semula begitu juga dengan pintu ruangan itu mereka biarkan terbuka begitu saja.

Mendengar ada yang berteriak, Bu Arinal yang  berada di kantor sekolah mengerjakan raport segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Sampai dipintu kantor Bu Arinal melihat kelima muridnya berlari kelapangan menuju gerbang sekolah, Bu Arinal tersenyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah murid muridnya itu.

Bu Arinal kembali duduk di meja kerjanya, Ia memandangi foto dirinya beserta teman temannya pada masa itu, Bu Arinal tersenyum memandangi foto mungkin saja kelima muridnya itu mengingatkan akan dirinya dan juga teman temannya.

Satu hal yang tidak Bu Arinal tahu, yaitu foto dirinya yang ditemukan Kirana, itu adalah perbuatan seseorang yang diam diam sudah memotret dirinya.

Pos terkait