MYSTERIOUS GIRL; Kisah Santri-Santri Putri Mencari Keajaiban (Part 3)

Kelima sekawan satu kelas, berada di perpustakaan yang menjadi favoritnya karena bisa menenangkan dan bisa menghasilkan ketenangan dalam belajar. Mereka selalu ditemani oleh makhluk asing yang tak terlihat.

kitasama.or.id – “Ujian semester sebentar lagi datang, dan kalian masih bolos saat jam sekolah, mau jadi apa kalian nantinya?” Kata Bu Arinal memarahi kelima gadis yang kini sudah berdiri di hadapannya, sengaja Bu Arinal memanggil mereka ke kantor untuk menghadapnya.

“Yaa jadi orang dong Bu, masa jadi hewan!” gerutu Manisa pelan, meski begitu Bu Arinal masih bersikap seolah olah tidak mendengar apa yang barusan Manisa katakan.

Bacaan Lainnya

“Sudahlah Bu, kalau emang Ibu mau menghukum kita hukum saja enggak usah banyak omong.”

“Apa itu yang ada di pikiranmu saat ini?”

“Apa lagi? Apa Ibu mau….” Kirana memotong pembicaraannya, Ia menundukkan kepala, Ia tidak ingin apa yang tidak diinginkannya terjadi atau di lakukan sama Bu Arinal.

Bu Arinal tersenyum nampaknya beliau mulai bisa membaca pikiran muridnya itu.

“Mau apa? Memanggil orang tua kalian ke sini?”

Kirana mengangkat kepalanya, di tatapinya mata Bu Arinal, seolah olah apa yang tidak diinginkannya akan benar benar terjadi.

“Bukankah itu yang akan di lakukan semua guru jika ada muridnya yang melanggar peraturan atau bolos sekolah?”

“Jika memang Ibu mau memanggil orang tua kita kesini panggil saja, toh orang tua ku enggak bakalan bisa datang karena mereka sekarang ada di luar kota.” Kata Yuan membicarakan keberadaan kedua orang tuanya, dan untuk saat ini dia hanya tinggal di rumah dengan neneknya, karena kakeknya sudah lama meninggal.

“Kalau orang tua ku mah, sibuk kerja, kerja, dan kerja.” Nella mulai menyahut

“Jadi benar, Ibu mau memanggil orang tua kita kesini? Jangan dong bu…, lebih baik Ibu menghukum kita saja, tapi jangan sampai memanggil orang tua kita kesini!” Syifa memohon, hanya dia yang tak ingin jika orang tuanya di panggil ke sekolahan.

Sementara Manisa terlihat komat kamit entah apa yang dia bicarakan, Bu Arinal mencoba mengabaikan tingkahnya.

“Apa dengan memanggil orang tua kalian kesini bisa merubah perilaku kalian?”

Bu Arinal menatapi satu persatu wajah kelima muridnya, mereka terlihat menduduk meski akhirnya Syifa mengangkat kepalanya.

“Jadi.. Ibu tidak akan memanggil orang tua kita kesini?” Tanya Syifa yang mulai memasang aura senang.

“Tidak!”

“Lalu, hukuman apa yang akan Ibu berikan pada kita? Membersihkan ruangan yang tak terpakai itu lagi? Seluruh ruang kelas? Atau membersihkan taman sekolah?”

Semua terheran heran mendengar pernyataan Syifa yang menawarkan hukuman yang harus di berikan Bu Arinal pada mereka.

“Tidak, Saya tidak akan menghukum kalian.”

Semua menatap wajah Bu Arinal tak percaya kalau guru itu akan membebaskan mereka dari hukuman. Menjadi pusat perhatian Bu Arinal pun tersenyum.

“Saya minta pada kalian untuk merenungi kesalahan kalian, jadilah gadis yang baik yang taat pada peraturan sekolah, jangan mentang mentang kalian anak orang kaya atau paling di takuti di sekolahan ini kalian bisa berbuat seenaknya.” Terang Bu Arinal yang membuat wajah kelima muridnya itu kembali menekuk.

“Mulai besok dan seterusnya Saya tidak ingin kalian melakukan kesalahan lagi, sekarang kembalilah ke kelas.”

Masih dengan wajah menunduk, mereka mengangguk dan keluar dari ruangan Bu Arinal.

★★★

Ulangan semester ganjil telah tiba, dan hari ini adalah hari terakhir ulangan.

 “Manisa, tolong nanti bawa kertas kertas ulangan ini ke ruangan saya!”

“Jangan Saya bu, Kirana saja.” Bantah Manisa sambil menunjuk ke arah Kirana yang Satu ruangan dengannya, sementara Nella, Syifa dan Yuan berada di satu ruangan yang berbeda.

Kirana melirik ke arah Manisa, karena sudah melempar tugas yang di berikan Bu Arinal padanya, Manisa tersenyum memandang wajah sahabatnya. Bu Arinal hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Manisa.

“Saya menyuruh Kamu, kenapa Kamu malah melemparnya pada Kirana?”

“Males Buuu..”

“Ya sudah, Kirana tolong nanti bawa kertas kertas ini ke ruangan Saya ya!”

“Ya Bu.”

Bu Arinal segera keluar ruangan dan di ikuti Kirana setelah beberapa saat Ia merapikan dan membedakan antara kertas ulangan dan lembar jawaban.

Sampai di ruang guru Kirana tidak melihat Bu Arinal berada di meja kerjanya, setelah meletakkan kertas ulangan dan lembar jawaban ke meja Bu Arinal pandangan Kirana tertuju pada sesuatu yang menyelinap di buku tebal yang sering di bawa Bu Arinal saat mengajar, karena penasaran Kirana pun menariknya. Sebuah foto lima gadis yang tengah duduk di taman sekolah, mata Kirana terkejut tak percaya karena salah satu dari ke lima gadis itu adalah gadis yang fotonya Ia temukan di ruangan yang sudah tak terpakai tempo hari.

“Kirana!”

Panggilan Bu Arinal nampaknya mengagetkan dirinya.

“Ada apa Kir?”

“Siapa mereka Bu?” Tanya Kirana yang masih memandangi foto di tangannya itu.

“Mereka teman teman saya.”

“Apa salah satu di antara mereka ada yang meninggal Bu?”

“Hahh?” Tanya Bu Arinal seakan menyuruh Kirana untuk mengulangi pertanyaannya kembali, Kirana tersadar tak seharusnya Ia mengatakan hal itu pada Bu Arinal.

“Ah, Tidak ada apa apa Bu.” Jawab Kirana, tangannya masih memegang foto yang diambilnya dari buku Bu Arinal.

“Maaf Bu!” Kata Kirana sambil mengembalikan foto yang di bawanya, Bu Arinal hanya menganggukkan kepala dan melihat Kirana keluar dari ruangannya.

 Melihat foto yang Ia temukan tersalip di buku Bu Arinal membuat Kirana yakin kalau foto gadis yang Ia temukan masih ada kaitannya dengan Bu Arinal, atau.. memang ada yang tidak beres dengan ruangan tak terpakai itu.

“Kirana!!!!” Panggil teman temannya saat mereka kumpul ditaman sekolah, karena dari tadi pandangan Kirana tertuju pada ruangan yang sudah tak terpakai itu.

“Kamu kenapa sih Kir, akhir akhir ini kamu sering ngelamun.?” Tanya Syifa penasaran

“Iya, kenapa sih?” lanjut Yuan, sementara Nella hanya enak enakan makan, dan sikap Manisa yang bodoh amat.

“Entah kenapa Aku merasa ada yang tidak beres dengan ruangan itu.”

“Maksudmu ruangan yang tak terpakai itu?”

Kirana hanya mengangguk.

“Haalaaaa.. itu Cuma ruangan yang tidak terpakai, tidak ada apa apa disana.”

“Itu yang tidak kamu tahu Manisa.!”

“Memang apa yang kamu tahu tentang ruangan itu?”

Kirana menatapi wajah sahabatnya secara bergantian, Ia pun menunjukkan foto yang di temukannya ke hadapan teman temannya.

“Foto siapa ini?” Nella mengajukan pertanyaan setelah beberpa saat memasukkan makanan ke mulutnya.

“Iya foto siapa ini Kir?”

Kirana hanya menggeleng gelengkan kepala.

“Kalau tidak tahu kenapa Kamu menunjukkannya pada kita? Tanya Manisa, yang lain mengangguk anggukkan kepala setuju dengan pertanyaan Manisa.

“Jadi.. kemarin Aku tidak sengaja melihat foto yang terselip di bukunya Bu Arinal, lima gadis sedang foto bersama”

“Lima, berarti sama kayak kita dong.” kata Syifa

“Ya, dan salah satu dari kelima gadis itu adalah gadis yang ada di foto ini.”

“Lalu?”

“Aku merasa kalau gadis yang ada di foto ini masih ada hubungannya dengan Bu Arinal.”

“Kalau kamu merasa seperti itu, kenapa tidak tanya langsung saja sama Bu Arinal?”

“Kalaupun Aku tanya, Bu Arinal pasti enggak bakalan menjawabnya Saaa…”

Manisa mengambil foto itu, di tatapinya foto itu dengan seksama. Tapi tak ada apa di pikirannya.

“Ehh besok hari minggu kan?” kata Kirana seakan Ia telah memikirkan sebuah rencana.

“Emang kenapa?”

“Kalian mau bantuin Aku kan?”

“Bantuin apa?”

“Besok pagi kita datang kesini.”

“Ngapain?”

Kirana mengambil foto yang sedari tadi berada di tangan  Manisa.

“Kita akan cari tahu siapa gadis yang ada di foto ini.”

“Haaaahhhhhh!!!” kompak semua saling pandang, Kirana tersenyum, semoga saja rencana ini berhasil.

Pos terkait