Oktober 29, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

MUSLIM INDONESIA DAN TANTANGAN PENDIDIKAN 4.0

Oleh : Siti Nursaudah, Praktisi Pendidikan di Yayasan An-Nurdiniyyah. Alumnus Pascasarjana UNISDA Lamongan

Islam di Indonesia merupakan Islam yang terbesar jumlah pemeluknya di seluruh dunia. kurang lebih 200 juta pendudukan Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Islam di Indonesia juga di pandang sebagai Islam yang moderat, yang mampu menerima perubahan dan menghadapi tantangan zaman sesuai kondisi yang ada. Islam di Indonesia merupakan Islam yang sangat berbeda dengan Islam yang telah berkembang di beberapa Negara dewasa ini.

Perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran pendidikan yang telah menjadi basis dan gerakan paling mendasar bagi agama Islam itu sendiri. Dengan mengembangkan pendidikan maka Islam bisa menyambung tali estafet pemikiran dan ajaran yang telah diajarkan sejak zaman Rasulullah hingga sekarang. Sehingga melahirkan sebuah komunitas muslim yang berdaya dan mampu menciptakan sebuah peradaban yang agung, kebudayaan yang mulia dan perilaku masyarakat yang menjadi teladan bagi umat yang lain.

Perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran para pedagang Muslim yang telah masuk di Indonesia dengan memainkan peranan ganda sebagai seorang da’i. Merekalah yang pertama kali mengembangkan Islam di Indonesia dan mengajarkan ajaran Islam kepada masyarakat Jawa tentang ajaran berketuhanan yang baik dan benar, melebihi ajaran ketuhanan agama lainnya. Dengan metode dan strategi yang tepat ajaran para da’i ini diterima dengan lapang dada dan tidak menimbulkan gesekan keras terhadap masyarakat pribumi (Jawa). Para da’i ini kemudian dalam perkembangannya dikenal sebagai julukan wali songo (Sembilan orang mulia disisi Tuhan).

Para Wali Songo inilah yang berjasa dalam membangun masyarakat Islam Indonesia sehingga mampu menjadi Muslim terbesar di dunia. Merekalah yang telah meletakkan pondasi-pondasi pemikiran Islam moderat di Nusantara yang mampu berakulturasi dengan budaya pribumi. Dengan berbagai strategi dan metode pengajaran dan pendidikan yang diterapkannya Wali Songo mampu menciptakan masyarakat Islam di Nusantara yang lebih religius dan bahkan menjadi pondasi utama bagi keberadaan Muslim di Asia Tenggara (meliputi semenanjung Malaysia, Fatani-Thailand, Mindanao-Filipina dan Indo-Cina).

Sebagai seorang da’i yang mempunyai tugas menyebarkan dan mengembangkan agama Islam tentu para Wali Songo telah membangun sistem pendidikan Islam dan lembaganya yang sangat modern di zamannya. Karena disamping mampu menyebarkan Islam secara masif dan menjadi mayoritas pemeluknya juga mampu menyatukan berbagai kebudayaan pribumi menjadi kebudayaan Islam. Wali Songo dengan strategi pendidikan Islamnya bisa menyatukan sebuah perbedaan budaya yang lahir dari agama lama masyarakat pribumi dengan nuansa baru Islam yang sangat asing bagi mereka. Hasilnya, dewasa ini Indonesia merupakan masyarakat yang mayoritas muslim terbesar di dunia dan Islam yang paling moderat, toleran, dan cinta damai.

Masyarakat muslim di Indonesia dewasa ini dihadapkan pada tantangan zaman yang sangat kompleks, sebuah era industri baru yang melibatkan peran internet dalam segala bidang. Fungsi robot akan menggantikan posisi manusia sebagai makhluk sosial, yang melupakan hakekat dirinya bersosialisasi dan bertatap muka dengan sesama. Dimana hal itu telah tergantikan dengan fokus diri dihadapan komputer, smartphone, gadget, yang di dalamnya sudah tersambung dengan internet, yang dilakukan hanya untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu senggang (main game dan berkoar-koar dalam media facebook, whatsapp, twitter, dan instragram).

Fungsi internet dewasa ini benar-benar sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat Muslim Indonesia dan masuk dalam ranah bidang-bidang yang tak terjangkau sebelumnya. Mulai dari ekonomi, budaya, industri, hiburan, politik, hukum, dan juga pendidikan serta bidang-bidang lainnya. Semua melebur menjadi satu dalam internet dan menjadi bagian penting dari kehidupan itu sendiri. Bahkan kehidupan yang sesungguhnya telah lenyap dalam kehidupan semu di dalam internet dan menjadi samar dengan kehidupan aslinya. Zaman dominasi internet dalam kehidupan inilah yang disebut dengan era industri 4.0 atau revolusi industri 4.0.

Bagi umat Islam Indonesia, khususnya pada ranah pendidikan Islam lahirnya era industri 4.0 ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perkembangannya. Jika mampu merespon secara bijak dan arif tentu keberadaan era industry 4.0 ini akan menjadi peluang bagi perkembangan masyarakat muslim menjadi lebih baik dan lebih religius. Sebaliknya, jika muslim di Indonesia gagal merespon dan memakai metode yang salah dalam menghadapinya tentu akan menjadi boomerang yang merusak sendi-sendi agama Islam itu sendiri.