Oktober 29, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

MEMBONGKAR KEISTIMEWAAN KITAB TA’LIM MUTA’ALIM KARYA AZ-ZARNUJI

Oleh :

Ahmad Syariful Wafa

Pengurus PCNU Tuban dan Praktisi Ahlussunnah waljama’ah

Dari sekian banyak sunnah Rosulillah Nabi Muhammad SAW adalah mengikuti seruanya mencari ilmu, Rasulullah SAW bersabda; “Mencari ilmu itu di wajibkan bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan” oleh sebab itu, wahyu yang pertama kali turunpun juga tentang perintah mencari ilmu, iqro’ atau perintah membaca adalah kata pertama dari wahyu pertama yang di terima oleh Nabi Muhammad SAW, kata ini sedemikian pentingnya sehingga di ulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.

Mungkin mengherankan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunya al-Qur’an, namun, keheranan ini akan sirna jika disadari arti iqro’ dan disadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad SAW semata-mata, tetapi juga untuk umat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan karena realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka ilmu pengetahuan dan jalan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Karena itu dalam penulisan tesis kali ini, penulis  tertarik untuk  mengangkat permasalahan etika dalam belajar dan metode belajar yang menjadi tuntunan Nabi Muhammad SAW dalam sunnah-sunnahnya, dengan tema “Etika dan Metode Pembelajaran Menurut Pandangan Syeikh Al-Zarnuji”. Tema ini penulis ambil dari arti judul kitab tulisan Syeikh Zarnuji, yang di paparkan dengan gamblang dan jelas di dalam kitab tulisanya yang di beri judul “Ta’limul Muta’llim Thoriqot Ta’llum” artinya “mendidik pelajar cara belajar”.  Al Zarnuji, dalam pandanganya, acap kali mendasarkan pikiran-pikiranya tentang etika dan cara belajar pada firman Allah SWT dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dan atau juga pendapat para ulama.

Setelah penulis mengamati tentang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ternyata telah cukup banyak membawa peradaban manusia ke puncak prestasi positif  yang gemilang di segala bidang, seperti sains, ekonomi, hukum, politik, pendidikan, sosial budaya dan lain lain. Akan tetapi kemajuan tersebut juga telah nyata-nyata membawa dampak negatif yaitu di antaranya kemerosotan akhlak, rusaknya moral budaya masyarakat, pergaulan bebas, dan semakin menjauhnya prilaku masyarakat dari nilai nilai agama, utamanya yang di akibatkan oleh kemajuan teknologi transportasi dan teknologi informatika.

Dampak positif kemajuan teknologi transportasi di antaranya adalah memudahkan umat manusia pada umumnya dan para pelajar pada hususnya, untuk lebih cepat mencapai jarak tujuan yang diinginkan, sehingga masyarakat dan  para pelajar bisa lebih gampang dan cepat untuk mencapai sasaran yang diinginkan atau tempat sumber sumber belajar dan pusat-pusat pembelajaran yang berkualitas di manapun letak geografisnya, persoalan transportasi yang selama ini cukup mengganggu para pelajar dalam mencapai tujuan telah menyebabkan tersitanya waktu yang panjang perjalananya menuju tempat belajar, sekarang sudah bisa di atasi dengan alat-alat transportasi yang sesuai dengan kebutuhan medan tempuh yang diinginkan, dengan teknologi transportasi  pula jarak yang jauh bisa diperpendek waktu tempuhnya, sehingga banyak manfaat waktu yang bisa dihemat dan dimanfaatkan untuk belajar dan yang lainya, khususnya untuk balajar lebih maksimal. Begitu juga dengan kemajuan teknologi informatika, setiap insan bebas mengakses informasi apapun tanpa batas, utamanya perkembangan ilmu dan teknologi.

Dengan teknologi informatika pula, para pelajar bisa lebih banyak mendapatkan informasi perkembangan ilmu pengetahuan, sumber-sumber belajar, kawan belajar, dan bahkan beradu wacana dan penemuan teori ilmu pengetahuan apapun. sebagai pemerhati pendidikan, penulis tentu berharap sekiranya kemajuan teknologi-teknologi dapat merangsang para pelajar untuk lebih giat dan rajin belajar sehingga kemajuan-kemajuan tersebut mampu memberikan manfaat dan maslahah seluas luasnya bagi peradaban manusia di abad ini terutama bagi para pencari ilmu,  karena faktanya kemajuan tersebut memang banyak sekali manfaat, maslahah dan sisi positifnya.

Akan tetapi kemajuan-kemajuan tersebut ternyata juga mengandung resiko dan dampak negatif yang tidak kalah hebatnya di banding dengan manfaat dan dampak positifnya, terutama bagi kalangan anak muda dan para pelajar. Misalnya kemajuan teknologi transportasi dan informatika di pergunakan untuk mempermudah pergaulan bebas, maraknya perdagangan sabu-sabu dan miras, beredarnya video porno yang di perankan oleh para muda dan anak pelajar bahkan kadang-kadang di perankan oleh orang-orang terdidik atau anak kecil yang belum dewasa, tentu hal ini memprihatinkan kita semua, gaya pacaran anak muda dan para pelajar yang cukup menghawatirkan karena telah nyata sering terjadi hamil di luar nikah dan dalam kondisi status mereka sebagai pelajar, hal inilah yang menyebabkan  banyak para pencari ilmu di zaman ini yang gagal total dalam belajarnya karena tidak mampu memanfaatkan dampak positif dari kemajuan teknologi transportasi dan informatika tersebut, sebaliknya mereka malah terpasung dan terlena dengan mudlorrot dan dampak negatifnya.

Banyak  pelajar yang telah mencurahkan segenap potensinya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, namun ternyata  hasilnya tidak seperti yang di harapkan, ada sebagian dari mereka yang tidak berhasil mendapatkan ilmu yang di carinya, ada juga yang  berhasil meraih ilmunya tapi tidak dapat meraih manfaat dari ilmu tersebut, serta ada yang berhasil meraih ilmu yang di carinya akan tetapi tidak dapat meraih buahnya ilmu tersebut yaitu amal sholeh dan mengamalkanya untuk kemashlahatan bagi yang lain. Hal itu tidak lain dikarenakan mereka telah melakukan pengabaian dalam etika dan tidak menggunakan metode belajar yang baik dan benar, mereka meninggalkan etika, meninggalkan metode belajar. Padahal barang siapa yang mengabaikan etika dan salah menggunakan metode maka akan salah jalan dan tidak dapat meraih apapun yang menjadi tujuanya baik sedikit ataupun banyak, hemat penulis, etika belajar memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan pelajar memiliki karakter dan prilaku ahlaqul karimah, ahlaqul karimah dalam arti sempit tata krama dalam belajar di yakini memiliki pengaruh keberkahan tersendiri yang cukup signifikan sekalipun sulit di ukur, karena hanya dengan etika (tata krama dalam belajar), pelajar dapat menghormati ilmu dan orang yang berilmu sehingga dengan demikian seorang pelajar tadi akan menjadi  manusia  terhormat dan mulia di sisi Allah SWT dan di hadapan mahluk lainya, sedangkan metode belajar berguna untuk memberi petunjuk tentang strategi dan cara-cara yang benar dalam belajar sehingga dengan demikian seorang pelajar dapat merencanakan proses belajar yang tepat sasaran, termasuk menentukan target dan cita-cita yang diinginkan, demikian halnya seorang pelajar juga dapat sukses meraih ilmu yang di pelajari sehingga harapanya sukses pula dalam mengamalkanya.

Al Zarnuji, dalam tulisanya yang di muat secara gamblang di dalam kitab “Ta’limul Muta’allim Thoriqotta’allum” menggambarkan secara lengkap tentang etika seorang pelajar dan metode belajar yang sangat baik untuk diketahui dan dipelajari oleh para pelajar, lalu dipedomani dalam perjalanan tolabul ilmi dan proses balajarnya, agar setiap ilmu yang dipelajari dapat difahami secara tuntas dan diamalkan dengan sebaik-baiknya.  Ilmu itu seharusnya memiliki bobot dan efek manfa’at, bukan hanya bagi si pelajar itu sendiri tetapi juga memberi manfa’at pada yang lainya, membawa keberkahan dunia dan ahirat sebagaimana pepatah mengatakan ilmu yang tidak diamalkan (tidak memberi manfaat) bagi orang lain maka seperti pohon yang tidak berbuah.

Karena dalam teorinya Az-Zarnuji yang di tulis di dalam kitab ta’limul muta’allim, tolabul ilmi itu harus diorientasikan pada pengabdian kepada Allah SWT untuk kemaslahatan manusia dan alam semesta sebagaimana tersirat dalam firman Allah SWT; iqro’ bismi robbika; bacalah dengan atas nama Tuhanmu, di antara pengertian membaca atas nama tuhan adalah belajar, mencari ilmu, dan meraih ilmu untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi alam semesta (rohmatan lil’aalamiin), rahmat bagi seluruh alam semesta.

Penulis sangat tertarik melakukan penelitian terhadap kitab Ta’limul Muta’llim Toriqotta’allum karangan Syeikh Al-Zarnuji dalam penulisan tesis kali ini, sebagai syarat untuk memperoleh gelar magister pendidikan agama Islam, meskipun kitab ini mungkin sudah banyak yang menelitinya, dengan alasan-alasan diantaranya sebagai berikut : karena kitab ini begitu banyak di pelajari hampir di seluruh pondok–pondok pesantren, utamanya pesantren yang dimiliki oleh para kyai NU, bahkan menjadi kitab yang wajib dipelajari dan dipedomani oleh seluruh komunitas pesantren, menurut hemat penulis kitab ini begitu fenomenal dan kuat pengaruhnya dalam mensetting etika perilaku para santri yang tekun belajar, berakhlaqul karimah, sopan santun dalam bersikap dan bertutur kata, rajin mengaji, semangat pengabdian dan ikhlas beramal.

Penulis ingin sekali menjelaskan kepada halayak umum utamanya para pelajar, tentang etika dan  metode belajar  menurut Syeikh Al-Zarnuji, agar para pelajar di luar pesantren juga dapat menikmati teori dan hazanah keilmuan tentang etika dan metode belajarnya para santri di pesantren, yang terbukti sudah cukup berhasil mendidik para santri tentang ilmu ilmu kepesantrenan baik yang berhubungan dengan kebutuhan kehidupan di dunia, maupun yang berhubungan dengan kehidupan di ahirat kelak, bahkan hemat penulis, tulisan Al-Zarnuji inilah yang paling berpengaruh dalam pembentukan prilaku akhlak dan karakter para santri di banding dengan kitab kitab lain yang di kaji dan di pelajari di pesantren, memang kitab ini kalau di lihat dari segi bentuk fisik termasuk kitab yang dalam katagori kitab kecil dan kalau di tinjau dari sisi isi kandunganya memuat hal hal yang standart ilmu etika yang paling minimal tapi sangat fundamental sehingga manfaatnya begitu besar dalam membangun prilaku akhlaqul karimah, budi pekerti yang luhur bagi para santri yang mempelajari dan mengamalkanya karena menjadi dasar pembentukan karakter santri atau pelajar.

Apalagi kini eranya pendidikan karakter dengan bertumpu pada undang-undang sisdiknas no 20 tahun 2003 dengan bersandar pada kurikulum 2013, maka menurut hemat penulis teori belajar ala Ta’limul Muta’allim Toriqotta’allum layak di ketengahkan, agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai lebih sempurna.

Yang membedakan penelitian penulis terhadap kitab Ta’limul Muta’allim Toriqotta’allum pada penulisan tesis kali dengan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh para penulis yang lain adalah terletak pada tela’ah terhadap kitab tersebut, dengan tela’ah kitab Ta’limul Muta’allim sebagaimana tiap-tiap  pembahasan yang secara berantai dari satu bab ke bab berikutnya sampai tuntas secara apa adanya, maka akan di dapatkan gambaran etika balajar dan metode balajar menurut Az-Zarnuji secara utuh, sehingga hasil penulisan tesis ini dapat menggambarkan isi dan kandungan kitab Ta’limul Muta’llim dengan jelas, gamblang dan tidak berbelit-belit agar pembaca bisa dengan mudah memahami dan mempelajari hasil penelitian ini.