Membangun Diri Hari ini dan Menghiasi Diri Untuk Masa Depan dengan tetap Mengkonsumsi Makanan Halal

Orang yang selalu mengkonsumsi makanan yang halal juga bisa memberikan ketenangan dalam beribadah, ketentraman dalam berdzikir, kebahagiaan dalam berkeluarga, dan kenyamanan dalam persahabatan. Orang yang selalu makan makanan halal akan terbiasa dengan hal-hal yang baik dan akan dengan sendirinya terhindar dari hal-hal yang buruk.

JAKARTA. KITASAMA.OR.ID – Apa yang ada di dunia ini, semuanya diciptakan oleh Allah hanya untuk manusia. Manusia bebas dan leluasa untuk mengelolanya dan menikmatinya. Mulai dari tumbuh-tumbuhan sampai binatang di darat dan di laut.

Akan tetapi Allah memberikan batasan apa-apa yang ada di bumi bisa dimakan dan dinikmati oleh manusia hanya sesuatu yang diperbolehkan atau dihalalkan saja.

Bacaan Lainnya

Makanan yang halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh Allah yang keterangannya tertulis jelas di dalam al-Qur’an atau Hadits Rasulullah. Jika di dalam al-Qur’an ada keterangan yang memperobolehkan untuk dimakan maka hal itu diperbolehkan untuk dimakan.

Makanan yang halal ada dua jenis, (1) makanan yang halal karena jenisnya dan (2) makanan halal karena cara memperolehnya.

Makanan yang halal karena jenisnya seperti buah-buahan, sayur-sayuran, daging hewan yang halal, air, dan lain-lain.

Sedangkan makanan yang halal karena cara memperolehnya adalah makanan itu diperoleh dengan cara-cara yang baik, seperti dari hasil perdagangan, menanam di sawah, mengambil di laut atau sungai, dan memetik di kebun.

Orang yang rajin menikmati makanan yang halal akan terjaga hatinya dari sifat buruk, perilakunya dijaga dari sifat jahat, pikirannya terjaga untuk selalu tenang, pergaulannya didekatkan dengan orang-orang yang baik.

Orang yang selalu mengkonsumsi makanan yang halal juga bisa memberikan ketenangan dalam beribadah, ketentraman dalam berdzikir, kebahagiaan dalam berkeluarga, dan kenyamanan dalam persahabatan. Orang yang selalu makan makanan halal akan terbiasa dengan hal-hal yang baik dan akan dengan sendirinya terhindar dari hal-hal yang buruk.

Para nabi, para rasul, para wali (kekasih Allah), para ulama-ulama yang cerdas dan para ahli ibadah adalah orang-orang yang selalu menjaga dirinya untuk mengkonsumsi hanya pada makanan yang halal. Merekalah orang-orang mulia dan berderajad tinggi disisi Allah, dan hanya merekalah yang harus diiikuti dan diteladani perilakunya oleh semua orang di dunia ini.

Seorang pemuda yang ingin memiliki kecerdasan pikiran, kejernihan hati, dan perilaku yang mulia harus menjaga dirinya selalu menikmati makanan-makanan yang halal. Hanya makanan yang diperbolehkan oleh Allah sajalah yang bisa dimasukan ke mulutnya dan ke perutnya.

Seorang anak yang masih sekolah dan masih mengaji, di pesantren atau di masjid-musholla jika ingin memiliki kecerdasan pikiran, kejernihan hati, dan perilaku yang mulia harus menjaga dirinya selalu menikmati makanan-makanan yang halal. Hanya makanan yang diperbolehkan oleh Allah sajalah yang bisa dimasukan ke mulutnya dan ke perutnya.

Kendati diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang halal, tetap saja mengkonsumsinya tidak diperbolehkan berlebihan, harus secukupnya perutnya saja dan tidak sampai lebih dari sepertiga dari perutnya.

Memakanan makanan yang halal tidak diperbolehkan mengikuti hawa nafsunya, tidak diperbolehkan memakan dengan dorongan rakus, gerangsang, dan mengikuti selera mulutnya saja. Kebanyakan memakan makanan yang halal yang berlebihan akan berakibat pada munculnya penyakit di dalam tubuh, seperti penyakit stroke, gula darah naik, darang tinggi, koletrol tinggi, menyebabkan ambien dan lain-lain. (Moh. Syihabuddin)

Pos terkait