Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

MATAHARI AKAN TERUS TERBIT DAN TENGGELAM

Oleh :

Tutiyani Tasman

Cerpenis Muda Tuban

 

Matahari akan terus terbit dan tenggelam. Waktu, tidak akan pernah berhenti hanya untuk menunggumu yang masih berdiam. Bergerak sekarang juga. Ikuti alur yang ada. Entah belokan, entah jalan lurus. Entah itu bertemu sungai, entah itu bertemu jurang. Hadapi dengan lantang.

                                                                        ***

Terjembab dalam lubang keputusasaan. Gagal memaknai kehidupan yang sudah lama berjalan. Seperti salah dalam menentukan arah. Semuanya terlihat seperti persimpangan. Apa yang ada diujung jalan sana masih belum bisa diterka. Entah itu sebuah sungai dengan batu-batuan cantik dan suara kepakan sirip ikan. Entah pula jurang yang memiliki dasar batu cadas mematikan. Entah yang mana.

Semuanya masih sulit untuk ditebak. Inginnya hati mengalami yang indah-indah saja. Terbebas dari rasa khawatir yang mengundang getir. Tapi kehidupan ini tidak akan pernah seperti itu. Ada gelap dan terang yang akan mewarnainya.

Sayangnya diri ini sering berlama-lama dalam suasana malas. Sering bertemu dengan penundaan. “Ah nanti kan juga bisa”. Selalu ada alasan untuk menunda dan berpaling dari berbagai macam problema.

Sudah banyak kumpulan video motivasi dan kata-kata untuk membangkitkan gairah mencapai tujuan yang lebih jelas. Namun tetap saja, semuanya hanya bertahan tidak lebih dari ukuran jam.

Tidak malu dengan banyaknya kabar baik dari teman yang sudah diterima. “Itu si A kemaren kesini, eh si B dapet penghargaan ini”. Semua kabar baik dari mereka terus-terusan datang. Diri ini masih belum banyak perubahan. Masih minim pencapaian. Masih miskin kebanggaan.

Mimpi-mimpi yang tersusun tidak pernah bertahan lama. Tidak konsisten, begitu kata orang tua. Kurang fokus, nasehat mereka. Hanya malas, hati nurani akhirnya mulai berbicara.

Mau sampai kapan terus-terusan berkemul dengan zona nyaman. Takut bersaing dengan dunia luar. Memandang remeh orang lain, tapi kenyataan diri lebih rendah dari mereka.

Duhai diri, hidup tidak sebercanda itu untuk kau mainkan. Sudah cukup masa-masa malas di atas kasurmu. Sudah cukup rerentetan alasan yang kau buat. Sudah cukup bualan-bualan itu.

Matahari akan terus terbit dan tenggelam. Waktu, tidak akan pernah berhenti hanya untuk menunggumu yang masih berdiam. Bergerak sekarang juga. Ikuti alur yang ada. Entah belokan, entah jalan lurus. Entah itu bertemu sungai, entah itu bertemu jurang. Hadapi dengan lantang.

Bersahabatlah dengan rintangan. Jadikan halangan sebagai teman. Mereka akan baik padamu, tidak akan menyusahkanmu. Kerjasama dengan mereka semua.

Umur memang akan semakin menua, tapi tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki semua yang terlewat.

Jika kau masih bingung membuat rencana, tidak apa. Jalani saja semuanya, apa-apa yang menjadi tanggung jawabmu. Nanti di pesimpangan jalan selanjutnya, kau akan bertemu dengan mimpi-mimpimu kembali. Di sanalah kau harus memilih jalan. Ke kiri atau ke kanan. Kau akan memutuskan. Saat itu tiba, kau tidak akan lagi menemui dirimu yang tidak serius mewujudkan jalan yang sudah kau tentukan.

Bergegaslah segera. Matahari sebentar lagi akan meninggi. Jangan kau tunggu hari esok datang lagi. Bergerak mulai dari saat ini. Tidak perlu tergesa-gesa. Tapi jangan pula terlalu lambat dalam semuanya. Berjalan mengikuti irama kehidupan yang telah tersedia.

Nah, tunggu apa lagi, mulailah dengan pagi ini. Secangkir kopi hangat di hari Sabtu pagi ini ,akan menemani awal langkah baru yang telah kau pilih. Selamat berjuang. Sampai jumpa di puncak kemenangan.