Masa Kecil adalah Masa Depan, Masa Depan Selalu Merupakan Bentukan dari Masa Kecil

Kebiasaan masa kecil akan selalu menjadi pembawaan dan bentukan bagi setiap orang di masa depan. Jika masa kecilnya akrab dengan keilmuan maka saat dewasa di masa depan pasti akan terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan

KITASAMA.OR.ID – Masa kecil yang dijalani oleh setiap manusia adalah cermin dari masa depan yang akan dijalaninya. Jika masa kecilnya dijalani dengan menuai kebaikan dan banyak menikmati kebijaksanaan serta memperoleh ilmu pengetahuan maka kelak di masa depannya pasti akan terbentuk menjadi manusia yang bermanfaat dan banyak memberikan sumbangsi bagi peningkatan kehidupan orang lain.

Namun sebaliknya, masa kecil yang penuh penderitaan dan tidak menikmati melimpahnya ilmu pengetahuan akan menjadikan sosok manusia yang bodoh dan tidak bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Bacaan Lainnya

Kelak jika sudah mengalami masa-masa dewasa dan masa tua kisah-kisah masa kecil dan keindahannya akan menjadi cerita yang terus diulang dan diceritakan kepada generasi dibawahnya. Tapi jika tidak mempunyai wawasan dan keilmuan, apa yang akan diceritakannya? Kecuali kalau bukan hal-hal bodoh yang tidak memberikan manfaat sama sekali. Maksimal, orang bodoh akan bercerita tentang pekerjaannya dulu dan uang yang diperolehnya.

Oleh sebab itulah beberapa hal yang penting untuk dilakukan oleh setiap orang adalah membangun masa kecil sebaik mungkin dan sebahagia mungkin, karena semua itu akan menjadi titik pijak untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Kaitannya dengan membangun masa kecil ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan anagan-anagan yang mendalam.

Pertama, Orang tua hendaknya fokus pada kebahagian anak-anaknya dan menciptakan kondisi senang-suka-riang-ceria kepada anak-anaknya agar anaknya tumbuh baik menjadi orang yang baik.

Yang paling utama adalah kondisi rumah dan halaman rumahnya, (tercipta dan terbangun) bisa dimanfaatkan anak-anak untuk berkembang dan tumbuh menjadi orang yang baik.

Karena dilingkungan rumah itulah pertama kali anak-anak dan remaja mendapatkan pendidikannya dan memperoleh kebiasaan pertamanya. Jika yang di dapatkan dari rumah adalah perihal “kebodohan” maka bisa jadi anak itu akan terbentuk dengan “kebodohan itu”.

Akan tetapi jika yang diperoleh di rumah adalah perihal “kebaikan” maka yang akan diperoleh anak-anak adalah “kebaikan” dari rumah itu.

Kedua, Setiap anak harus mengisi kegiatannya dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat, bukan kegiatan yang merusak otak dan membuat stress.

Kegiatan positif itu meliputi pembiasaan-pembiasaan yang baik, berkumpul dengan orang baik, berada di lingkungan yang baik, dan berteman dengan teman-teman yang baik. Tentunya hal ini harus mendapatkan dukungan orang tua dan atau semua pihak di lingkungannya, termasuk negara harus hadir.  

Ketiga, Setiap anak ataupun remaja yang sedang tumbuh dewasa harus menyiapkan dirinya untuk masa depannya dengan banyak membaca buku-buku yang baik, yang bisa meningkatkan kemampuannya dan membangun kebiasaannya yang baik.

Biar bagaimanapun membaca buku yang baik akan menjadi senjata yang ampuh untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Semakin banyak membaca buku maka semakin baik masa depan yang akan dibentuk oleh anak-anak dan para remaja.

Keempat, Melakukan rekreasi atau jalan-jalan ke tempat-tempat yang harus dikenali sejak diri, agar bisa mendapatkan pemahaman di masa depannya, seperti ke masjid, ke gedung-gedung perkantoran negara atau perusahaan swasta, makam para wali, tempat rekreasi yang bersejarah, perpustakaan milik negara atau perguruan tinggi, ke sebuah kampus yang nyaman dan asri, dan tentunya sangat banyak sekali, tergantung kebutuhan atau kesempatannya. (Moh. Syihabuddin)

Pos terkait