LIMA PERKARA YANG MENYEBABKAN BODOH DAN TIDAK BISA BERFIKIR JERNIH

Banyak orang yang mengalami kebodohan dan ketidakmampuannya dalam berfikir jernih dalam menjalani usia kehidupannya. Mereka adalah orang-orang yang kebanyakan melakukan hal-hal yang tidak berguna. Setidaknya, ada lima perkara yang bisa menyebabkan orang-orang itu menjadi bodoh dan tidak memiliki kemampuan berfikir secara jernih, yaitu :

  1. Kebanyakan menonton tontonan.
  2. Kebanyakan tertawa dan bersenda gurau.
  3. Kebanyakan bicara tanpa ujung pangkalnya.
  4. Kebanyakan membicarakan orang lain atau menggunjing.
  5. Sering menunda-nunda waktu sholat dan meninggalkannya.

Pertama, orang yang kebanyakan menonton tontonan, baik itu berupa video di internet atau di televisi. Tujuan dari pada menikmati tontonan ini adalah hiburan, bahkan hiburan yang berlebihan, mulai dari komedi, musik, film aksi, dan sejenis lainnya. Mereka sekedar membuang-buang waktu, mengisi kejenuhan dan kebimbangan hati, yang pada gilirannya pikirannya justru semakin kosong dan tidak bisa melakukan hal-hal yang penting dan utama untuk dilakukan.

Bacaan Lainnya

Kebanyakan melihat tontonan yang tidak berguna hati bisa menjadi keras, pikiran kosong, dan tidak memiliki pemikiran yang bermanfaat untuk dirinya maupun untuk lingkungannya. Jangankan berfikir untuk lingkungannya, berfikir untuk dirinya sendiri saja terkadang orang yang banyak menonton tidak mempunyai bekal yang baik.

Hal ini tentu saja berbeda dengan mereka yang menggunakan tontonan untuk belajar dan menggali informasi dengan kadar waktu yang secukupnya, tidak berlebihan.

Bagi orang yang kecanduan dengan tontonan dia akan menghabiskan waktunya tanpa batas dan tanpa mengetahui perjalanan alam secara bijaksana. Mereka kuat berlama-lama di warung kopi menonton video melalui internet atau berlama-lama seharian penuh di depan televisi di rumahnya.  

Kedua, setali tiga uang dengan yang pertama, kebanyakan tertawa dan bersenda gurau merupakan perkara yang menyebabkan hati menjadi keras, berat dalam mengingat Allah dan keberatan digunakan untuk membaca buku atau mengambil hikmah dari pemikiran para ilmuwan dan ulama.

Ketiga, orang yang kebanyakan bicara tanpa ujung pangkalnya juga menjadikan dirinya menjadi bodoh dan otaknya tumpul. Banyak orang yang kebanyakan omong dan mengobrol tanpa ada tujuan dan capaian yang jelas menyebabkan dia tidak memiliki pengetahuan dan wawasan, bisanya hanya omongan yang ngawur dan pikiran yang kacau.

Orang-orang jenis ini biasanya banyak dijumpai di warung kopi, tempat nongkrong, dan bahkan mungkin juga di tempat-tempat yang seharusnya digunakan belajar, seperti teras masjid atau emperan madrasah. Orang yang banyak bicara sering juga dijumpai pada pelajar yang masal belajar atau santri yang tidak memahami tujuan belajarnya.

Keempat, orang yang kebanyakan membicarakan orang lain, seperti membicarakan kejelekannya, kekurangannya, atau bahkan kesalahan-kesalahannya. Orang yang melakukan hal demikian ini sangat membantu mempercepat kebodhan otaknya dan ketumpulan pikirannya. Mereka tidak akan bisa diajak untuk berfikir dengan jernih dan cenderung mengedepankan nafsunya dan condong pada sifat emosional.

Dan kelima, yang paling utama dalam mengurangi orang menjadi bodoh adalah sering menunda-nunda waktu sholat dan meninggalkannya.

Sholat lima waktu sejatinya merupakan jalan yang telah diberikan oleh Allah untuk manusia agar pikirannya tetap menjadi “manusia” dan tidak lelah dengan tekanan hidup yang dihadapinya. Aktivitas harian hidup membuat manusia semakin tertekan dan hatinya condong pada kehidupan duniawi yang “kotor”. Oleh sebab itulah sholat merupakan sebuah kebutuhan utama bagi manusia untuk membersihkan secara “spontan” kotoran yang ada dalam hati dan pikirannya.

Dengan menunda-nunda sholat, apalagi meninggalkannya tentunya hal itu akan mempercepat tumpulnya otak dan ketidakmampuan berfikir secara jernih dalam menyelesaikan masalah.  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *