Lima Aset Kunci Pertama Mengawali Membangun Sebuah Peradaban Manusia (Kapan dan Dimana saja) Risalah Sarang Lebah ke-8

Kehadiran pusat ilmu pengetahuan dan pusat pembelajaran adalah salah satu aset pertama dari lima, untuk memulai membangun sebuah peradaban pertama, baik untuk mengawali membangun desa, pesantren atau perkotaan. Pusat Pembelejaran dan pengetahuan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar setiap orang yang hadir dan datang ke tempat tersebut mendapatkan sesuatu yang bermanfaat dan berguna

kitasama.or.id – Membangun sebuah peradaban manusia bisa dimulai dengan mempersiapkan lima hal yang menjadi kunci utama berdirinya sebuah peradaban, yaitu:

  1. Sumber Air
  2. Tanah yang Kokoh
  3. Tempat Berdzikir
  4. Pusat Pengetahuan dan Pembelajaran
  5. Pasar

Pertama, adanya sumber air akan mempermudah untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan beribadah. Memasak, mandi, bersuci, dan bahkan membangun rumah dan lahan pertanian membutuhkan kemudahan air yang mengalir dan mudah diperoleh.

Bacaan Lainnya

Tidak heran jika yang pertama kali membentuk kota Mekkah sebagai pusat perdagangan adalah sumur zam-zam. Para wali songo di tanah Jawa, setiap menetap dan menempati suatu tempat pasti akan membuat sumur (semua wali songo mempunyai sumur atau sendang sebagai sumber air). Peradaban yang berkembang pesat pasti bermula dari sungai atau pesisir pantai.

Adanya sumber air kelak akan mendorong kegiatan lainnya, seperti pembangunan jalan, pembangunan permukiman, pembangunan saluran pembuangan dan menghidupkan pertanian sebagai sumber makanan.

Kedua, tanah adalah tempat berpijak manusia dan tempat manusia memulai membangun permukiman. Tanah yang kokoh menjadi syarat utama bagi sekelompok manusia untuk menempati dan bisa nyaman menjalani kehidupannya.

Tanah yang rusak akibat bencana, kekeringan, rawan longsor, bergerak patah-patah dan tidak subur akan menjadi tempat yang berbahaya dan tidak cocok untuk ditempati oleh manusia, sehingga tanah yang demikian ini tidak cocok untuk digunakan untuk memulai sebuah peradaban.

Peradaban yang besar selalu dimulai ditempat-tempat yang tanahnya kokoh dan terlindungi dari bencana alam. Bisa di perbukitan, lembah yang subur, pesisir yang sejuk, dan hutan yang rindang, tergantung situasi dan kondisi yang ditemukan oleh sekelompok masyarakat.

Ketiga, semua peradaban di dunia tidak akan pernah meninggalkan untuk mendirikan tempat sebagai sarana menyembah kepada Yang Maha Esa, tempat suci. Semua peradaban pasti membangun kuil atau tempat pemujaan untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan Tuhan agar manusia bisa menyampaikan keluhannya dan memohon keselamatan.

Adanya tempat berdzikir mutlak hukumnya untuk memulai sebuah peradaban. Ia harus ada dan didirikan sebagai tempat yang suci dan disucikan, sebagai sarana untuk menyambungkan diri sebagai manusia menuju ke eksistensi Tuhan Yang Maha Tinggi. Ia bisa berbentuk masjid, surau, atau sekedar musholla.

Sepanjang peradaban manusia yang sudah lama berdiri banyak tempat-tempat yang disucikan menjadi pusat penyembahan dan berdzikir. Di Mekkah ada Ka’bah, di Jawa ada Borobudur dan Candi lainnya, di tanah Amerika ada Machupichu, di Mesir ada Piramida, dan Persia ada kuil-kuil majusi, dan seterusnya. Semuanya didirikan dalam rangka untuk mendukung manusia agar bisa mendekat dengan kekuatan Yang Maha Dasyat, berharap peradaban yang dibangunnya terpelihara.

Keempat, perkembangan peradaban manusia sudah banyak direkam (dicatat) dalam tulisan dan naskah-naskah. Naskah-naskah itu harus dipelajari kembali untuk digunakan sebagai modal membangun sumberdaya manusia dan mengisi peradaban. Adanya pusat pengetahuan dan pembelajaran yang berfungsi sebagai sarana mempelajari naskah-naskah dan pengetahuan yang sudah ada menjadi hal yang sangat penting untuk memulai sebuah peradaban.

Dengan demikian, adanya madrasah, perpustakan, taman bacaan, dan masjid yang menyimpan beragam naskah-naskah atau kitab-kitab merupakan hal yang penting untuk membangun peradaban. Disitulah para guru, para pemikir, para pelajar, dan santri akan menekuni semua naskah dan akan membaca banyak naskah dari buku-buku yang akan menjadi modal untuk mengisi peradaban.

Biaya untuk membangun perpustakaan dan tempat belajar memang tidak murah, namun ia harus tetap ada dan harus dibangun sebagai penunjang kemajuan dan peningkatan kemampuan masyarakat.

Danyang kelima, pasar. Masyarakat membutuhkan makanan, menjual hasil karyanya (pertanian, kerajinan, kelautan, dan industri) dan menjalankan tukar menukar barang agar semua masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya.

Pasar yang paling sederhana adalah toko kecil, warung kecil dan kantin yang akan menyediakan beragam kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat untuk melangsungkan hidup, sekaligus digunakan untuk menjual barang hasil kerja keras masyarakat.

Dalam bentuknya yang sederhana pasar bisa diwujudkan dalam pasar tradisional, dengan sedikit kantin atau lapak yang menyediakan semua kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat. Dalam memulai sebuah peradaban keberadaan kantin mutlah harus dibentuk dan harus diadakan untuk mempermudah masyarakat melangsungkan transaksi kebutuhannya. (Moh. Syihabuddin)

Pos terkait