Oktober 22, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

LENYAPNYA  KEBENARAN DI ERA INDUSTRI 4.0

oleh: Maulana Rif’an

 

Di era industry 4.0 ini kita bisa mengakses semua bentuk informarsi apapun itu , entah itu informasi benar atau bohong  (hoax) semua bisa kita akses melalui smartphone kita, dari sini munculah dengan istilah Post-truth.

Post-truth adalah suatu konsep filosofis dan politis, berbicara tentang kekaburan antara kebenaran dan kebohongan, terutama dalam media masa, lenyapnya stanrd kebenaran yang objektif.

Media memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyampaikan kebenaran, media memiliki kepentingan melalui narasi beritanya media sebagai corong untuk pihak yang berkepentingan, ini bukan lagi hubungan antara berita, opini, fakta melainkan versus berita, kebohongan dan kepentingan media menjadi instrument kekuasan bukan menyampaikan fakta yang objektif.

Yang menarik dari post truth adalah media tidak sepenuhnya berbohong namun media juga tidak menyampaikannya kebenaran secara total, sama halnya kamu mengatakan pada pacarmu bahwa kamu sedang keluar dengan temanmu, padahal kamu keluar dengan cewek lain, kamu tidak berbohong namun kamu tidak menyampaikanya secara total.

Dengan kata lain post-truth merujuk pada keadaan dimana fakta-fakta objektif kurang menjadi berpengaruh dalam membentuk opini public dan justru sangat berpengaruh ketika menarik emosi dan kepercayaan pribadi masyarakat, post-truth membuat masyarakat lebih mencari pembenaran dari pada kebenaran.

Post truth akan membuat kita berenang dalam dunia perdebatan moral, epistimologis, atau menjadi sok jagoan dalam berkomentar atau berargumen didunia maya, meskipun kita tidak mempunyai latar belakang yang cukup untuk memnahas persoalan masalah tersebut.

Dari sini mungkin menyadari bahwa era post-truth menjelaskan adanya suatu pergeseran social, budaya, sikologis, dan politik yang melibatkan media, baik yang mainstream, subersif, radikal, kiri, dll, media apapun selalu membawa bendera ideologis dan itu memperngaruhi cara gaya, pesan yang tersirat ideology dari opini yang disampaikan.

Informasi mempengaruhi masyarakat dan masyarakat membentuk realitas dari imformasi itu sendiri, kehohongan dan fakta memiliki hubungan yang sangat harmonis dalam komunikasi karena kebohongan yang terus diulang-ulang akan menciptakan fakta dan kebenaran dalam persepsi yang menerimannya.

Henry Kissinger, mantan sekretaris jendral amerika serikat pernah mengatakan “ jika kamu menguasai minyak, kamu akan menguasai negara, jika kamu menguasai makanan, maka kamu akan menguasai sebuah bangsa. Namun ia lupa akan satu hal untuk era sekarang, jika kamu menguasai informasi, maka kamu akan menguasai kebenaran.