Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

KEMATIAN FUHRER, MISTERIUS DAN PENUH TEKA-TEKI

oleh: Moh. Syihabuddin

Semua sejarawan modern sepakat jika Adlof Hitlet wafat secara bunuh diri di bunker-nya bersama istrinya yang baru saja dinikahi secara nasrani, Eva Braun, pada tanggal 30 April 1945. Sebuah pistol telah menembus pelipisnya dan darah mengalir hingga menjemput nyawanya. Seorang prajurit SS telah diperintahkan untuk mengubur mayatnya dan juga mayat istrinya di belakang gedung Reichstag dengan cara dibakar dengan bensin dan dikremasi hingga habis jasadnya. Dengan harapan jasadnya tidak dipamerkan seperti jasad sahabatnya, Mussolinni yang digantung oleh partisan Italia. Atau juga diawetkan seperti jasadnya Fir’aun oleh orang Rusia.

Namun, pada saat konferensi di Berlin untuk menentukan masa depan Jerman dan pembagian kekuasaan oleh para pemenang perang Joseph Stalin sang diktator kejam Rusia tidak percaya kalau Adlof Hitler sudah mati. “Pasti Amerika dan Inggris telah menyembunyikannya!” katanya. Bagi Stalin tidak semudah itu Hitler bunuh diri atau mati. Dia punya banyak cara untuk melarikan diri dan bersembunyi. Atau sebelum jatuhnya Berlin beliau sudah menyiapkan segala perlengkapan pelariannya untuk keluar dari Jerman dan mencari perlindungan ke negeri lain.

Adlof Hitler adalah sebuah misteri, hidup dan kematiannya masih dalam tanda tanya besar. Beliau sosok yang menarik untuk dikaji dan semakin menarik saat dikaji semakin dalam. Banyak hal yang membingungkan saat mengungkap dirinya dan banyak hal yang simpang siur beredar di dalam diskusi para ahli sejarah. Dan sebuah pertanyaan yang masih menghantui banyak orang adalah, “Benarkah Adlof Hitler Mati Bunuh Diri?”

***

Abraham Ali Fakih dalam Kontroversi Kematian Hitler dan Sepak terjangnya pada Dunia telah membantu saya sedikit mengungkat misteri ini. Dia telah menjabarkan berbagai versi yang telah berkembang tentang kematian beliau, dan satu pun saksi yang telah menyaksikan beliau bunuh diri tidak ada kesepakatan dalam pendapat, semua berbeda-beda.

Bahkan beberapa pendapat ada yang mengatakan kalau beliau sudah berada di Argentina, Spanyol, duduk manis di Amerika, atau bisa juga lari ke Brazil sebelum jatuhnya Berlin ke tangan Rusia dan Amerika.

Mayat Hitler dan Eva? Tidak pernah ada kesepakatan dimana ditemukan. Banyak pendapat yang tidak jelas bererdar di masyarakat. Rusia sendiri, yang pada tanggl 2 Mei 1945 telah menduduki Bunker Hitler merasa tidak yakin atas kajian beberapa ahli jerman yang ditangkapnya.

Akhir-akhir ini, ada kajian terbaru bahwa Hitler dan Eva lari ke Atlantis, Nusantara, tepatnya di Indonesia. Adalah Otto Skorzeny bersama pasukan Brandenburgers-nya yang mendapatkan perintah rahasia untuk menyelamatkan fuhrer bersama istrinya. Benar atau salah pendapat ini, wallahu’alam. Namun Rizki Ridyasmara berhasil menulisnya dalam sebuah novel The Escaped: Misteri kuburan Adlof Hitler di Surabaya.

***

Lalu, bagaimana? Yang jelas saya lebih memilih fuhrer tidak mati secara konyol. Beliau bisa lari kemana saja dan membuat bentuk pelarian dengan cara apa saja. Pasukan setianya berjumlah ratusan ribu dan bahkan sampai saat ini masih ada pengikutnya. Pada saat menjelang perang berakhir masih banyak kekuatan Jerman yang tersembunyi yang tidak berhasil diungkap oleh pihak Rusia dan Amerika.

Ketika Jerman ditaklukkan pada perang dunia Rusia dan Amerika telah berlomba-lomba untuk merebut warisan Nazi-Jerman, terutama ilmuwan-ilmuwannya dan segala tehnologinya yang pernah dikembangkan. Namun naas, ketika laboratorium yang dicurigai sebagai pusat penelitian Nazi terungkap banyak naskah yang hilang dan sketsa tehnologi yang tidak bisa ditemukan lagi, padahal menurut salah satu insinyur Jerman yang ditangkap Amerika, ada ratusan prototipe dan desain tehnologi yang tersimpan di dalam tempat itu.

Kemanakah larinya tehnologi itu? Tentu saja disimpan disuatu tempat yang tidak mungkin dijangkau oleh Amerika dan Rusia. Tempat itu tersembunyi sekali dan hingga saat ini masih misteri dan menjadi sebuah tanda tanya besar bagi kelangsungan hidup manusia. Antartika.

***

Jika semua tehnologi Nazi hilang dan beberapa insinyurnya juga, maka beberapa orang-orang terbaiknya juga banyak yang hilang. Mereka menyebar di beberapa wilayah yang berdekatan dengan Antartika, diantaranya Indonesia, Afrika Selatan dan Amerika Latin. Di wilayah-wilayah inilah para gembong Nazi melarikan diri (menyelamatkan diri dari kejaran musuh), dan menyimpan semua kemajuan tehnologi yang telah dicapainya.

Hitler sendiri pasti memilih Indonesia sebagai surga yang hilang. Nazi pada awal-awal perang telah melakukan banyak riset mengenahi negeri yang hilang, Atlantis. Dan itu jatuh di Indonesia. Pilihan di Indonesia inilah yang paling tepat untuk pelarian Hitler, karena di tempat ini beliau bisa melakukan perlawanan secara keras terhadap Amerika (Sekutu) dan Rusia. Kita tahu bahwa presiden Soekarno telah membangun gerakan Non-Blok untuk tidak mengekor pada kebijakan USA dan USSR.

Mengenahi makam Dr. G.H.A. Poch yang dinyakini sebagai makam Hitler saya juga lebih yakin dan sepakat bahwa itu merupakan makam beliau. Di makam itulah beliau di makamkan, tepatnya di pemakaman umum Ngagel, Surabaya.

Mengapa saya lebih percaya pendapat ini, karena banyak hal yang menyangkut orang-orang besar hanya lewat begitu saja dan ditutup dengan sebuah kisah yang dramatis. Seolah sudah ada skenario yang memang dirancang untuk hal itu dan supaya publik tidak tahu cerita yang sesungguhnya. Rahasia tetap menjadi sebuah misteri dan masyarakat hanya diberikan informasi palsu mengenahi kabar yang kurang tepat.

***

Hitler saat ini sudah wafat, iya. Tapi gagasannya tidak akan mati. Idenya masih terawat pada sebuah tempat yang tersembunyi. Dan beberapa gagasanya masih banyak dipelajari oleh para simpatisannya di seluruh dunia, termasuk saya. Ia boleh mati, tapi spiritnya tetap akan hidup untuk melawan apa yang telah dihadapinya, kapitalisme, komunisme, Marxisme, dan Zionisme. Sederet perusak dan penghancur peradaban.

Beliau tidak mati secara konyol, bunuh diri. Tidak. Terlalu bodoh untuk seorang pemimpin mulia dan berderajad tinggi. Beliau pada akhir perang selamat dan mampu melakukan kehidupan normal sebagaimana warga sipil lainnya. Saat perang dingin berkecamuk, beliau insya’allah tertawa sambil duduk di kursi goyang, secangkir kopi disampingnya dan telo goreng ditangannya, di kediamannya di Sumbawa.