JEALOUS; CINTA YANG TERNODA (Part 6)

Biarkan dia pergi meninggalkan, karena dia pun tidak akan pernah bisa melupakan pengalaman bersamamu. Cinta, sedikit apapun tetesan embunnya tetap merupakan pengalaman besar yang menjadi bagian dari kisah hidup yang berharga

Aku membuka mataku, apa Aku tidur terlalu lama? Saat ku pandangi jam dinding baru juga lima belas menit. Aku segera mandi untuk menyegarkan badan dan pikiranku.

Hari ini Aku mulai terbiasa menjalani aktifitasku, mulai lagi berangkat kerja. Saat perjalanan ke tempat kerja banyak dari tetangga membicarakan tentang diriku,  mereka menyatakan kalau Aku adalah gadis pembawa sial, mungkin mereka melihat dari nasib laki laki yang dekat denganku.

Bacaan Lainnya

 Tiga laki laki yang dekat denganku semua mengalami nasib yang sama, andai malam itu Aku yang meninggal dan bukan Wahyu mungkin lain lagi ceritanya.

 Semenjak kematian Wahyu banyak laki laki yang enggan mendekatiku dan Aku tak perlu repot repot membuka hati, ku biarkan hati ini terus terkunci. Hanya tersisa Raja satu satunya lelaki yang dekat denganku, meski Aku hanya menganggapnya sebagai teman Aku juga harus bisa menjaga jarak dengannya, Aku tak mau jika nasibnya seperti yang lainnya, karena Aku mulai aneh jika berada di dekatnya.

“Kamu tak perlu mengurusi omongan orang Ana, Aku yakin akan ada laki laki yang bisa membuatmu bahagia.”

Kata Maya saat menemaniku di taman kota, dan mencoba menghiburku, Dia selalu memberi Aku semangat supaya tidak berkecil hati.

“Aku rasa omongan mereka benar May, kalau Aku gadis pembawa sial.

“Tidak Ana, mungkin waktu saja yang belum berpihak padamu, Aku yakin kebahagiaan yang Kamu impikan akan datang disaat yang tepat dengan laki laki pilihanmu.”

“Untuk saat ini Aku tak mau memikirkan yang namanya laki laki May.”

“Termasuk Raja?”

Aku menatap Maya, gadis ini benar benar menunggu jawabanku, Aku menganggukkan kepala.

“Ya, setidaknya Aku harus bisa menjaga jarak dengannya.”

“Kenapa? Apa Kamu merasa kalau Raja suka sama Kamu?”

“Itu yang Aku takutkan May, Aku tak mau kalau hal itu terjadi dan Aku juga tak mau jika sesuatu terjadi padanya.”

“Aku mengerti Ana, tapi sampai kapan Kamu akan menutup hatimu?”

“Aku tidak tahu May, Aku tidak tahu.”

Maya memelukku, Ia mencoba menenangkanku untuk kesekian kalinya.

Dan sejak saat itu Raja mulai sering datang ke rumah dan Aku lebih sering mengurung diriku di kamar, Aku tak mau ketemu sama dia, semakin dia mengejar Aku semakin menghindar, hingga suatu hari dia nekat datang ke tempat kerjaku. Aku sengaja menghindar agar dia tak terlalu berharap padaku tapi tetap saja dia selalu datang.

 “Ana!”

Raja memegang tanganku saat Aku mencoba menghindarinya. Aku merasa ada perasaan aneh yang menggerogoti tubuhku.

“Lepaskan Aku Raja, pergilah.”

“Kamu kenapa Ana?” Tanya Raja yang masih enggan tuk melepaskan tangannya.

“Raja, tolong jangan terlalu dekat denganku, pergilah..”

“Iya, tapi kenapa? Apa alasannya?”

“Aku tidak mau terjadi sesuatu denganmu Raja, menjauhlah dariku.”

“Maksud Kamu sesuatu seperti yang di alami Wahyu dan yang lainnya?”

Aku mencoba melepaskan tanganku dari genggamannya dan berhasil, meski terasa sakit di pergelangan tangan, ternyata Raja cukup erat juga genggamannya.

“Aku rasa Kamu sudah tahu maksudku.”

Aku berpaling dan melangkahkan kaki ku tapi Raja mencegahnya.

“Sampai kapan Aku harus menjauh darimu Ana?”

“Sampai Kamu mendapatkan gadis yang bisa membuatmu bahagia Raja.” Jawabku tanpa menoleh padanya. Aku melanjutkan langkahku tapi lagi lagi dia mencegahnya dengan kata kata.

“Aku sudah menemukannya Ana, Aku sudah menemukan gadis itu.”

Aku menghentikan langkahku, ku balikkan badan kutatap matanya apakah yang dikatakan itu benar ataukah dia hanya bercanda, Aku tak bisa membaca tatapan matanya.

“Siapa gadis itu Raja?”

Raja melangkah mendekatiku bahkan jarak kita terlalu dekat, untuk kesekian kalinya Aku tak berani menatap matanya bahkan Aku semakin di buat tak berdaya, hatiku berdetak sangat kencang sekali.

“Jika Kamu ingin tahu, datanglah ke rumah malam ini Ana, Aku akan memperkenalkanmu dengannya.”

Raja meninggalkanku, Aku semakin di buat penasaran siapakah gadis yang beruntung itu?.

 Malam harinya Aku mendatangi rumah Raja dengan berpakaian ala kadarnya, sampai di halaman rumah Raja terlihat sepi, tapi pintu rumah terbuka lebar, Aku melangkah lebih dekat namun ketika sampai di depan pintu Aku melihat Raja sedang berdiri dan berbicara dengan seorang gadis yang tidak asing lagi bagiku.

“Maya!”

Ya.. gadis yang bersama Raja itu adalah Maya, entah apa yang sedang mereka bicarakan dan tiba tiba merekapun saling berpelukkan. Aku terkejut jangan jangan gadis yang di maksud Raja adalah Maya, mereka pacaran? Perasaan selama Kita jalan bertiga mereka tak saling berbicara, apa diam diam mereka saling suka? Mengapa Maya menyembunyikan hal ini padaku? Mengapa dia justru malah menjebakku dengan pertanyaan pertanyaan aneh?

 Melihat Raja dan Maya berpelukkan, Aku merasakan sakit yang begitu dalam, apa iya Aku cemburu? Tidak tidak tidak Aku mencoba menepis perasaan ini tapi tidak bisa, tiba tiba saja  sebuah kristal bening keluar dari kelopak mataku, apa ini? mengapa Aku menangis? Seharusnya Aku bahagia kan?

Aku mengusap air mataku, setidaknya Aku sudah tahu gadis yang di sukai oleh Raja. Aku tidak mau mengganggu kebahagian mereka Aku harus pergi dari sini.

Baru beberapa langkah Aku mendengar sesuatu dari dalam rumah, seperti sebuah benturan keras, jangan jangan terjadi sesuatu sama mereka. Karena penasaran Akupun memasuki rumah Raja, tapi Aku tak melihat mereka berada di tempat tadi.

“Maya.. Raja..”

Aku terus memanggil nama mereka, tapi tak ada sahutan. Aku terus memasuki rumah Raja lebih dalam tak ada siapa siapa, hingga sampailah Aku di sebuah ruang makan, Aku melihat Raja tergeletak di sana dengan banyak darah di bagian kepalanya.

“Raja…”

Aku mendekati Raja, Aku coba membangunkan Raja tapi percuma.

“Raja.. bagun Raja.. siapa yang melakukan ini padamu Raja?”

 Pikiranku tiba tiba teringat pada Maya, bukankah tadi Raja bersamanya, mengapa tiba tiba Maya menghilang? Apa jangan jangan ini adalah perbuatan Maya? Tapi mengapa? Aku benar benar bingung.

“Aahhkhh…”

Aku merasa seseorang telah memukulku dari den belakang dan Aku tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi.

Pos terkait