Ideologi Kebangsaan Pancasila; Membangun Negara Ber-Spirit Agama

Masyarakat muslim Indonesia yang dibentuk dan dibina dengan ajaran Islam dan nilai-nilai Pancasila, sehingga bisa menjadi masyarakat yang rukun dan damai dengan keanekaragaman.

Indonesia adalah negara muslim, tapi bukan negara agama, alih-alih negara sekuler yang tetap mengandung falsafah keagamaan dan semangat berketuhanan, itulah yang menjadi wujud dari terbentuknya negara Indonesia.

Bentuk negara yang dibangun oleh Indonesia menggunakan pola-pola pembentukan dan pembangunan (administratif) sebagaimana yang diterapkan oleh bangsa-bangsa sekuler lainnya—Eropa dan Amerika, yaitu melalui mekanisme pemilihan secara demokratis, membentuk parlemen, dipimpin oleh seorang presiden, dan memiliki undang-undang yang didasarkan pada musyawarah mufakat. Akan tetapi jangan lupa, bahwa semuanya itu tidak bisa lepas dari keberadaan masyarakat Indonesia yang religious dan memeliki semangat ber-ketuhanan yang sangat tinggi yang menyertai perjalanan berdirinya dan juga pembangunannya negara Indonesia.

Bacaan Lainnya

Negara Indonesia, tidak akan lama hingga kini dan tidak akan sampai pada kondisi komtemporer saat ini jika saja Indonesia hanya menganut satu agama sebagai Ideologi (seperti India dan Pakistan) atau menyingkirkan agama dalam ideologinya (seperti Eropa dan Amerika). Namun karena Indonesia merawat negaranya dengan spirit agama-agama yang dimilikinya—kendati spirit Islam lebih mendominasi—maka Indonesia pun menjadi negara yang memiliki warga yang sangat besar, wilayah yang sangat luas, sumberdaya alam yang potensial, dan tetap bisa eksis hingga kini sebagai Negara-Kesatuan serta tidak mengalami keterpecah belahan—disintegrasi.

Dengan spirit agama dan berketuhanan, negara kesatuan republik Indonesia tidak seperti negara Tiongkok dan Rusia yang agresif dan aggressor, tidak pula seperti bangsa-bangsa Eropa yang terpecah belah, tidak pula seperti bangsa Arab yang tidak bersatu, tidak pula seperti Yugo-Slavia yang bubar dan menjadi negara gagal, tidak pula seperti masyarakat Hindia yang terbelah dalam sentiment Hindu-Islam, dan tidak pula sama dengan masyarakat Amerika-Australia yang masih dihinggapi rasisme ras unggul kulit putih terhadap penduduk asli.

Spirit keagamaan dan kebertuhanan menjadikan Indonesia dan ideologi Pancasila bisa menjaga keanekaragaman yang dimilikinya sekaligus menjalankan negara dengan sistem modern yang bisa melewati berbagai halangan dan rintangan politik, sekaligus bisa melewati berbagai percikan pemberontakan yang merongrong kesatuan bangsa.

Terlihat jelas, bahwa Pancasila merupakan investasi terbesar yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang tetap bisa menjalankan negara dengan baik, lalu melaju menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang dan sekaligus menciptakan kondisi aman-tentram di kawasannya (Asia tenggara).

Pos terkait