Oktober 27, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

GRAVITASI, GAYA TARIK ATAU GELOMBANG? SEBUAH GAGASAN KONYOL

oleh: Moh. Syihabuddin

Jika bumi ini berbentuk bola, mengapa air tidak tumpah dan manusia tidak terjatuh ke bawah (ke arah selatan)? Hal itu dikarenakan adanya gaya tari bumi, yang disebut dengan gravitasi.

Dan ternyata, (menurut mereka) gravitasi ini tidak hanya dimiliki oleh bumi saja. Matahari, bulan, planet-planet dan benda-benda langit yang lain juga memiliki gravitasinya sendiri-sendiri dengan besaran yang berbeda-beda.

Misalnya, gravitasi bumi lebih berat dari pada gravitasinya bulan—mereka sudah membuktikannya melalui perjalanannya ke bulan oleh Neil Amstrong, Edwin Aldrin dan Michel Colins.  

Gravitasi merupakan istilah yang (konon) dimunculkan pertama kali oleh (Sir) Issac Newton (sesepuh dari Royal Society di Inggris, sekaligus Maha Guru-nya) yang membuktikan bahwa bumi itu memiliki gaya tarik, sehingga manusia dan benda-benda disekitarnya tidak terjatuh.

Dikisahkan dengan sangat konyol, bahwa Newton menemukan gravitasi ini pada saat duduk-duduk di bawah pohon apel dan mengamati apel yang sedang jatuh. Dalam pikirannya Newton, apel yang jatuh ini dikarenakan adanya sebuah gaya tarik bumi, yang kemudian disebutnya sebagai Gravitasi.

Cerita tersebut tentu saja sangat sederhana dan hanya mengada-ngada, masa sebuah inti pemikiran (dari teori besar) ditemukan dengan cara duduk-duduk santai di bawah pohon.

Dan untuk selanjutnya pemikiran tentang gravitasi terus menerus diajarkan untuk menyakinkan dunia bahwa bumi ini berbentuk bola. Setiap benda langit mempunyai gaya tariknya sendiri-sendiri sehingga tidak saling bertabrakan dan berjalan pada lintasannya masing-masing.

Akan tetapi gravitasi ini ternyata “runtuh” dengan pertanyaan yang paling mendasar tentang gaya tarik. Jika gravitasi adalah gaya tarik, maka seharusnya dia menarik segalanya dan bisa menarik apapun yang sedang ada disekelilingnya. Akan tetapi, mengapa gravitasi tidak bisa menarik balon yang terbang atau pesawat udara yang terbang?

Padahal disisi lain, mereka menyebutkan penyebab pasang surut laut adalah akibat tarikan gravitasi bulan.

Bayangkan, gravitasi bulan saja bisa menarik air laut hingga menyebabkan pasang surut, mengapa gravitasi bumi tidak bisa menarik pesawat yang terbang atau balon udara yang melambung? Katanya gravitasi bumi lebih berat dari pada gravitasi bulan, ha..ha…

Dengan pertanyaan itu mereka kini mengubah gravitasi sebagai gelombang, bukan lagi gaya tarik. Dewasa ini mereka menyebut gravitasi sebagai sebuah gelombang (seperti gelombang elektromagnetik, suara dan listrik), bukan “gaya tarik” lagi.

Namun lucunya (anehnya bagi guru sains yang tidak update informasi) gravitasi sebagai gaya tarik ini selalu diajarkan anak-anak di sekolah dasar hingga tingkat lanjut.       

Adalah Albert Einstein (Jerman-Amerika) yang mengatakan bahwa gravitasi merupakan sebuah gelombang. Hal itu dilakukannya karena gagasan gravitasi sebagai gaya tarik sudah terbantahkan dan tidak masuk akal untuk diterima sebagai sains. Apalagi dinalar secara akal sehat justru semakin tidak bisa diterima.

Lalu, jika gravitasi adalah sebuah gelombang, bagaimana cara kerjanya pada bumi yang berbentuk bola dan menahan semua apa yang ada di dalamnya? Sejauh ini belum ada jawaban yang memuaskan dari mereka (termasuk dari legendaris sains modern yang anti Tuhan).

Mereka hanya mengatakan bahwa gelombang gravitasi suatu saat “pasti” akan ditemukan oleh ilmuwan dari golongannya sendiri, yakni generasi masa depan dan mereka akan menemukan bukti kebenarannya.

Untuk itulah mereka terus ‘mengkhayal’ melalui propaganda film-film sains-fiksi, yang menceritakan keberhasilannya manusia menemukan gelombang gravitasi dan berhasil menciptakan ‘stasiun kehidupan’ berbentuk melengkung yang memanfaatkan gelombang gravitasi yang sudah dikendalikan.

Beberapa film sains-fiksi yang menampilkan rekayasa gelombang gravitasi adalah gravity, ellesium, intersetelar, dan lain-lain.

Dengan kata lain, untuk mempertahankan bahwa bumi ini berbentuk bola mereka telah memunculkan gagasan konyol berupa gravitasi yang definisinya berubah-ubah. Dulu mereka menyebutnya gaya tarik, kini menjadi gelombang. Tahun depan entah apa lagi, jika gelombang tidak cocok dengan istilah gravitasi lagi. Hanya demi bumi agar tetap dinyakini berbentuk bola.