Oktober 25, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

FITNAH-WABAH CORONA, GEJALA AKHIR ZAMAN DAN CARA IDEAL MENYIKAPINYA

Oleh : Ustadz Abu Afnay al-Falanjistani

Dari abu Hurairah ia berkata: Nabi Saw. Bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu seakan berjalan dengan cepat, timbul berbagai macam fitnah, AlHaraj yaitu pembunuhan dan harta melimpah ruah kepada kalian.”

 

***

Merebaknya wabah fitnah virus corona menjadikan semua masyarakat Indonesia seolah dihadapkan pada sebuah tekanan demi tekanan, karena pemerintah sudah menyarankan untuk membatasi seluruh kegiatan sosial dan menutup seluruh fasilitas umum yang ramai didatangi masyarakat umum, mulai dari pasar, tempat wisata, dan makam wali serta masjid agung. Bahkan acara-acara keramaian yang melibatkan banyak orang sudah dilarang dan tidak boleh diselenggarakan secara massal, hanya diperbolehkan secara tertutup saja.

Beberapa orang mengikuti saran pemerintah tersebut namun beberapa orang yang “dablek” tetap menjalankan aktivitas sehari-harinya tanpa ada halangan dan ketakutan untuk terjangkiti oleh virus corona. Termasuk yang “dablek” adalah apa yang dilakukan oleh para ustadz-santri di Masjid Dalem Nurul Iman Karangagung (jaringan komunitas kitasama) yang tetap menjalankan aktivitas rutinannya yang diadakan harian maupun mingguan.

Rabo malam Kamis, 1 April 2020 ba’da isya’ para santri-ustadz di Masjid Dalem Nurul Iman tetap menjalankan acara dziba’an dan kajian majalah Aula. Dengan penuh semangat dakwah agama, syi’ar islam, dan gerakan keilmuan mereka tetap berikhtiar istiqomah dalam menjalani rutinitasnya. Adanya kajian majalah Aula tiap malam kamis inilah yang bisa menjaga ritme berfikir para ustadz di Masjid Dalem Nurul Iman agar keilmuan dan pemikiran mereka terus terpantik dan berkobar untuk belajar dan menyikapi realita zaman yang sedang berkembang.

Benar tidaknya wabah corona ini bagi saya merupakan sebuah teka-teki konspirasi yang tersembunyi, karena pada faktanya banyak versi tentang virus tersebut dan informasi yang berkembang seringkali dibesar-besarkan oleh media. Harian Kompas sejak awal januari lalu sudah jauh-jauh menjadikan virus corona sebagai pembahasan utama, dan majalah tempo, selama maret 2020 menjadikan berita tentang corona bahasan yang menarik dan terus diulang-ulang sebagai perihal yang “membahayakan”.

Jujur, saya sendiri masih belum percaya dengan adanya virus corona ini. Saya masih menganggapnya ini merupakan sebuah fitnah yang didukung oleh media arus utama dan dijadikan bagian dari kosnpirasi dan agenda tersembunyi elit globalis.

Namun jika memang corona ini merupakan wabah maka saya mempunyai pemikiran tersendiri dan membuat sebuah analisis yang sama dengan apa yang telah diramalkan oleh Rasulullah sebagai akhir zaman dan titik nadir peradaban manusia.

***

Ada lima poin utama yang menjadi tanda-tanda atau gejala akhir dari sebuah dunia dan peradaban umat manusia ini yang diramal oleh Rasulullah dalam hadits diatas, yakni,

  • Hilangnya ilmu,
  • Banyak terjadi gempa,
  • Waktu seakan berjalan dengan cepat,
  • Timbul berbagai macam fitnah, yaitu pembunuhan
  • dan harta melimpah ruah kepada kalian.

Hilangnya ilmu tentu saja dengan semakin hilangnya para ulama dan orang yang takut kepada Allah. Semakin jarang orang yang ke masjid dan memakmurkannya, atau orang yang mengkaji keilmuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebijaksanaan berfikir.

Lalu banyak terjadi gempa, disana sini sudah sering terjadi gempa bumi. Tidak hanya gempa secara fisik yang menghancurkan teritorial dan permukiman atau bentangan alam, tapi juga gempa yang menghancurkan kesadaran dan nalar berfikir umat manusia. Kondisi sosial bergejolak dan keamanan semakin berkurang merupakan gempa yang sesungguhnya.

Kemudian waktu yang berjalan dengan sangat cepat, itu sudah dibuktikan dengan keluhan orang-orang tua saat ini yang hanya menyesali kehidupannya di masa lalu, “waktu kok begitu cepat sekali yang, dulu aku masih gagah dan mudah, namun kini aku sudah tua dan tubuh sangat rentah,” begitulah katanya. Ritme hidup menjadi sangat singkat dan tidak memberikan kesempatan sedikit pun bagi mereka untuk membangun impiannya. Impiannya yang panjang terhalang oleh usianya yang berjalan dengan cepat.

Dan terakhir banyaknya fitnah, yang meliputi banyaknya pembunuhan dan harta yang melimpah. Adanya fitnah inilah yang akan saya jadikan pijakan refleksi pada konteks saat ini, keterkaitannya pada wabah corona dan ramalan Rasulullah.

***

Sepanjang tahun 2019 pemerintahan Cina dan Amerika telah melancarkan perang dagang untuk saling menjatuhkan dan memperkuat kekayaannya. Masing-masing saling menaikkan tarif barang-barang impornya yang masuk di negerinya yang menyebabkan harga-harga komoditas pokok untuk meningkatkan ekonomi kedunya menjadi naik secara drastis.

Keduanya saat ini merupakan kekuatan yang tak terkalahkan dalam hal militer dan ekonomi, kedua bidang yang menjadi tolok ukur kemakmuran dunia.  Ekonomi melambangkan kekayaan dan melimpahnya harta benda, sedangkan militer tentu saja melambangkan keperkasaan dan kekuatan yang paling kuat dalam hal membunuh dan melakukan serangan mematikan. Sehingga tidak diragukan lagi, antara Amerika dan Cina merupakan negara yang paling kuat saat ini dan banyak negara yang sangat berdampak dengan kebijakannya. Dalam hal hubungan bilateral keduanya rival sekaligus partner dalam segala hal.

Munculnya wabah corona pertama kali di kota Wuhan, Hubaei Cina tepat ditengah-tengah perang dagang Amerika versus Cina masih berlangsung secara sengit pada desember 2019. Kondisi tersebut juga bertepatan dengan konflik bersenjata yang melibatkan kedua kekuatan tersebut di seluruh dunia, mulai dari di Laut Cina Selatan/Laut Natuna Utara, di Timur Tengah, status Taiwan, ketegangan di teluk Persia, hingga konflik yang terjadi di anak benua Hindia antara India dan Pakistan. Di daerah-daerah konflik tersebut Cina dan Amerika turut berperan memberikan dukungan pada pihak yang menguntungkan kepentingannya, baik secara militer; persenjataan dan alutista, sekaligus juga secara keuangan dan biaya administrasi.

Di satu sisi perlombaan senjata dan peperangan terus terjadi dibelahan dunia ini dan disisi lain kekayaan juga melimpah di negara-negara maju yang menciptakan kesenjangan terhadap negara-negara lemah. Dimana hal ini tentu saja menunjukkan peningkatan angka pembunuhan dan melimpahnya harta benda yang ada di dunia ini, yakni meningkatnya fitnah akhir zaman yang akan mengakhiri peradaban umat manusia.

Lalu disusul kemudian dengan munculnya corona yang dengan cepat menyebar dan membuat kekacauan di seluruh dunia hingga ke Indonesia. Kemunculannya menimbulkan semua negara di dunia dihadapkan pada bencana multinasional yang penanganannya seolah merepotkan semua pemerintahan yang ada.

Siapakah yang memunculkan? Amerikakah yang sengaja menyerang Cina agar perekonomiannya lumpuh dan tak berdaya menghadapi Amerika, atau justru sebaliknya Cina yang sengaja membuka laboratorium senjata biologisnya untuk menciptakan tipuan pada dunia dan agar dunia menjadi kacau balau lalu Cina bisa menata ulang starteginya menghadapi  Amerika? Wallahu’alam, saya jelas tidak bisa menebak secara pasti karena tidak tahu buktinya secara nyata.

***

Perang yang diiringi dengan perlombaan senjata, kekayaan yang melimpah, dan wabah yang menghadirkan “gempa sosial” di selurug dunia, inikah yang disebut sebagai gejala akhir zaman? Benarkah dunia akan segera berakhir dengan kehadiran semua kondisi tersebut? Mungkinkah dunia ini akan berakhir dan segera manusia akan menghadapi kehidupan penghakiman atas perbuatannya?

Jika kondisi tersebut dipikirkan, jelas akan menimbulkan perasaan yang penuh kegalauan dan keresahan yang tidak memberikan dampak positif terhadap individu umat manusia. Mulai dari corona, perang dagang Cina vs Amerika, perang-perang di negeri Arab, dan kepentingan seluruh negara-negara besar yang kaya hanya menambah perasaan pusing dan galau bagi masyarakat awam yang masih bekerjakeras mencari makan sehari-hari.

Maka menjadi jelas, langkah yang ditempuh oleh para ustadz ngaji di Masjid dalem Nurul Iman yang tetap asyik mengkaji majalah Aula menjadikan bahan diskusi dan renungan sambil mengesampingkan seluruh persoalan global yang menimpah dunia dan juga Indonesia.

Mereka asyik mengkaji secara mendalam dan membuka pikiran agar bisa tetap bahagia dan menyenangkan. Apalagi jika melihat “fatwa-fatwa” tentang pencegahan penyebaran virus corona, salah satunya adalah harus tetap bahagia, tidak panik, semangat dan senantiasa berhati besar. Maka langkah para ustadz-santri Masjid dalem Nurul Iman yang tetap melakukan kajian materi ummurisalah di majalah Aula edisi Februari 2020 merupakan langkah yang tetap berbahagia, senang dan penuh ceria.

Hal inilah yang ditampilkannya pada saat pelaksanaan diskusi, mereka terlihat ceria raut mukanya, senang dengan gelak tawa, antusias dalam berdebat, dan pikirannya semakin terbuka, insya’Allah langkah ini merupakan langkah yang tepat untuk mencegah penyebaran corona, dari pada harus meninggalkan “tempat berkumpul” di masjid dan menyendiri di rumah.

Kongklusinya sederhana, langkah tetap melakukan diskusi  merupakan langkah ideal untuk meningkatkan imun tubuh dan mencegah penyebaran virus corona.

Wallahu’alam bishowaf