Euro 2024; Pembukaan yang Meriah, Garang, Ganas dan Memuaskan para Penontonnya, Jerman Membantai Skotlandia 5-1

Euro 2024; Pembukaan yang Meriah, Garang, Ganas dan Memuaskan para Penontonnya, Jerman Membantai Skotlandia 5-1
Pemain tengah-depan Jerman, Niclas Fullkrug bernomor 9 telah melesatkan tendangannya ke arah gawang tim Skotlandia. Hasilnya dia mampu membuahkan gol pada menit ke 68 dan memastikan Jerman menjadi tim pertama yang mencetak gol paling banyak di Euro 2024.

JAGATKITASAMA.COM – Pembukaan euro 2024 telah dimeriahkan dengan perayaan yang cukup menghebohkan dengan ragam penampilan para bintang penyanyi dan para tokoh sepakbola eropa. Pun dengan pertandingan pembukanya yang sangat menghibur dan membuat public Jerman benar-benar merasa puas.

Gundogan dan kawan-kawan berhasil menampilakn permainan menyerang yang sangat rapi, dispilin, konsisten, fokus, dan sangat percaya diri. Strategi mengepung lawan dengan merebut bola sebanyak-banyaknya, lalu menyerang sesering-seringnya menjadikan Skotlandia kesulitan menghadapi tim Panzer.

Bacaan Lainnya

Hasilnya sangat mengejutkan dan sekaligus menyenangkan para pecinta sepakbola di Jerman. Wirtz (10), Musiala (19), Havertz (45+1), Fullkurg (68), Can 90+3 berhasil mengalahkan Kieren Tierny dkk dengan skor 5-1. Gol semata wayang Skotlandia dicetak melalui gol bunuh diri  Rudiger (87).

Hasil ini memastikan dengan jelas bahwa sang tuan rumah adalah “Jerman”, Deustland Uber Alles yang pernah diteriakkan oleh para pemuda-pemuda di zaman perang dunia II. Jerman adalah raksasa, yang telah menjadikan eropa adalah sebuah bangsa yang satu yang saling mendukung dalam ikatan nasionalisme unilateral.

Kehadiran timnas Jerman dengan permainan yang inpresif dan menekan sesering-seringnya ke dalam wilayah musuh seolah membuktikan bahwa serangan Bliztkriek (perang kilat) yang pernah di gagas oleh Jendral Hess Guderian pada perang dunia II dulu “masih diterapkan” dalam filosofi sepakbolanya.

Tidak ada ampun bagi lawan untuk mencegah serangan demi serangan, tidak ada jedah untuk tenang bagi lawan-lawannya untuk santai dan menikmati permainannya, dan tidak ada rasa aman bagi lawan-lawannya untuk menjadikan permainan adalah “miliknya”.

Gundogan berhasil mengkombinasikan permainan Tony Kross, lalu memainkan orchestra bersama Can, dan membuat Jamal Musiala benar-benar hidup. Peran Kai Havertz cukup menyulitkan para pemain bertahan Skotlandia dan selalu merepotkan setiap pemain yang menghalanginya, hingga menghasilkan penalty yang suskes dieksekusinya dengan baik.

Bermain di stadium megah milik Bayern Munchen, Allianz Arena di negara bagian Bavaria, Kai Havertz membuktikan kelayakan dirinya sebagai pemain utama dan striker tunggal di depan sendirian dengan formasi 4-2-3-1.

Hasil ini memastikan bahwa Jerman layak disebut sebagai “mesin perang” yang dengan mudah bisa melibas musuh-musuhnya. Jerman bisa memberikan penampilan yang cukup menghibur bagi para pendatang di seluruh eropa dan dunia yang ingin menyaksikan euro di negara paman Hitler itu.

Dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya, Jerman bisa dipastikan akan menghancurkan semua lawan-lawannya di group A, yang masih menyisahkan Hungaria dan Swiss untuk mengantri dikalahkan. (Moh. Syihabuddin)

Pos terkait