Oktober 26, 2021

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

COLT SUDAH HABIS MASANYA? MATINYA MASA DEPAN TRANSPORTASI DESA

Salah satu dari tiga kendaraan jenis colt yang digunakan oleh MI Al-Asyhar untuk pergi ke Masangan-Gresik. Menyebabkan muntah-muntah bagi sebagian penumpangnya.

Jalur Tuban-Paciran, Tuban-Rengel, Tuban-Kerek-Montong, dan Tuban-Bancar memanfaatkan kendaraan jenis Colt produksi Mitsubishi. Kendaraan ini merupakan alat transportasi legendaris di jalur-jalur Tuban dan menjadi icon bagi para pedagang dan masyarakat Tuban.

Masyarakat Tuban, untuk menempuh perjalanan antar desa sangat mengandalkan transportasi ini. Orang-orang desa sangat bangga dengan colt ini sebagai solusi untuk memutus jauhnya jarak tempuh. Colt menjadi andalan transportasi desa di Tuban.

Akan tetapi dengan perkembangan alat-alat transportasi yang semakin massif dengan harga yang “radikal murah” membuat kendaraan colt semakin tergerus dan semakin kurang relevan. Masyarakat sudah banyak memiliki motor sendiri—secara kredit maupun cash, sehingga semakin tidak membutuhkan colt untuk melakukan perjalanan ke kota.

Untuk mengarungi jalan Tuban-Paciran atau Tuban ke kecamatan penting lainnya, Rengel, Bancar, bahkan ke Jatirogo sudah tidak mengandalkan colt atau bus mini lagi. Mereka sudah banyak yang memiliki motor sendiri dan bahkan lebih suka sewa mobil jenis avanza. Mobil yang lebih keren dan lebih kekinian.

Karena kehilangan pelanggan, saat ini—di tahun 2020 ini colt hanya mengandalkan pelanggan dari pedagang pasar dan anak-anak sekolah saja. Itu pun sudah sangat berkurang secara drastis. Banyak sopir “legendaris” yang dulunya jaya dengan profesi sudah habis masanya dan semakin kehilangan peluang pekerjaan.

Kekurangan Colt

Kendaraan colt ini tidak dilengkapi dengan AC, sehingga terasa panas dan kurang nyaman ketika digunakan perjalanan jauh. Tempat duduknya juga mempercepat lelah dan menyebabkan rasa capek jika perjalanannya terlalu jauh. Kelihatannya, kendaraan jenis colt ini memang dirancang untuk perjalanan jarak pendek.

Ketika ada hujan, penumpang mengalami kebocoran air hujan dan kedinginan yang terkadang menyebabkan basah sedikit. Saat ada hujan kedinginan dan saat ada panas kepanasan. Masuk ke dalam colt yang tidak bergerak seperti masuk ke dalam open yang sedang dipanaskan.

Karena hal itulah maka kendaraan colt ini sangat rentan jika digunakan untuk perjalanan jauh, terutama bagi penumpangnya.

Masa depan Colt yang Suram

Apakah masanya colt sudah habis? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Jika kebutuhan masyarakat terhadap colt masih sangat tinggi, terutama keberadaan pedagang-pedagang pasar, atau anak-anak sekolah (yang tidak naik sepeda atau motor) maka colt tetap akan bertahan, walaupun tidak sejaya pada tahun 1980 hingga1990-an.

Namun jika pedagang dan anak sekolah sudah mulai melirik pada transportasi lainnya maka colt sudah tidak punya masa depan lagi, dan kendaraan itu hanya akan menjadi barang “unik-antik-original”. Tidak lama lagi juga akan menjadi barang ronsokan yang bisa-bisa dilarang beroperasi sebagai alat transportasi umum.

Bencana menggunakan Colt

Dengan colt inilah anak-anak MI Al-Asyhar kelas VI melakukan perjalanan ke Masangan untuk mengunjungi Wisata Bajak Laut. Perjalanan dari Karangagung-Tuban ditempuh selama satu jam setengah, waktu yang cukup lama berada di dalam colt.

Karena terlalu lama di dalam colt yang tidak ber-AC dan panas maka banyak korban yang diakibatkan olehnya. Anak-anak banyak yang muntah dan mengalami pusing selama mengikuti perjalanan.

Korban yang paling parah diderita oleh siswa bernama Ta’aladin. Sepanjang mengikuti perjalanan anak itu muntah-muntah hingga menyakitkan sekali. Gagal mandi di kolam renang, tidur selama temannya bermain, kedinginan saat pulang dan dibawa ke dokter saat sampai di rumah.

Kenyataan inilah yang semakin memperjelas bahwa masa depan colt sudah habis dan tinggal menghintung waktu mundur.   

Pewarta : Akhmad Sifyani.

Editor : Mohammad Syihabuddin