Oktober 31, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

CINTA SANG KUPU-KUPU; CINTA YANG TUMBUH SETELAH ADA YANG MEMILIKI

oleh : Moh. Syihabuddin

Cinta memang tidak bisa diprediksi dan ditebak kedatangannya, ia bisa datang kapanpun dan dimanapun, siapapun dan apapun. Jika hari ini tidak datang maka esok atau nanti cinta juga akan datang sendiri menghampiri pemiliknya. Bahkan saat tidak ada yang memilikinya cinta tidak segara tumbuh dan menghampiri pemiliknya, dan ketika sudah menjadi miliknya orang lain maka cinta itu segera tumbuh.

Saat cinta itu tumbuh hadirlah rasa sakit yang bercampur dengan rasa rindu. Rasa sakit lebih menyeluruh ke segujur tubuh dan kerinduan semakin melesat dalam pikiran dan semakin berkembang dalam imajinasi.

Cinta inilah yang disebut dengan cinta sang kupu-kupu, cinta yang bersifat bagai kupu-kupu yang tumbuh dari seekor ulat jijik hingga berkembang menjadi seekor kupu-kupu yang indah.

Cinta  sang kupu-kupu berangkat dari sebuah perkenalan yang tidak disengaja. Tidak ada kesengajaan antara si pecinta (pria) dan sang cinta (wanita). Keduanya hanya berjalan normal menjalani hidup bagai aktivitas biasa sesuai dengan profesinya masing-masing.

Perkenalalan ini tidak berlanjut kecuali dengan adanya sebuah kepentingan. Tidak ada sambung menyambung hubungan diantara keduanya. Keduanya setelah perkenalan hanya fokus pada pekerjaannya masing-masing. Sesekali melihat aktivitasnya satu sama lain dan hanya memberikan sebuah pengamatan yang tidak berarti apa-apa bagi keduanya. Cinta diantara keduanya tidak lahir dan tidak tumbuh sama sekali, karena memang keduanya bertemu tidak karena cinta.

Keduanya terkadang melakukan pertemuan, tapi bukan untuk cinta atau untuk menggali asmara yang tersimpan diantara keduanya. Kepentingan bisnis dan pekerjaanlah yang menjadikan keduanya harus bertemu dan melanjutkan keakraban. Dan setelah mereka bertemu satu kali untuk sebuah pekerjaan perkenalan itu berjalan seolah akrab, tapi tidak nampak dalam konteks sebuah kegiatan nyata, hanya pada melihat aktivitas melalui status watshapp.

Dari lihat-melihat status watshapp inilah proses “akrab” berjalan pelan, saling bertanya dan saling melempar pertanyaan singkat tanpa arti. Setelah itu, kegiatan keduanya berjalan normal seperti biasanya tanpa ada getaran hati atau getaran pikiran.

Namun pada saat sang cinta (wanita) telah menjalani kehidupannya dengan menempuh jalan pernikahan (dengan pemuda pilihannya atau dipilihkan) maka saat itulah cinta dari sang pencinta (pria) mulai tumbuh dan merasa kehilangan. Cinta itu tumbuh tatkalah sang cinta sudah menjadi milik orang lain dalam ikatan yang halal, ikatan yang seolah “abadi”, dan dalam kehidupan baru dalam pelukan pria lain. Sang pecinta pun merasakan kehilangan dan merasakan dirinya bahwa dirinya ternyata mencintai dan mempunyai cinta yang sangat besar terhadap sang cinta.

Sakit, remuk, dan galau, jelas terjadi pada sang pecinta. Apalagi merasa kehilangan dan merasa ditinggal, lebih terjadi pada diri sang pecinta. Hatinya tiap hari menangis dan pikirannya memikirkan sosok sang cinta.

Uniknya, cinta ini tumbuh dari sebuah perkenalan yang tidak adanya keakraban, hanya jalinan sekali (saja) dalam pekerjaan. Lalu tumbuhlah cinta itu saat sang cinta sudah “hilang” menjadi milik orang lain. Inilah mengapa cinta jenis ini disebut dengan cinta sang kupu-kupu, karena munculnya disaat ketika cinta itu sudah terbang tinggi menjauh dari tempat asalnya—saat berupa kepompong.

Cinta sang kupu-kupu ada tiga jenisnya, antara lain:

Pertama, cinta kupu-kupu dua arah berbanding lurus (CKK-DABL), yakni cinta yang baru muncul saat salah satunya (si pria atau si wanita) sudah menjadi milik orang lain lalu kedunya baru melahirkan cinta—tumbuh rasa cinta yang cukup dalam dan saling merindukan. Keduanya saling mencintai dan berjanji untuk bersatu jika takdir mempertemukannya.

Kedua, cinta kupu-kupu satu arah vertikal (CKK-SAV),  yakni cinta yang baru muncul saat si pecinta mengutarakan cintanya ketika dia menjadi milik orang lain. Dengan bersikap tetap menghargai dan menghormatinya si pecinta tetap mencintainya dalam bayangan dan angan-angan saja, dan si dia tetap menjalankan cintanya dengan orang lain.

Ketiga, cinta kupu-kupu satu arah horisontal (CKK-SAH), yaitu cinta yang datang dari si dia, si cintanya kepada pecintanya, si pria. Cinta ini datang ketika si dia sudah memiliki suami dan merasa cintanya yang sesungguhnya adalah pria yang telah membangun harapannya. Cinta ini datang dari si perempuan kemudian hilang ketika si perempuan sendiri telah menjalin dengan pemuda lain.

Sebuah puisi yang layak untuk menggambarkan kondisi cinta sang kupu-kupu adalah berikut ini.

Kupu-kupu cinta telah terbang

Meninggalkan pintu-pintu gerbang

Cinta yang sangat dalam

Membuka dan menutup harapan

Oh, harapan, kau sungguh menyakitkan

Dunia cinta ini lebih indah dalam khayalan

Daripada diwujudkan dalam kenyataan

Kuharapa kehidupan di masa depan

Tetap menjadi impian panjang

Yang mampu membentuk awan-awan keabadian