Oktober 24, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

BUMI ITU DATAR, MUSTAHIL JIKA BERBENTUK BOLA

oleh: Moh. Syihabuddin

Sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh pesantren dan madrasah atau lembaga pendidikan Islam lainnya adalah mengajarkan sains yang sama sekali tidak penting, yakni mengenahi Bumi yang berbentuk bola.

Pelajaran ini ada dalam sains dan diajarkan sejak ibtidaiyah. Anak-anak sejak dini sudah diajarkan tentang pelajaran yang tidak penting bagi dirinya.

Jika bumi ini bola atau datar, coba apa kepentingannya bagi kita sebagai manusia? Apa keuntungan dan manfaat dari bentuk bumi yang kita tempati? Bumi ini mau bola atau mau datar kita tetap saja harus beribadah, bekerja, dan beraktivitas lainnya tanpa harus mempertimbangkan bentuk bumi yang kita tempati ini.

Lalu kemudian, apa untungnya bagi anak-anak di madrasah yang diajarkan tentang bentuk bumi,  lalu disuruh untuk mengingatnya bahwa seolah-seolah bahwa bumi itu memang berbentuk bola? Tentu saja sangat tidak ada untungnya bagi mereka.

Bagi anak-anak yang penting diajarkan pada informasi yang jelas-jelas saja. Informasi yang penting baginya dan bermanfaat baginya. Ajarkanlah anak tentang perilaku, akhlak, informasi tentang cara beribadah, informasi cara kembali kepada Tuhan kelak sesudah mati, dan cara-cara untuk mengembangkan hobi dan bakatnya.

Kesalahan terbesar pengajaran kita adalah mengajarkan apa yang tidak dibutuhkan oleh anak di masa depannya. Sehingga tidak salah jika kemudian, dimasa depannya anak-anak kita sering kali merasa bahwa apa yang diperolehnya dari “sekolah” sangat tidak bermanfaat.

Di semua lembaga pendidikan Islam kita semua sudah terlanjur mengajarkan sains, bentuk bumi dan antariksa yang sangat tidak bermanfaat bagi kita dan generasi muda kita. Ini sebuah kesalahan yang harus segera diperbaiki dan jika sampai terulang untuk diajarkan kembali.

Lalu, jika bumi ini bola, tentu sangat mustahil ada kehidupan dan akan ada sebuah bangunan yang bisa dibangun oleh makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Jika bumi ini berbentuk bola, dan ada benda-benda yang nemepati disisi-sisinya, tentu saja benda-benda itu akan berjatuhan. Misalnya, jika benda-benda itu berada di sisi kanannya atau sisi kirinya, tentu benda-benda tersebut akan berjantuhan menyamping ke bawah, alias akan bergerak berjatuhan ke arah selatan di kutub selatan (menurut mereka kutub selatan ada di bawah dan kutub utara ada di atas).

Bentuk bumi bola adalah sebuah kemustahilan yang konyol dan teori yang sangat lemah untuk dipertahankan sebagai sebuah penelitian ilmiah.

Bumi bola hanya gagasan gila dan sebuah khayalan yang nyata, seperti halnya mereka berkhayal untuk berjalan-jalan ke luar angkasa, atau khayalan mereka untuk mencari kehidupan selain di bumi—untuk menghindari kiamat, atau impian mereka untuk menciptkan koloni kehidupan di planet-planet.

Bentuk bumi yang bola akan memberikan banyak kemustahilan dan ketidakmasuk akalan. Bumi akan menjadi benda yang tidak bisa ditempati untuk hidup. Apalagi jika dikatakan bahwa bumi bola juga berputar, tentu semakin mustahil lagi untuk ditempati sebagai tempat kehidupan semua makhluk hidup, kecuali kita semua mempunyai ilmu kanuragan yang sangat tinggi yang bisa melangkahkan kaki di bidang yang miring atau terbalik.

Bagi keberadaan manusia dan hewan, yang paling nyata adalah kemampuan mereka untuk hidup di bidang yang datar dan diam, bukan di benda miring yang bergerak. Jika bumi ini bola, tentu manusia dan hewan berada di bidang yang miring dan bergerak (rotasi), dan itu sangat mustahil terjadi atau menjadikan hewan dan manusia bisa berdiri tegak dan melangsungkan kehidupan.