Oktober 24, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

BALADA KEMATIAN MANUSIA DAN KEDIGDAYAAN ROBOT

 Oleh

Khoirul Marom

Millenniar Influencer of Kitasama

Mungkin sering kita dengar manusia akan musnah dan akan di gantikan oleh Robot,  sebuah alat cangih pintar yang melebihi manusia itu  sendiri.

Ya, tak bisa kita pungkiri dimulai sejak terjadinya Revolusi industri pada sekitar akhir abad ke 18. Revolusi ini telah menyebabkan terjadinya peralihan dari perekonomian yang berbasis pertanian ke perekonomian berbasis manufaktur, sehingga banyak masyarakat desa yang pergi ke kota. Hal inilah yang mengawali fenomena terjadinya urbanisasi di Eropa Barat (Inggris).

Berawal dari Revolusi abad 16 M.

Awal dari pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia- manusia dan hewan sebagai alat kerjanya, yang kemudian di ganti oleh sebuah mesin. Sehingga peran dari manusia itu sendiri lambat laun hilang.

Dari situlah awal muncul teknologi (robot) yang kita rasakan sampai sekaran. Misalnya ingin masak manusia sudah di sediakan rais cooking. Merasa gerah, manusia sudah tidak lagi kipas kipas, cukup pencet ruangan sejuk. ingin bepergian cukup injak gas kndaraan pun jalan. Bahkan ingin berkomunikasi dengan kerabat yang jauhnya beribu ribu mil tinggal pencet handphone semua teratasi. Adanya teknologi-teknologi tersebut yang mana awal dari tujuan hanya untuk memudah pekerjaan manusia ternyata sekarang benar-benar terjadi.

Manusia yang Terperosok

Tetapi di balik semua itu banyak manusia yang di korbankam. Semua pekerjaan manusia tidak ada lagi yang namanya susah. Apalagi berusah smpek memeras keringat atau otot. Tragisnya, banyak pula anak yang tak sekolah sekaligus kesulitan untuk mencari makan.

Di balik semua capaian itulah lambat laun (kemungkinan) manusia akan punah, menurut beberapa ilmuwan sosial.  Punah bukan berati manusia hilang dari muka bumi ini. Tetapi manusia sudah menjadi pasif sudah tak aktif lagi dalam beraktivitas dan berekspresi, Manusia telah jadi objek bukan menjadi subjek.

Cukup miris bukan. Dari berkembangnya teknologi sampai saat ini kita tak sadar bahwa diri kita telah dieksploitasi secara besar-besaran oleh yang namanya tehnologi itu sendiri. Bahwa alam kita telah di hancurkan dan moral kita telah disesatkan oleh kemajuan yang telah dicapai.

Fakta kontemporer tidak bisa kita elakkan, akhir ini banyak anak-anak buta, lumpuh bahkan sampai kematian gara-gara kecanduan bermain handphone. Ini juga belum lahirnya beberapa generasi anak-anak yang berani dengan orang tua,  lupa waktu, memiliki sifat aneh gara-gara tik tok.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi melahirkan beragam kerusakan. Kita tidak bisa menolak adanya banyak gunung-gunung yang hilang, laut tercemari dan sampah yang menumpuh. Ditambah dengan jiwa sosial mereka (manusia dewasa ini) tergolong kurang budaya gotong royong yang hilang karena pekerjaan mereka telah dituntaskan oleh keberadaan teknologi.

Krisis Multidimensi

Benar kata Sayyed Hasan Nasr bahwa Manusia modern sedang dilanda krisis multidimensi. Dari krisis ekonomi sampai pada krisis moral hingga menembus pada krisis budaya. Semuanya bermula dari dua krisis besar, yakni krisis kemanusian dan lingkungan. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan (sains) dan disertai perkembangan teknologi,  manusia modern dewasa ini sering kali disibukkan dengan kehidupan yang duniawi ( fisik). Sehingga manusia dituntut untuk mengekploitasi alam sebesar besarnya dan mengesampingkan kehidupan moral (metafisik).

Jadi semakin jalas manusia modern sekarang sudah menjadi “manusia robot” yang mana mereka sudah mempergantungkan  hidupnya dengan teknolgi. Mereka sudah jarang memedulikan sesamanya karena disibukan oleh kehidupannya sendiri. Hal inipun tidak salah karena robot juga tidak mempunyai cinta dan kasih.