Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

AVENGER INFINITY WAR-END GAME (1) PENGORBANAN DUA PERAWAN UNTUK BATU JIWA

oleh : Moh. Syihabuddin

Karakteristik pengabdian dan kesetiaan adalah pengorbanan. Kepada para dewa yang disembahnya persembahan untuk mendapatkan sesuatu yang besar seringkali melibatkan pengorbanan nyawa orang yang dicintainya. Baik anak, istri, orang tua dan atau teman dekatnya. Dan inilah yang nampaknya ditampilkan dalam ritual satanis pada film Avenger.

Pengabdian pengorbanan ini ditunjukkan dalam Avenger Infinity War dan End Game sekaligus, pada bagian pertama Gamora dikorbankan oleh Thanos yang berambisi untuk mendapatkan batu jiwa sedangkan pada bagian kedua Black Widow dikorbankan oleh teman dekatnya sendiri yang mengharuskan memperoleh batu jiwa untuk mengembalikan kekuatan yang digunakan oleh Thanos. Dan keduanya, Gamora dan Black Widow adalah perempuan yang masih perawan, masih suci dan belum bersuami.

Pada tradisi masyarakat paganisme, penyembah berhala-berhala mengorbankan perempuan yang masih perawan adalah hal yang lumrah dan menjadi keharusan untuk mendapatkan imbalan kekuatan yang sangat besar, mendatangkan hujan, atau bahkan mengusir wabah dan bencana alam. Sebagaimana diketahu dalam tradisi Yunani kuno, Babilonia, Aztec dan India kuno bahwa pengusiran “makhluk jahat” atau bencana alam selalu menggunakan seorang perempuan “suci” yang masih perawan sebagai persembahan terhadap dewa yang sedang marah dan membutuhkan sosok pendamping, pengganti dari pada bentuk kemarahan dewa tersebut. Dengan mengorbankan sosok perawan suci maka dewa akan merasa senang dan akan memberikan kesejahteraan bagi alam semesta.

Gamora dan Black Widow adalah dua sosok perempuan yang mewakili perawan yang dikorbankan atas nama cinta, kesetiaan, dan kasih sayang demi mendapatkan keselamatan yang lebih besar dalam Avenger invinity war dan end game. Dua perempuan ini menjadi bagian penting dari keberhasilan atas misi yang masing-masing diemban oleh orang yang mencintainya.

Thanos, adalah sosok pemimpin yang kejam, representasi dari dewa kejahatan yang tak terkalahkan dan seorang kolonialis-imperialis-naturalis yang sangat kuat. Kekuatannya merupakan penguasaan alam semesta itu sendiri sehingga seolah-seolah dialah penguasa seluruh galaksi yang ada di alam semesta. Namun kekuatannya akan semakin sempurna dan semakin dasyat (mampu mengendalikan ruang-waktu dan jalannya rotasi-evolusi alam semesta) tatkalah dia mampu mengumpulkan enam batu infinity yang merupakan unsur inti pembentukan alam semesta itu sendiri. Salah satu batu yang harus diperolehnya adalah batu jiwa yang membutuhkan pengorbanan orang yang dicintainya untuk memperolehnya.

Satu-satunya orang yang cintai oleh Thanos adalah Gamora, putrinya semata wayang yang dipungut dari penjajahannya atas sebuah planet yang dihuni oleh makhluk berkulit hijau. Dialah putri yang memampukan Thanos bertahan hingga bisa menjalani perannya sebagai sosok ayah yang bijaksana sekaligus kejam. Keberadaan Gamora mencerminkan kekejaman Thanos bak pahlawan yang pulang dari perang dan merindukan kasih sayang. Akan tetapi kasih sayangnya telah terkalahkan oleh ambisinya, dan kehidupan Gamora lebih murah dan sangat sepadan dengan hasil yang akan diperolehnya.

Dikorbankanlah si Gamora itu dengan cara dilemparkan dari atas tebing hingga tewas, dan Thanos telah memperoleh batu jiwa yang menyempurnakan kekuatannya dalam mengendalikan alam semesta. Dengan pengorbanan orang yang dicintainya inilah Thanos kehilangan, bersedih dan galau, namun dia bisa mendapatkan salah satu unsur kekuatan alam semesta yang bisa digunakan untuk menguasai seluruh galaksi.

Singkat cerita, dengan kelengkapan enam batu infinity maka Thanos berhasil melenyapkan separoh penghuni di setiap planet di seluruh galaksi alam semesta.

***

Tidak ada cara lain untuk mengalahkan Thanos kecuali mengulang waktu sebelum batu-batu tersebut diperoleh oleh Thanos. Tim Avenger kompak bekerjasama untuk melakukan perjalanan antar waktu dengan menembus ke dimensi masa lalu sebelum batu-batu tersebut terkumpul.

Tugas untuk memperoleh batu jiwa dibebankan kepada Black Widow dan Ronin/Hawkeye. Dimulailah perjalanan dua sahabat karib untuk memperoleh batu jiwa tersebut pada masa sebelum Thanos mengambilnya. Dan saat mencapai pada tempat keberadaan batu jiwa tersebut syarat untuk memperolehnya sama, harus ada pengorbanan yang telah diberikan kepada alam untuk memunculkan batu tersebut.

Terjadilah perkelahian antara Black Widow dan Hawkeye untuk berebut menjadi orang yang dikorbankan dalam ritual tersebut. Dan Black Widow berhasil mengalahkan Hawkeye, dengan kata lain Black Widow-lah yang berhasil dengan suka rela menjatuhkan diri ke dalam tebing untuk menghadirkan batu infinity.

Bagi Hawkeye, sosok Black Widow adalah teman, sahabat, dan rekan seperjuangan sepanjang karirnya menjadi agen rahasia. Dalam perang dan dalam kondisi menjadi warga sipil, mereka adalah teman yang akrab dan dekat. Dia sosok yang sangat dicintai, dibanggakan dan juga disayangi oleh Hawkeye. Keluarganya Hawkeye juga sangat akrab dengan Black widow dan dianggap sebagai adik sendiri oleh istrinya. Maka tidak mengherankan jika kematian Black widow merupakan pengorbanan terhadap orang yang dicintainya.

Namun kematian Black widow telah membantu sekawanan Avenger bisa memperoleh batu-batu tersebut sekaligus bisa mengalahkan Thanos.

***

Sebagai sebuah film puncak yang akan mengakhiri perjalanan panjang tokoh-tokoh Avenger maka film itu juga harus didesain sebagai puncak dari persembahan terbesar para penganut satanis terhadap dewa-dewanya. Maka seluruh perjalanan film tersebut pun menjadi ajang yang paling puncak dalam menampilkan pengabdian totalnya terhadap dewa-dewa yang telah disembah oleh kaum satanis. Tak terkecuali dengan ritual pengorbanan yang telah ditampilkan secara mencolok pada kedua film tersebut.