Oktober 20, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

ALIH-ALIH PINDAH PLANET, BEKAL KEMATIAN TIDAK DISIAPKAN

oleh: Moh. Syihabuddin

Konon, benar atau tidak bahwa saat ini sudah ditemukan beberapa tempat atau planet yang menyerupai bumi dari segi atmosfer dan suhunya oleh NASA beserta lembaga-lembaga pendukungnya.

Ini kabar ini benar atau tidak, yang jelas kita semua tidak tahu kondisi sebenarnya (dan tidak akan pernah tahu) bahwa lima planet itu benar-benar ada. Akan tetapi lucunya, gagasan dan perbincangan tentang eksodus atau perpindahan manusia ke planet tersebut menjadi perbincangan.

Alasan ‘mereka’ untuk mengajak pindah dari bumi adalah untuk mencari penghidupan yang lebih baik (konon), mencari ketenangan dan menemukan hal-hal baru yang sudah tidak ditemukannya di bumi.

Bagi mereka, kelak di masa depan bumi sudah tidak memungkinkan lagi bisa ditempati karena berbagai hal, yang meliputi bencana alam banjir, tsunami, gempa vulkanik, likuivaksi, pencairan es kutub selatan, kekeringan, wabah virus-virus baru (sekarang sudah dimunculkan covid-19 dkk) dan berbagai kerusakan lainnya yang ditimbulkan oleh eksploitasi manusia sendiri.

Bagi mereka juga, bumi akan kering dan menjadi sangat rentan rusak. Sumberdaya alam habis, minyak dan gas alam habis, air sudah mengering dan tanaman sudah habis tak bisa lagi ditumbuhkan. Dalam pikiran mereka, kiamat hanya akan terjadi di bumi dengan datangnya berbagai bencana alam.

Satu-satunya cara bagi mereka untuk menghindari kiamat tersebut adalah pindah ke planet lain sebelum bumi ini hancur dan tidak bisa menyelamatkan diri.

Tidak mengherankan jika mereka mengkampanyekan lewat film-film-nya tentang kiamat, atau pindah ke planet lain, kehidupan (kemungkinan) di planet lain dan sebagainya. Karena itulah mereka terus menerus membentuk pikiran masyarakat dunia dengan cara demikian.

Akan tetapi, yang menjadi dasar pemikiran gagasan ‘pindah planet’ adalah untuk menghindari pemikiran kembalinya manusia ke bumi jika sudah meninggal dunia dan tidak mempercayai adanya “pertanyaan malaikat”.

Alih-alih pindah planet dan menyiapkan bekal berupa anggaran yang besar, pesawat yang mewah, dan pengetahuan sains yang canggih, mereka gagal menyiapkan bekalnya untuk di bawah ke alam pasca kehidupan ini, yakni alam barzah.

Sungguh perbuatan yang sia-sia, mengajak masyarakat untuk pindah planet dan meninggalkan bumi.

Seharusnya, pemikiran paling ideal yang harus kita lakukan adalah menyiapkan diri kita untuk bekal di kehidupan setelah kematian, dengan cara memperbanyak amal-ibadah dan intensif pengabdian kita kepada Allah. Karena hanya kembali kepada Allah-lah jalan terbaik yang kita harapkan saat nyawa (ruh) kita terlepas dari tubuh ini.

Menyiapkan bekal untuk pindah ke planet lain merupakan gagasan yang penuh kebohongan dan membodohkan. Hal itu tidak mungkin dilakukan dan tidak akan pernah terjadi. Karena selain tidak adanya planet itu sendiri, pesawat yang bisa mengangkut manusia bumi ke luar angkasa juga tidak ada.

Sudah jelas, bahwa gagasan ‘menyiapkan bekal’ untuk pindah planet merupakan gagasan yang dimunculkan untuk melupakan anjuran ‘menyiapkan diri’ kembali kepada Tuhan. Gagasan pindah planet jelas melupakan gagasan kembali kepada Tuhan, dengan tujuan untuk menyederhanakan pemikiran besar—yakni menuju ke kehidupan akhirat. Selain tidak mungkin, gagasan gagasan untuk mengajak pindah ke planet merupakan sebuah kekonyolan dan pembodohan masyarakat secara global.