Sebuah Peta Jalan “21 Tantangan-9 Solusi” Gagal Masuk Nominasi 30 Besar SPBUK, Siap-Siap Menjadi Proyek Buku di Hari ke-21

Sebuah Peta Jalan “21 Tantangan-9 Solusi” Gagal Masuk Nominasi 30 Besar SPBUK, Siap-Siap Menjadi Proyek Buku di Hari ke-21
Penulis sedang mengunjungi outlet buku di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, ketika selesai berziarah dan ubudiyah di Jakarta pada akhir tahun 2023

kitasama.or.id – Ada kejadian yang menarik dan “mengecewakan” dalam Romadlan 1445 ini, dan siapa sangka kejadian itu malah menjadi momentum yang sangat baik untuk memulai sebuah proyek penulisan buku yang lebih keren dan lebih mencerminkan diri saya.

Tepat pada 21 Romadlan 1445 ini yang kebetulan bersamaan dengan 1 April 2024 pengumuman pemenangan “30 peserta lolos admnistrasi” sayembara penulisan buku umum keagamaaan yang diselenggarakan oleh Bimas Islam Kemenag telah dilakukan. Proposal makalah yang berjudul “Mencegah 21 Tantangan Kontempore Generasi Muda Muslim dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045” tidak masuk nominasi dan tidak lolos seleksi proposal. Sebuah kekecewaan dan tentunya perihal yang menjadikan hati kurang percaya diri untuk melanjutkan “menulis kembali” bagi saya.

Bacaan Lainnya

Namun, setelah dipikir-pikir saya sadar ini merupakan hari Romadlon 1445 yang ke-21 tepat pada posisi “21 Tantangan” yang menjadi analisis dan kajian saya. Hari penolakan dan kegagalan itu telah menempati angka yang sama dan memasuki hari pertama pada 20 terakhir bulan suci. Ini merupakan sebuah penempatan yang pas dan tidak serta merta “ngawur”, pasti sudah direncanakan oleh yang punya hari suci ini dan memberikan jalan yang terbaik bagi makalah “21 tantangan”

Alih-alih kecewa dan putus asa untuk menulis lagi, saya memilih untuk melanjutkan proposal ini menjadi tulisan pribadi yang lebih intensif dan lebih mendalam mengkaji pada fokus masalah yang menjadi kajian. “21 tantangan” mungkin jalannya lebih baik menjadi tulisan saya sendiri dibandingkan menjadi hak milik “orang lain—lembaga lain”. Karya itu layak untuk menjadi kajian pribadi dan menjadi bagian penting bagi karya yang perlu saya lakukan untuk memotret fenomena yang dihadapi oleh masyarakat sekarang.

Setidaknya saya perlu memaparkan ke-21 tantangan kontemporer yang saya maksud tersebut, agar pembaca bisa mempunyai gambaran awal bagaimana tulisan ini akan mengarah pada proyek penulisan buku yang lebih kaya makna dan kaya informasi. 21 tantangan itu adalah sebagai berikut :

  1. Generasi Muda Muslim dan Peluang Bonus Demografi
  2. Generasi Muda Muslim dan Masyarakat yang semakin Terkoneksi dan Meng-Global
  3. Generasi Muda Muslim dan Melimpah Ruahnya Informasi di Paltforn Digital
  4. Generasi Muda Muslim dan Ragam Masyarakat Dunia yang Bahagia
  5. Generasi Muda Muslim dan Ragam Kota-Kota Dunia yang Jenius-Kreatif
  6. Generasi Muda Muslim dan Transformasi Masyarakat dalam Arus Dromologi
  7. Generasi Muda Muslim dan Disrupsi Karakter Muslim diantara Luapan Peradaban Global.
  8. Generasi Muda Muslim dan Maraknya Kebiasaan Destruktif
  9. Generasi Muda Muslim dan Kesenjangan antar Generasi dalam satu Zaman
  10. Generasi Muda Muslim dan Banalitas, Kedangkalan dan “Yang Viral”.
  11. Generasi Muda Muslim, Gejolak Ekonomi Dunia dan Pasar Bebas
  12. Generasi Muda Muslim dan Maraknya atheism dengan Kemenangan Sains vis a vis Agama.
  13. Generasi Muda Muslim dan Peluang Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Asia Pasifik
  14. Generasi Muda Muslim, Kelas Menengah dan Calon kelas Menengah yang kesulitan sejahtera.
  15. Generasi Muda Muslim, Ketahanan Pangan dan Kebebasan Finansial 
  16. Generasi Muda Muslim dan Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif
  17. Generasi Muda Muslim dan Terjadinya Ragam Bencana Alam di Indonesia
  18. Generasi Muda Muslim dan Isu Disintegrasi Bangsa (Pembubaran NKRI dan Hilangnya WNI berpotensi)
  19. Generasi Muda Muslim dan Solidaritas Muslim Dunia
  20. Generasi Muda Muslim dan Dominasi Penggunaan AI dalam Segala Bidang
  21. Generasi Muda Muslim dan Peluang Terjadinya Perang Dunia III

Kedua, (Sembilan) solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini merupakan intisari dari beberapa pemikiran para ahli yang dirangkum oleh penulis agar lebih mudah untuk diaplikasikan dan dilaksanakan sebagai semacam “peta jalan” bagi generasi muda muslim untuk menyiapkan segala aspek dalam kehidupannya untuk menghadapi Indonesia Emas 2045.

Agar proyek ini sukses, saya setiap hari—kemana saja harus membawa buku catatan, atau notebook untuk segera menulis berbagai perkembangan terbaik untuk isu-isu yang saya tulis ini, karena setiap ide akan berkembang pada konteks, kondisi dan situasi yang tidak pernah terduga, kadang di warung kopi, di masjid, saat sholat atau bahkan dalam perjalanan naik motor.

Membaca buku juga harus terus saya lakukan, terutama beberapa materi yang menunjang isu-isu yang menjadi penelitian saya ini sehingga saya tetap bisa mengembangkan beberapa gagasan yang masih “panjang” dan membutuhkan penambalan “referensi” serta dukungan riset-riset sebelumnya.

“Waktu, tenaga, pikiran dan biaya” tentu harus saya siapkan secara mandiri agar proyek ini bisa berjalan dengan lancar. bisa juga tim di komunitas kitsama akan saya libatkan untuk memberikan banyak perspektif dan keragaman berfikir. Bahkan mungkin juga akan melibatkan beberapa santri berox untuk menyumbangkan pemikirannya—siapa tahu mereka juga bisa memberikan sumbangsih yang penting untuk mengola data yang akan saya kelolah nanti. Dengan izin dan syafaat Guru saya, semoga bermanfaat dan proyek ini bisa berjalan dengan lebih cepat dan lebih terstruktur, karena akan memberikan bahan yang luas untuk dikaji dan didiskusikan oleh beberapa komunitas saya sendiri atau orang lain yang merasa bisa memberikan kritik dan masukan.

Pos terkait