Oktober 22, 2020

KOMUNITAS KITASAMA

Menebar Pengetahuan Membuka Wawasan

250 UNIT RUMAH BSPS 2019 UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN DI TUBAN

Oleh : Moh. Syihabuddin

Di tahun 2019 ini posisi angka kemiskinan di kabupaten Tuban telah berada di urutan ke-6 se-Jawa Timur. Perjuangan untuk menggapai angka yang lebih kecil masih sangat berat dan membutuhkan upaya yang saling gandeng rentang antar intansi dan antar program. Dinas PRKP dan Dinas Sosial merupakan UPD yang memiliki beban berat untuk lebih keras bekerja melaksanakan berbagai kegiatan yang bisa mengurangi angka kemiskinan.

Tahun ini Dinas PRKP Kabupaten Tuban telah memperoleh program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) sebanyak 250 unit dari Kementrian PUPR. Dengan diperolehnya program ini maka secara otomatis akan membantu upaya keras Pemerintahan Bupati H. Fatkhul Huda untuk mengurangi angka kemiskinan di kabupaten Tuban, karena salah satu indikator kemiskinan adalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Adanya program BSPS yang masuk di kabupaten Tuban tahun 2019 ini akan sangat membantu mengurangi beban berat dinas PRKP dalam mengurangi jumlah RTLH,” kata Agung, selaku Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PRKP.

Jumlah 250 unit rumah dari program BSPS ini tersebar di lima desa di lima kecamatan, antara lain 50 unit di desa Gununganyar kecamatan Soko, 50 unit di desa Grabagan kecamatan Grabagan, 50 unit di desa Kanorejo kecamatan Rengel, 50 unit di desa Sumurgung kecamatan Tuban dan 50 unit di desa Sugiharjo kecamatan Tuban. “Lima desa ini merupakan desa-desa yang pada tahun lalu (2018) telah mengajukan data base RTLH, sehingga kami sudah siap menerima program BSPS ini dengan data yang sudah ada, karena BNBA sebelumnya sudah kami siapkan,” lanjut Ricco, salah satu timteknis kabupaten Tuban program BSPS.

Sebagai langkah awal untuk menyukseskan program BSPS di Tuban para konsultan atau Fasilitator (TFL) langsung bergerak dengan cepat dengan cara mengadakan koordinasi internal dengan timteknis. Hal-hal penting dibicarakan dengan matang dan mantap, terutama persiapan untuk melaksanakan sosialisasi kabupaten (soskab), sosialisasi desa (sosdes), dan verifikasi lapangan untuk calon penerima bantuan (CPB). “Kami sudah jauh-jauh hari melaksanakan pembicarakan secara intensif dengan Kepala Dinas PRKP dan Timteknis untuk melaksanakan BSPS di Tuban, terutama mengenahi strategi sosialisasi dan verifikasi, sehingga program ini benar-benar tetap sasaran,” kata Ruly Sahaja, salah satu TFL BSPS.

Tepat setelah mendapatkan pelatihan di Aria Gajayana Hotel Malang selama tiga hari (25 s/d 27 April 2019) para TFL dan Korfas langsung berkoordinasi Timteknis untuk menyusun RKTL dan sekaligus menyiapkan beberapa langkah strategis. “Langkah yang kami tempuh sebagai TFL dalam mempercepat pelaksanaan BSPS adalah kerja cepat dan tepat, terutama menjaga komunikasi yang intensif dengan Timteknis, Perangkat Desa, dan juga Calon Penerima Bantuan, sehingga semuanya bisa berjalan lancar”, lanjut Siti Isti’ana, salah satu TFL di Tuban.

Ibu beranak dua ini melanjutkan, “Apapun yang kami lakukan di program BSPS ini adalah dalam upaya mengurangi angka kemiskinan, sehingga sinergitas antar program dan instansi ini bisa terwujud dan bisa membantu Tuban dalam mengurangi angka kemiskinan.”

Dengan demikian, 250 unit kuota BSPS yang diberikan oleh Kementrian PUPR kepada Tuban sangat berarti untuk menurunkan angka kemiskinan yang masih bercokol di posisi ke-6 se-Jawa Timur.