DO’A PEREMPUAN MALAM UNTUK ORANG TUANYA

oleh: Ahmad Sifyani

 

Berbagai cara yang dilakukan warga untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, seperti selemetan atau kirim doa untuk keluarga dan sanak saudara yang meninggal dunia. Biasanya berkat sudah berjajar rapi diruang tamu, berisi nasi, sayur dan ikan pindang didalamnya. Ditaruhlah uang sebesar sepuluh ribu rupiah di atas berkat, sebagai wajib bagi orang yang ditunjuk untuk meminpin doa saat itu.

Hari itu aku  diminta oleh beberapa tetangga untuk memimpin doa di rumahnya, maklum rumah mbah modin jauh jadi siapa saja yang bisa mengaji biasanya diminta untuk memimpin doa. Waktu sudah hampir magrib dan biasanya sudah taka da lagi warga yang ingin minta di doakan. Akupun menikmati berkat yang berisi nasi dan ulas-ulas ikan bandeng asap di ruang tamu. Tiba-tiba aku mendengar ada suara lirih memanggilku dari luar.

“Mas…, bisa kerumah saya…? Saya mau selamatan”

“iya Mbak…, sebentar lagi saya kesana…!” dengan agak sedikit kaget aku menjawabnya.

Tak lama kemudian aku sudah sampai dirumahnya, ku lihat berkat yang berisi mie rebus empat biji dan lima butir telur ayam sudah terbungkus rapi di atas meja. Aku duduk sendirian didekat jendela sambil menunggu tetangga yang lain datang.

“Mas…, ini mau kirim doa untuk kedua orang tua saya yang sudah meninggal” Mbak itu menyampaikan maksud dari acara selamatannya.

“oh.., iya mbak.., tapi tetangga kok belum datang ya…?”

“saya tak mengundang tetangga Mas…, nanti berkatnya setelah di do’akan saya bagikan saja”

Langsung saja aku bacakan tahlil dan doa untuk ahli kuburnya.

“Mas…, yang ada uangnya itu berkate sampean…!”

“iya mbak.., terima kasih semoga rejekinya mbak lancar”

Kemudian saya berpamitan untuk undur diri.

Leave a Comment